Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Empat SPPG Resmi Beroperasi, Wali Kota Malang Dorong Layanan Gizi Profesional dan Transparan

Rabu, 06 Mei 2026 | Mei 06, 2026 WIB Last Updated 2026-05-07T05:23:19Z

KabarPojokIndonesia.com
-- MALANG – Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat meresmikan empat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) baru yang berada di bawah naungan Yayasan Synergy An Nahl Indonesia, Kamis (07/05/2026) pagi. Peresmian dipusatkan di wilayah Buring, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.

Empat SPPG yang diresmikan tersebut meliputi SPPG Buring 2, Buring 3, Tlogomas 2, dan Bandungrejosari 3. Kehadiran empat dapur pelayanan gizi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat program pemenuhan gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak dan kelompok penerima manfaat di Kota Malang.

Perwakilan Yayasan Synergy An Nahl Indonesia, Ahmad Kurniawan, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Malang beserta seluruh elemen masyarakat yang telah memberikan dukungan terhadap operasional SPPG.

“Kami menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada pemerintah daerah dan seluruh perangkat pendukung hingga tingkat RT dan RW. Dengan dukungan tersebut, yayasan kami dipercaya mengelola empat dapur baru, setelah sebelumnya satu dapur di Klojen juga telah diresmikan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dua SPPG di wilayah Buring mulai beroperasi sejak pekan lalu dengan jumlah penerima manfaat mencapai sekitar 1.280 hingga 1.350 orang. Sementara SPPG di Tlogomas dan Bandungrejosari mulai melayani masyarakat dalam beberapa hari terakhir dengan ratusan penerima manfaat.

Menurut Ahmad, antusiasme masyarakat dan pihak sekolah sangat tinggi terhadap hadirnya program tersebut. Bahkan sebelum dapur beroperasi, sejumlah kepala sekolah telah aktif berkoordinasi terkait distribusi bantuan makanan bergizi.

“Kami benar-benar merasakan semangat dan harapan besar dari masyarakat. Kepala sekolah sangat antusias karena program ini memang sangat dibutuhkan,” katanya.

Ia menegaskan bahwa seluruh proses pembangunan dan operasional dapur dilakukan sesuai standar yang telah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional. Dukungan lintas sektor mulai dari Dinas Kesehatan, Dinas Ketahanan Pangan hingga Dinas PUPR disebut menjadi faktor penting dalam percepatan operasional SPPG.

Ahmad juga menekankan bahwa SPPG bukan sekadar dapur umum biasa, melainkan pusat pelayanan masyarakat yang harus mengedepankan profesionalisme dan integritas.

“Ini bukan dapur konvensional. Di sini melekat fungsi pelayanan. Karena itu kami terus mengingatkan seluruh relawan untuk menjaga kebersihan, etika, dan kualitas layanan. Kami juga meminta masyarakat ikut mengawasi dan memberi masukan,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Pengawasan Wilayah I Badan Gizi Nasional, Harjito menyampaikan bahwa pemerintah daerah memiliki kewenangan melakukan pengawasan terhadap operasional SPPG sesuai ketentuan dalam Keputusan Presiden Nomor 28.

“Pemerintah daerah diperbolehkan melakukan sidak kapan saja dalam rangka perbaikan tata kelola di lapangan. Rekomendasi dari pemerintah daerah nantinya akan kami tindak lanjuti,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat menegaskan bahwa kehadiran empat SPPG baru merupakan wujud nyata sinergi antara pemerintah, yayasan, dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi.

Ia berharap seluruh pengelola SPPG menjalankan tugas secara profesional, akuntabel, dan transparan, mulai dari proses pengadaan bahan pangan, pengolahan makanan, hingga distribusi kepada penerima manfaat.

“Pastikan seluruh proses pengelolaan dilaksanakan secara profesional dan memenuhi standar keamanan pangan serta kualitas gizi yang telah ditetapkan,” ujar Wahyu.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga mutu dan kebersihan agar kepercayaan masyarakat terhadap program tersebut tetap terjaga.

“Jangan sampai program yang baik ini kehilangan kepercayaan masyarakat hanya karena kelalaian dalam menjaga kualitas dan kebersihan. Yang kita layani adalah anak-anak, generasi masa depan yang harus kita jaga bersama,” tegasnya.

Selain berfungsi sebagai pusat penyedia makanan bergizi, Wahyu berharap SPPG juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pola makan sehat dan gizi seimbang.

“SPPG tidak hanya menjadi tempat penyediaan makanan bergizi, tetapi juga harus menjadi sarana edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya pola makan sehat,” tambahnya.

Dengan bertambahnya empat SPPG baru tersebut, Pemerintah Kota Malang optimistis program pemenuhan gizi masyarakat dapat berjalan lebih luas dan efektif demi menciptakan generasi yang sehat, kuat, dan berkualitas.

REPORTER : Matnadir 

EDITOR : Redaksi 


TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update