Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Kepemimpinan Gus Kikin Jadi Harapan Baru, Dwi Indrotito Dorong NU Perkuat Peran Kebangsaan

Minggu, 30 Agustus 2026 | Agustus 30, 2026 WIB Last Updated 2026-08-31T04:47:42Z

KabarPojokIndonesia.com -- MALANG — Terpilihnya KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026–2031 dinilai menjadi momentum penting bagi Nahdlatul Ulama untuk memperkuat peran organisasi di tengah perubahan zaman.

Harapan tersebut disampaikan KRA Dwi Indrotito Cahyono, S.H., M.M., Presiden Direktur KHYI sekaligus Ketua PAKASA Malang Raya, menyusul terpilihnya Gus Kikin dalam Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Jombang.

Menurut Dwi, kepemimpinan baru PBNU membawa tanggung jawab besar, bukan hanya dalam mengelola organisasi secara internal, tetapi juga memastikan NU tetap hadir dalam berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Terpilihnya Gus Kikin tentu membawa harapan baru. Kami berharap kepemimpinan beliau dapat semakin memperkuat NU, baik secara organisasi maupun dalam memberikan manfaat nyata kepada masyarakat,” kata Tito.

Ia menilai NU memiliki modal sosial yang sangat besar karena memiliki jaringan pesantren, ulama, kader dan warga Nahdliyin yang tersebar di berbagai daerah. Potensi tersebut, menurutnya, perlu dikelola secara positif agar semakin memberikan kontribusi bagi kehidupan sosial dan kebangsaan.

Tito juga berharap kepemimpinan PBNU periode 2026–2031 mampu memperkuat persatuan di internal organisasi. Menurutnya, dinamika yang terjadi dalam proses pergantian kepemimpinan merupakan bagian dari perjalanan organisasi dan harus diakhiri dengan semangat kebersamaan.

“Setelah proses muktamar selesai, saatnya seluruh elemen kembali bersatu. Perbedaan dalam proses adalah dinamika, tetapi tujuan akhirnya tetap sama, yakni bagaimana NU semakin kuat dan bermanfaat,” ujarnya.

Selain persoalan internal, Dwi berharap PBNU di bawah kepemimpinan Gus Kikin dapat semakin adaptif menghadapi perkembangan teknologi dan perubahan karakter generasi muda.

Menurutnya, NU tidak cukup hanya mempertahankan tradisi, tetapi juga harus mampu menerjemahkan nilai-nilai tersebut dalam konteks kehidupan masyarakat modern.

“Generasi muda harus mendapatkan ruang yang cukup. NU harus mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dan tradisi yang menjadi jati dirinya,” tegas Tito.

Sebagai Ketua PAKASA Malang Raya, Tito turut berharap hubungan antara kalangan pesantren, budayawan, organisasi masyarakat dan berbagai elemen kebangsaan semakin kuat. Ia menilai kolaborasi lintas elemen menjadi salah satu kunci menjaga kerukunan sekaligus memperkuat persatuan masyarakat.

Dwi pun menyampaikan selamat atas amanah yang kini berada di pundak Gus Kikin.

“Semoga Gus Kikin diberikan kesehatan, kekuatan dan keistiqamahan dalam menjalankan amanah. Mudah-mudahan NU semakin solid, semakin besar manfaatnya dan terus menjadi bagian penting dalam menjaga persatuan bangsa,” pungkasnya.

Pewarta : Ys

Editor : Redaksi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update