KabarPojokIndonesia.com -- MALANG – Camat Pakis, Prasetiya Yunika, mendampingi Wakil Bupati Malang, Dra. Hj. Lathifah Shohib, menghadiri kegiatan peletakan batu pertama pembangunan Pesantren Leadership Insan Madani yang berlokasi di Desa Pakiskembar, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Kamis (25/6/2026) pagi.
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi pengembangan pendidikan berbasis keislaman dan pembentukan karakter generasi muda di Kabupaten Malang. Acara berlangsung khidmat dengan dihadiri berbagai unsur pemerintah daerah, tokoh masyarakat, pengurus yayasan, serta jajaran pengelola pesantren.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang Bagus Sulistyawan, Camat Pakis Prasetiya Yunika, Kepala Desa Pakiskembar M. Bisri, serta Ketua Pembina Yayasan Al-Muhlisun Insan Madani sekaligus Pengasuh Pesantren Leadership Insan Madani, KH. M. Tri Waluyo, SH., M.H.
Selain itu, hadir pula unsur Forkopimcam Pakis atau yang mewakili, perangkat Desa Pakiskembar, jajaran Pengurus Yayasan Al-Muhlisun, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para tamu undangan lainnya yang turut memberikan dukungan terhadap pembangunan pesantren tersebut.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Malang Dra. Hj. Lathifah Shohib menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Yayasan Al-Muhlisun serta seluruh keluarga besar Pesantren Leadership Insan Madani atas komitmen dan kesungguhannya dalam membangun lembaga pendidikan yang tidak hanya fokus pada ilmu pengetahuan, tetapi juga penguatan nilai-nilai keislaman, karakter, dan kepemimpinan generasi muda.
Menurutnya, keberadaan pesantren memiliki peran strategis dalam mencetak sumber daya manusia yang berakhlak mulia, berintegritas, serta mampu menjadi pemimpin yang membawa manfaat bagi masyarakat dan bangsa.
"Pembangunan pesantren ini merupakan investasi jangka panjang dalam bidang pendidikan dan pembinaan karakter. Semoga keberadaan Pesantren Leadership Insan Madani dapat melahirkan generasi yang cerdas, religius, berakhlakul karimah, dan memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat," ungkap Wakil Bupati.
Ia juga berharap pembangunan pesantren dapat berjalan lancar dan mendapat dukungan dari seluruh elemen masyarakat sehingga cita-cita besar membangun generasi unggul dapat terwujud.
Sementara itu, Ketua Pembina Yayasan Al-Muhlisun Insan Madani sekaligus Pengasuh Pesantren Leadership Insan Madani, KH. M. Tri Waluyo, SH., M.H., menjelaskan bahwa pembangunan pesantren tersebut berawal dari tanah wakaf yang telah diserahkan kepada yayasan sekitar 15 tahun yang lalu.
Menurutnya, selama bertahun-tahun pengembangan lahan tersebut menghadapi berbagai kendala, terutama keterbatasan sumber daya dan pendanaan. Namun melalui berbagai diskusi dan ikhtiar bersama masyarakat, akhirnya ditemukan konsep pengembangan yang lebih terarah dan berkelanjutan.
"Tanah ini sudah diwakafkan sekitar 15 tahun yang lalu kepada Yayasan Al-Muhlisun. Dalam perjalanan waktu tentu ada berbagai keterbatasan, termasuk faktor finansial. Namun melalui musyawarah dan semangat bersama untuk memanfaatkan aset wakaf secara optimal, akhirnya lahirlah konsep pembangunan Pesantren Leadership Insan Madani ini," jelas KH. Tri Waluyo.
Ia menuturkan bahwa yayasan kemudian melakukan penyesuaian kelembagaan agar sesuai dengan regulasi yang berlaku, sekaligus memperkuat visi pendidikan yang ingin diwujudkan.
KH. Tri Waluyo menjelaskan, konsep pesantren yang dibangun tidak hanya menitikberatkan pada pendidikan agama, tetapi juga pengembangan kepemimpinan atau leadership yang dinilai sangat dibutuhkan oleh generasi masa depan.
Menurutnya, generasi saat ini, khususnya Generasi Alpha dan Generasi Z, membutuhkan pembinaan yang tidak hanya kuat dalam aspek akademik dan spiritual, tetapi juga memiliki kemampuan memimpin serta beradaptasi dengan perkembangan zaman.
"Kami mengambil inspirasi leadership karena generasi masa kini membutuhkan bekal kepemimpinan yang kuat. Harapannya mereka menjadi generasi Qurani yang memiliki akhlakul karimah dan mampu menjadi insan madani yang bermanfaat bagi masyarakat," ujarnya.
Ke depan, pesantren ini juga direncanakan menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga pendidikan, termasuk lembaga pendidikan di bawah naungan Nahdlatul Ulama, sehingga siswa yang menempuh pendidikan umum tetap dapat memperoleh pendidikan kepesantrenan secara terpadu.
Lebih lanjut, KH. Tri Waluyo yang juga menjabat sebagai Ketua Lembaga Wakaf dan Pertanahan (LWP) Kabupaten Malang menyampaikan bahwa pembangunan pesantren akan dilakukan melalui konsep wakaf produktif yang melibatkan partisipasi masyarakat luas.
Ia membuka kesempatan bagi para dermawan untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan sarana dan prasarana pesantren, baik berupa pembangunan gedung, ruang belajar maupun kamar santri.
"Kami ingin wakaf ini benar-benar produktif dan memberikan manfaat yang luas. Siapa pun yang ingin berpartisipasi dapat ikut mewakafkan pembangunan gedung maupun kamar. Ini menjadi bentuk kepedulian bersama dalam membangun pendidikan umat," katanya.
Menurutnya, langkah tersebut juga menjadi contoh pengelolaan aset wakaf yang produktif dan berkelanjutan sehingga mampu memberikan manfaat nyata sesuai dengan tujuan para wakif.
Pesantren Leadership Insan Madani dibangun di atas lahan seluas kurang lebih 2.900 meter persegi yang seluruh legalitas wakafnya telah selesai dan terdaftar secara resmi.
Di area tersebut saat ini telah berdiri musala dan lembaga PAUD yang nantinya akan dikembangkan menjadi PAUD Tahfidz. Program pendidikan akan dirancang secara berjenjang mulai usia dini hingga tingkat pendidikan menengah.
"Minimal anak-anak PAUD nanti memiliki hafalan beberapa surat pendek. Selanjutnya akan ada jenjang pendidikan yang terintegrasi dengan program tahfidz dan pembentukan karakter," terang KH. Tri Waluyo.
Selain kurikulum pendidikan formal dan keagamaan, sekitar 30 persen program pembelajaran akan difokuskan pada pengembangan kepemimpinan, termasuk pelatihan public speaking, manajemen organisasi, pembinaan sosial kemasyarakatan, hingga penguatan kemampuan berinteraksi dengan masyarakat.
Pesantren juga direncanakan menjadi pusat pembinaan dan pengkaderan bagi para santri agar siap mengabdikan diri di tengah masyarakat dengan bekal ilmu agama, keterampilan kepemimpinan, dan wawasan kebangsaan.
Dengan dimulainya pembangunan melalui peletakan batu pertama tersebut, diharapkan Pesantren Leadership Insan Madani dapat menjadi salah satu pusat pendidikan unggulan di Kecamatan Pakis serta memberikan kontribusi nyata dalam mencetak generasi beriman, berilmu, berakhlak mulia, dan memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat demi kemajuan Kabupaten Malang dan Indonesia.
REPORTER : Matnadir
EDITOR : Redaksi







Tidak ada komentar:
Posting Komentar