KabarPojokIndonesia.com -- JAKARTA – Kemeriahan ajang Persit Bisa Vol II 2026 resmi dimulai hari ini di Jakarta. Acara yang menjadi panggung kreativitas istri prajurit dari seluruh Indonesia ini dibuka secara resmi oleh Ibu Wakil Presiden RI, Selvi Ananda Gibran Rakabuming Raka.
Di tengah deretan stan produk unggulan bertema Wastra Nusantara, Booth nomor 18 yang ditempati oleh Brilliyans Batik terpantau menjadi salah satu yang banyak dikunjungi sejak pintu pameran dibuka.
Suasana di Booth 18 semakin semarak dengan kehadiran jajaran pimpinan tertinggi Persit Kartika Chandra Kirana (KCK). Ketua Umum Persit KCK, Ny. Uli Pandjaitan, yang sempat berfoto di depan stan.
Turut mendampingi dalam kunjungan tersebut, Ketua Persit KCK PG Kostrad dan Ketua Persit KCK Koorcab Divif 2 PG Kostrad yang memberikan dukungan moril penuh bagi anggotanya yang berhasil menembus kurasi pusat ini. Kehadiran para pimpinan ini menjadi pengakuan nyata atas kualitas eksklusif Brilliyans Batik yang diproduksi langsung dari asrama Yonkes 2/2 Kostrad, Karangploso, Malang.
Tidak hanya menarik perhatian pimpinan, antusiasme pembeli umum juga terasa di hari pertama pameran yang dijadwalkan berlangsung hingga 9 Mei mendatang ini. Pengunjung tampak mendatangi stan, melihat detail motif batik tulis yang dikerjakan secara manual menggunakan teknik tradisional canting dan malam panas.
"Brilliyans Batik" yang diambil dari nama putra Ibu Sri, Abrilliyan, memang memiliki daya tarik tersendiri dengan pola-pola eksklusif yang tidak ditemukan di pasaran. Banyak pengunjung yang langsung melakukan transaksi di tempat menggunakan sistem pembayaran cashless sesuai aturan panitia.
"Kualitas produk sangat kami jaga. Mulai dari konsep hingga pola akhir didesain sendiri, sehingga menghasilkan batik yang benar-benar eksklusif untuk para pelanggan kami," ungkap Ibu Sri Astuti (Mbak Beb) di sela-sela melayani pembeli.
Rasa Haru dan Bahagia Sang Pengrajin
Wajah sumringah tidak bisa disembunyikan oleh Ibu Sri Astuti. Istri dari Kopda Arif Ariyanto ini tampak sangat bahagia melihat booth-nya tidak pernah sepi pengunjung. Baginya, berada di tengah kemeriahan Persit Bisa adalah jawaban atas segala tantangan proses produksi panjang yang ia lalui, mulai dari mendesain pola, mencanting, hingga tahap pelarutan malam (nglorod).
" Saya sangat bahagia karya dari asrama bisa diterima begitu hangat di Jakarta," tuturnya penuh syukur.” Ungkap Bu Sri Astuti
REPORTER : Tim
EDITOR : Matnadir



