KabarPojokIndonesia.com -- MALANG – Klenteng Eng An Kiong di Jalan R.E. Martadinata, Kotalama, Kota Malang, bersiap menyambut Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili dengan nuansa yang lebih sederhana namun tetap semarak. Tahun ini, sejumlah rangkaian perayaan disesuaikan sebagai bentuk penghormatan kepada umat Muslim yang akan menjalankan ibadah puasa Ramadan.
Pantauan media Kabar Pojok Indonesia di lokasi, Sabtu (14/02/2026) siang, suasana klenteng tampak ramai oleh umat dan masyarakat umum yang hadir. Berbagai kegiatan digelar, mulai dari lomba menyanyi dan lomba pidato untuk anak-anak hingga kehadiran puluhan pelaku UMKM yang berjualan di area dalam klenteng.
Ketua Yayasan Klenteng Eng An Kiong, Rudi Phan, mengatakan bahwa perayaan tahun ini tetap digelar selama empat hari dengan konsep yang lebih sederhana, namun tidak mengurangi makna kebersamaan.
“Kegiatan ini berlangsung selama empat hari. Ada lomba menyanyi dan lomba pidato khusus untuk anak-anak. Untuk dewasa juga ada kegiatan, termasuk kuliner yang melibatkan UMKM,” ujar Rudi Phan saat diwawancarai.
Ia menjelaskan, sebanyak 28 pelaku UMKM turut ambil bagian dalam perayaan Imlek tahun ini. Keterlibatan pelaku usaha kecil tersebut diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
“Ada 28 UMKM yang ikut meramaikan. Ini terbuka untuk umum, siapa saja boleh datang dan menikmati suasana perayaan,” tambahnya.
Rudi menegaskan bahwa puncak perayaan Imlek 2577 tetap akan diisi dengan doa bersama sebagai bentuk rasa syukur dan harapan menyongsong tahun yang baru.
“Seperti tahun-tahun sebelumnya, puncaknya tetap doa bersama. Intinya kami ingin merayakan dengan penuh kebersamaan,” katanya.
Meski ada penyesuaian sebagai bentuk toleransi menjelang Ramadan, Rudi menyebut suasana perayaan tahun ini justru terasa lebih meriah. Menurutnya, semangat kebersamaan dan gotong royong menjadi kunci terselenggaranya rangkaian acara.
“Tahun ini tidak ada perbedaan yang signifikan, bahkan terasa lebih meriah. Harapannya ke depan kita bisa lebih giat bekerja, lebih rajin, dan semakin kompak,” ujarnya.
Dalam penanggalan Kongzili, tahun ini dikenal sebagai Tahun Kuda Api. Rudi berharap semangat Kuda Api dapat menjadi simbol kerja keras, ketekunan, dan semangat pantang menyerah bagi seluruh masyarakat.
“Kuda Api melambangkan kerja keras dan semangat yang menyala. Harapannya, kita semua tidak mudah lelah dan terus berusaha lebih baik lagi di tahun ini,” tuturnya.
Perayaan Imlek di Klenteng Eng An Kiong yang terbuka untuk umum ini kembali menjadi simbol kuatnya toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Kota Malang.
Kesederhanaan yang dipilih tahun ini justru mempertegas nilai saling menghormati dalam keberagaman, sekaligus menjaga semangat kebersamaan di tengah masyarakat.
Reporter : Matnadir
Editor : Redaksi



