Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

KRA Dwi Indrotito Cahyono Saksikan Langsung Sakralnya Grebeg Maulud Keraton

Rabu, 26 Agustus 2026 | Agustus 26, 2026 WIB Last Updated 2026-08-26T17:34:20Z
Abdi dalem Keraton Surakarta

KabarPojokIndonesia.com --  SURAKARTA — Nuansa tradisi dan budaya Jawa terasa kuat di lingkungan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Rabu (26/8/2026). Momentum tersebut turut dihadiri Ketua PAKASA Malang Raya, KRA Dwi Indrotito Cahyono, S.H., M.M.

Sam Tito hadir untuk menyaksikan secara langsung rangkaian Grebeg Maulud yang menjadi salah satu tradisi penting Keraton Surakarta dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

Baginya, berada di tengah pelaksanaan tradisi tersebut memberikan pengalaman tersendiri. Grebeg Maulud tidak hanya menghadirkan kemeriahan, tetapi juga memperlihatkan bagaimana warisan budaya Jawa tetap dipertahankan dan diwariskan dari generasi ke generasi.

“Ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Di dalamnya ada sejarah, tradisi, doa dan nilai kebersamaan yang sudah berlangsung turun-temurun,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan tradisi Keraton Surakarta menjadi pengingat bahwa perkembangan zaman tidak seharusnya membuat masyarakat melupakan akar budayanya.

Justru, kata beliau, semakin modern kehidupan masyarakat, semakin penting pula menjaga identitas budaya yang menjadi bagian dari karakter bangsa.

Ia menilai generasi muda perlu diberi kesempatan untuk mengenal tradisi secara langsung. Dengan melihat dan mengikuti kegiatan budaya, pemahaman terhadap warisan leluhur tidak berhenti sebatas pengetahuan dari buku maupun media sosial.

“Anak-anak muda harus tahu bahwa kita punya kekayaan budaya yang luar biasa. Jangan sampai mereka lebih mengenal budaya luar, sementara budaya sendiri justru tidak mereka kenal,” tegasnya.

Kehadiran Ketua PAKASA Malang Raya dalam Grebeg Maulud juga menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring silaturahmi antar komunitas dan pemerhati budaya.

KRA Dwi Indrotito, berharap semangat menjaga tradisi seperti yang terlihat di Surakarta dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain, termasuk Malang Raya, untuk semakin aktif menghidupkan berbagai kesenian, tradisi dan kearifan lokal.

“Budaya akan tetap hidup kalau ada yang mau merawat dan meneruskannya. Tugas kita adalah memastikan warisan itu sampai kepada generasi berikutnya,” pungkasnya. 

Pewarta : Tim

Editor : Redaksi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update