Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Pagelaran Wayang Kulit Meriahkan Bersih Desa Kalisongo 2026, Wakil Bupati Malang Ajak Masyarakat Dukung Pembangunan Daerah

Minggu, 12 Juli 2026 | Juli 12, 2026 WIB Last Updated 2026-07-13T02:39:35Z

KabarPojokIndonesia.com
-- MALANG – Suasana penuh semangat kebersamaan, rasa syukur, dan pelestarian budaya mewarnai Pagelaran Wayang Kulit dalam rangka Bersih Desa Kalisongo 2026 yang digelar di Pendopo Agung Desa Kalisongo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Minggu (12/07/2026) malam. Mengusung tema "Bhumi Endah Tuwuning Kalisangha 2026", kegiatan tersebut menjadi magnet bagi ribuan masyarakat yang memadati lokasi untuk menyaksikan salah satu warisan budaya adiluhung Indonesia.

Pagelaran wayang kulit menghadirkan Dalang Ki Dyan Permana Putra dengan membawakan lakon "Wahyu Purbo Sejati". Penampilan semakin semarak dengan kehadiran bintang tamu Cak Percil yang sukses mengundang gelak tawa penonton melalui guyonan khasnya, serta suara merdu Sinden Proborini yang menambah keindahan pertunjukan hingga larut malam.

Acara berlangsung meriah dan khidmat dengan dihadiri Wakil Bupati Malang, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang, Camat Dau, para kepala desa se-Kecamatan Dau, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta ribuan warga yang datang dari berbagai wilayah untuk ikut menyaksikan pagelaran budaya tersebut.

Tradisi Bersih Desa yang rutin dilaksanakan setiap tahun merupakan bentuk ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rezeki, keselamatan, dan keberkahan yang diterima masyarakat. Selain itu, tradisi ini juga menjadi doa bersama agar Desa Kalisongo senantiasa diberikan kemakmuran, ketenteraman, serta dijauhkan dari berbagai musibah.

Tidak hanya memiliki nilai spiritual, Bersih Desa juga menjadi momentum penting dalam mempererat tali silaturahmi antarmasyarakat sekaligus menjaga eksistensi budaya lokal di tengah perkembangan zaman. Semangat gotong royong yang tercermin dalam seluruh rangkaian kegiatan menjadi salah satu kekuatan utama masyarakat Desa Kalisongo dalam mempertahankan tradisi leluhur.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Malang menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Pemerintah Desa Kalisongo beserta seluruh masyarakat yang terus berkomitmen melestarikan budaya melalui penyelenggaraan Bersih Desa dan pagelaran wayang kulit.

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Malang, kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Desa Kalisongo dan seluruh masyarakat yang terus melestarikan budaya melalui kegiatan Bersih Desa dan pagelaran wayang kulit ini. Tradisi seperti ini harus terus dijaga karena menjadi warisan budaya yang sangat berharga," ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa budaya merupakan identitas bangsa yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman. Menurutnya, pelestarian budaya menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun karakter masyarakat yang berakar pada nilai-nilai luhur bangsa.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus mendukung berbagai program pembangunan yang tengah dijalankan Pemerintah Kabupaten Malang. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, tetapi membutuhkan dukungan dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.

"Pemerintah Kabupaten Malang terus berkomitmen meningkatkan pembangunan di berbagai sektor, mulai dari infrastruktur, pendidikan, kesehatan, pariwisata hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menjaga persatuan, keamanan, serta mendukung setiap program pembangunan demi mewujudkan Kabupaten Malang yang semakin maju, mandiri, dan sejahtera," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Desa Kalisongo, Siswanto, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya seluruh rangkaian Bersih Desa Kalisongo Tahun 2026 yang berlangsung lancar dan mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat.

Menurut Siswanto, kegiatan tersebut bukan sekadar hiburan rakyat, melainkan menjadi bentuk nyata komitmen Pemerintah Desa dalam menjaga warisan budaya leluhur sekaligus memperkuat rasa kebersamaan antarwarga.

"Alhamdulillah, masyarakat sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan Bersih Desa. Kami berharap tradisi ini terus diwariskan kepada generasi muda agar nilai-nilai budaya, gotong royong, dan kebersamaan tetap terjaga. Terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Malang, seluruh panitia, para tokoh masyarakat, dan seluruh warga yang telah mendukung suksesnya acara ini," ujar Siswanto.

Ia juga berharap pagelaran budaya seperti wayang kulit mampu menjadi daya tarik wisata budaya yang dapat memperkenalkan potensi Desa Kalisongo kepada masyarakat yang lebih luas. Menurutnya, kegiatan budaya tidak hanya berfungsi sebagai pelestarian tradisi, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor UMKM, kuliner, dan pariwisata.

Sepanjang pertunjukan berlangsung, ribuan warga tampak menikmati setiap adegan yang dibawakan Ki Dyan Permana Putra. Perpaduan cerita sarat makna, iringan gamelan yang khas, penampilan Sinden Proborini, serta guyonan segar dari Cak Percil membuat suasana semakin hidup. Tepuk tangan dan gelak tawa penonton terus mengiringi jalannya pertunjukan sebagai bukti bahwa seni wayang kulit masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat.

Melalui penyelenggaraan Bersih Desa Kalisongo 2026 bertema "Bhumi Endah Tuwuning Kalisangha 2026", diharapkan semangat melestarikan budaya, memperkuat persatuan, menjaga nilai-nilai gotong royong, serta mendukung pembangunan daerah terus tumbuh di tengah masyarakat. Tradisi yang diwariskan para leluhur tersebut menjadi pengingat bahwa kemajuan pembangunan akan semakin bermakna apabila berjalan beriringan dengan pelestarian budaya sebagai jati diri bangsa.

REPORTER : Matnadir 

EDITOR : Redaksi 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update