KabarPojokIndonesia.com -- MALANG – Direktorat Jenderal Pemberdayaan Tanah Masyarakat melaksanakan kegiatan koordinasi awal Pilot Project Kajian Dampak Reforma Agraria terhadap Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat pada Rabu (06/05/2026) di Aula Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Malang.
Kegiatan strategis tersebut dipimpin langsung oleh Direktur Jenderal Pemberdayaan Tanah Masyarakat, Freddy A. Kolintama, S.T., M.Si., dan Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Malang, Istanto Nurhidayat, S.H. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Seksi Penataan dan Pemberdayaan Kantah Kabupaten Malang, perwakilan Kantah Kabupaten Pacitan, Kantah Kabupaten Kediri, Kantah Kabupaten Bojonegoro, serta Kantah Kota Malang.
Dalam arahannya, Freddy A. Kolintama menyampaikan bahwa Provinsi Jawa Timur dipilih sebagai salah satu wilayah pelaksanaan pilot project nasional karena dinilai memiliki karakteristik yang lengkap dalam pelaksanaan program Reforma Agraria.
“Empat Kantor Pertanahan di Jawa Timur yakni Kabupaten Malang, Pacitan, Bojonegoro dan Kediri dipilih menjadi pilot project kegiatan kajian ini. Penentuan tersebut didasarkan pada tingkat pelaksanaan Reforma Agraria, tingkat kemiskinan, keberadaan kelompok masyarakat miskin ekstrem, ketersediaan data pertanahan dan sosial ekonomi, serta variasi tipologi wilayah,” jelas Freddy.
Menurutnya, kajian ini menjadi langkah penting untuk melihat secara nyata sejauh mana program Reforma Agraria mampu memberikan dampak terhadap peningkatan pendapatan masyarakat serta kesejahteraan secara menyeluruh.
Melalui koordinasi awal tersebut, seluruh Kantah yang menjadi bagian dari pilot project diharapkan dapat segera menyiapkan berbagai data yang dibutuhkan guna memperlancar proses pelaksanaan kajian.
“Data yang akurat sangat penting agar hasil kajian nantinya dapat menjadi instrumen kebijakan pemerintah dalam mengukur kontribusi Reforma Agraria terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat secara komprehensif,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Malang, Istanto Nurhidayat, S.H., menyampaikan bahwa pihaknya siap mendukung penuh pelaksanaan pilot project tersebut, termasuk dalam penyediaan data dan koordinasi lintas sektor.
Ia menilai kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menunjukkan bahwa program Reforma Agraria tidak hanya sebatas legalisasi aset, tetapi juga mampu mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Kami siap bersinergi dan mendukung penuh kegiatan kajian ini agar dapat berjalan optimal. Harapannya, hasil dari pilot project ini nantinya mampu memberikan gambaran nyata mengenai dampak Reforma Agraria terhadap kehidupan masyarakat,” ujar Istanto.
Kegiatan koordinasi berlangsung dengan suasana interaktif melalui diskusi teknis terkait mekanisme pengumpulan data, pemetaan wilayah sasaran, hingga strategi pelaksanaan kajian di masing-masing daerah.
Dengan adanya pilot project ini, pemerintah berharap program Reforma Agraria dapat semakin tepat sasaran serta mampu menjadi solusi nyata dalam menekan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di berbagai daerah.
REPORTER : Matnadir
EDITOR : Redaksi






