Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Bupati Malang Resmikan Musholla RH Jago di Pakisaji, Suasana Haru Iringi Kabar Duka

Sabtu, 14 Februari 2026 | Februari 14, 2026 WIB Last Updated 2026-02-14T17:49:52Z

KabarPojokIndonesia.com
-- MALANG – Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, M.M., menghadiri peresmian Musholla RH Jago yang berlokasi di Dusun Golek RT 05 RW 03, Desa Karangduren, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Sabtu (14/02/2026) malam. Peresmian berlangsung khidmat dan penuh haru, terlebih di detik-detik acara tersiar kabar duka bahwa ibu mertua Kepala Desa Karangduren meninggal dunia.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Malang, Forkopimcam Pakisaji, tokoh masyarakat M. Geng Wahyudi, S.H., M.Hum., para ulama, serta ratusan warga sekitar yang memadati area musholla.

Dalam sambutannya, Bupati Malang menyampaikan rasa syukur karena masyarakat dapat bersama-sama menghadiri peresmian rumah ibadah tersebut. Ia berharap Musholla RH Jago menjadi sumber keberkahan bagi seluruh warga.

“Malam hari ini kita bisa bersama-sama mengikuti peresmian Musholla RH Jago di Dusun Golek, Karangduren. Mudah-mudahan membawa berkah untuk kita semua. Shalawat dan salam semoga tetap tercurah kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW,” ujar Bupati Sanusi.

Sebelum melanjutkan sambutan, Bupati mengajak seluruh hadirin untuk menundukkan kepala dan memanjatkan doa bagi almarhum RH Jago serta almarhumah ibu mertua Kepala Desa Karangduren yang wafat di tengah berlangsungnya acara.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Malang, saya menyampaikan apresiasi kepada Kepala Desa Karangduren beserta keluarga besar yang telah memprakarsai dan membangun musholla ini. Insya Allah, ini menjadi amal jariah. Selama musholla ini digunakan untuk ibadah, pahala akan terus mengalir kepada almarhum dan kepada yang membangunnya,” tegasnya.

Musholla yang dibangun di atas lahan seluas 11 x 18 meter tersebut didirikan sebagai bentuk penghormatan dan doa untuk almarhum RH Jago. Nama musholla diabadikan sebagai wujud cinta dan bakti keluarga, sekaligus harapan agar pahala dari setiap ibadah yang dilakukan di dalamnya menjadi ladang amal yang tak terputus.

Sementara itu, Kepala Desa Karangduren, Sihabur Romli, dalam sambutannya yang disampaikan dengan mata berkaca-kaca, mengungkapkan rasa terima kasih atas dukungan seluruh masyarakat. Ia juga memohon maaf apabila selama memimpin desa masih banyak kekurangan dalam pelayanan.

“Tidak mudah melayani masyarakat dengan berbagai kepentingan yang ada. Saya mohon maaf sebesar-besarnya apabila belum bisa memberikan yang terbaik,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pembangunan Musholla RH Jago rampung dalam waktu kurang dari tiga bulan meski sempat terkendala cuaca. Pembangunan tersebut merupakan amanah sekaligus wasiat dari almarhum, putra kami yang sangat kami cintai.

“Ini bagian dari ikhtiar kami. Kami ingin musholla ini bisa dimanfaatkan maksimal, terlebih menjelang bulan suci Ramadan. Semoga benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat Karangduren,” tuturnya.

Di tengah suasana peresmian, kabar wafatnya ibu mertua Kepala Desa Karangduren menambah nuansa haru malam itu. Namun dengan penuh keikhlasan, keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai takdir Allah SWT.

“Semua sudah menjadi ketetapan Allah. Kita hanya menjalani dan berusaha ikhlas menerima,” ucapnya lirih.

Peresmian Musholla RH Jago pun menjadi momentum spiritual yang mendalam bagi masyarakat Dusun Golek. Tidak hanya sebagai simbol ketaatan dan rasa syukur keluarga besar Sihabur Romli, musholla ini diharapkan menjadi pusat kegiatan ibadah, pendidikan keagamaan, serta penguat ukhuwah Islamiyah di Desa Karangduren, pungkas Sihabur Romli.

Reporter : Matnadir 

Editor : Redaksi
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update