Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

DPRD Soroti Pelayanan RSUD Ngantang, Zia Ulhaq Tegaskan Kekurangan SDM Jadi Kendala Utama

Selasa, 05 Mei 2026 | Mei 05, 2026 WIB Last Updated 2026-05-05T11:53:31Z

KabarPojokIndonesia.com
-- MALANG – Persoalan belum optimalnya pelayanan di RSUD Ngantang kembali menjadi perhatian serius DPRD Kabupaten Malang. Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Malang, Zia Ulhaq, menegaskan bahwa permasalahan utama yang dihadapi rumah sakit milik daerah tersebut bukan terletak pada fasilitas, melainkan kekurangan tenaga kesehatan yang hingga kini belum terpenuhi secara optimal.

Zia Ulhaq yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai Gerindra serta Sekretaris DPC Partai Gerindra Kabupaten Malang itu menyampaikan, kondisi kekurangan SDM berdampak langsung terhadap rendahnya tingkat kunjungan masyarakat ke RSUD Ngantang. Menurutnya, masyarakat cenderung memilih fasilitas layanan kesehatan lain yang dinilai lebih siap dari sisi pelayanan.

“Fakta di lapangan menunjukkan masyarakat lebih memilih berobat ke klinik dibandingkan ke RSUD Ngantang. Ini menjadi indikator bahwa layanan kita belum maksimal,” ungkap Zia saat ditemui awak media di Gedung DPRD Kabupaten Malang, Selasa (05/05/2026).

Ia menegaskan bahwa sebagai fasilitas kesehatan milik Pemerintah Kabupaten Malang, RSUD Ngantang seharusnya mampu memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat. Oleh karena itu, pemenuhan tenaga medis dan tenaga kesehatan menjadi tanggung jawab yang tidak bisa ditunda oleh pemerintah daerah.

“RSUD adalah aset daerah. Maka pemenuhan tenaga kesehatan harus menjadi prioritas. Pemerintah tidak boleh abai karena ini menyangkut pelayanan dasar masyarakat,” tegasnya.

Dalam upaya mengatasi persoalan tersebut, DPRD Kabupaten Malang bersama Dinas Kesehatan telah melakukan langkah konkret melalui rapat koordinasi dengan sejumlah rumah sakit daerah. Hasil dari pertemuan tersebut menghasilkan solusi berupa dukungan pemenuhan SDM dari RSUD Kanjuruhan dan RSUD Lawang.

“Kami sudah melakukan koordinasi bersama Dinkes dan beberapa RSUD. Solusinya sudah ada, yakni dukungan tenaga dari RSUD Kanjuruhan dan Lawang dengan mekanisme yang sesuai aturan,” jelasnya.

Zia juga mengungkapkan bahwa kebutuhan tenaga kesehatan di RSUD Ngantang sebenarnya tidak terlalu besar. Saat ini, rumah sakit tersebut hanya memerlukan tambahan dua tenaga kesehatan untuk memenuhi standar pelayanan yang ditetapkan.

“Kurang dua tenaga kesehatan saja. Jika ini terpenuhi, maka RSUD Ngantang sudah siap naik ke tahap berikutnya, termasuk menjalin kerja sama dengan BPJS Kesehatan,” katanya.

Ia menyebutkan, pihak BPJS Kesehatan pada prinsipnya telah siap menjalin kerja sama dengan RSUD Ngantang. Komunikasi antara DPRD dan BPJS juga telah dilakukan, sehingga saat ini hanya tinggal menunggu realisasi setelah persyaratan terpenuhi.

“BPJS sudah siap. Komunikasi sudah berjalan, tinggal menunggu pemenuhan syarat saja agar kerja sama bisa segera terealisasi,” imbuhnya.

Dari sisi sarana dan prasarana, Zia memastikan bahwa RSUD Ngantang tidak memiliki kendala berarti. Berbagai peralatan medis telah tersedia dan dinilai cukup lengkap, berkat dukungan anggaran dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang disalurkan melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Malang.

“Untuk fasilitas dan alat kesehatan tidak ada masalah. Semuanya sudah cukup memadai, terutama dari dukungan DBHCHT. Tinggal SDM yang harus segera dilengkapi,” paparnya.

Lebih lanjut, Zia menegaskan bahwa DPRD Kabupaten Malang akan terus mendorong penguatan rumah sakit daerah sebagai bagian dari peningkatan pelayanan publik di sektor kesehatan. Ia menilai keberadaan RSUD Ngantang sangat strategis, khususnya dalam menjangkau masyarakat di wilayah Malang Barat.

“RSUD Ngantang memiliki peran penting bagi masyarakat di wilayah barat Kabupaten Malang. Ini harus kita optimalkan agar masyarakat tidak perlu menempuh jarak jauh untuk mendapatkan layanan kesehatan,” ujarnya.

Zia menargetkan, pada tahun ini RSUD Ngantang sudah dapat menjalin kerja sama resmi dengan BPJS Kesehatan. Dengan demikian, akses layanan kesehatan bagi masyarakat di Kecamatan Ngantang, Kasembon, dan Pujon dapat semakin mudah dan terjangkau.

“Kami targetkan tahun ini sudah bisa kerja sama dengan BPJS. Harapannya masyarakat di Ngantang, Kasembon, dan Pujon tidak lagi bergantung pada layanan kesehatan di Kota Batu,” tandasnya.

Ia pun mengingatkan bahwa sejak awal pembangunan, RSUD Ngantang telah dirancang dengan konsep yang baik dan dilengkapi fasilitas yang memadai. Oleh karena itu, sangat disayangkan apabila pemanfaatannya belum maksimal hanya karena kendala kekurangan tenaga kesehatan.

“Bangunannya sudah bagus, fasilitasnya lengkap. Tinggal keseriusan kita dalam memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkasnya.

REPORTER : Tim

EDITOR : Matnadir
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update