KabarPojokIndonesia.com -- MALANG – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang, Dr. Ir. Budiar Anwar, M.Si., menghadiri kegiatan Baking Class kolaborasi Lesaffre Group Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten Malang melalui Sekretariat Daerah dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Malang. Kegiatan tersebut digelar di Zalfa Hills Cafe, Desa Ngadireso, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Rabu (18/02/2026) pagi.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah Kepala Bidang (Kabid) di lingkungan Pemkab Malang, Camat Poncokusumo, Kepala Desa Ngadireso, serta tokoh masyarakat setempat. Suasana berlangsung hangat dan penuh semangat kewirausahaan.
Dalam sambutannya, Sekda Kabupaten Malang, Dr. Ir. Budiar Anwar, M.Si., menyampaikan rasa syukur atas potensi besar yang dimiliki Desa Ngadireso yang dinilainya terus berkembang dan semakin dikenal luas.
“Kita harus bersyukur, Ngadireso bisa lebih maju seperti sekarang ini. Yang pertama, kita harus memperkenalkan Ngadireso hingga ke tingkat internasional. Kebetulan hari ini juga hadir tamu dari Amerika. Ini momentum yang sangat baik,” ujar Sekda.
Ia juga mendorong agar kawasan tersebut dapat dimanfaatkan sebagai titik singgah atau rest area, termasuk bagi komunitas sepeda yang kerap melintas di wilayah Poncokusumo.
“Saya minta nanti kalau ada komunitas sepeda lewat sini, bisa mampir. Biasanya mereka mencari tempat makan siang atau transit. Ini peluang ekonomi yang bagus untuk masyarakat,” tambahnya.
Lebih lanjut, Sekda menekankan pentingnya membangun jiwa kewirausahaan, khususnya bagi anggota Dharma Wanita Persatuan. Menurutnya, masa pengabdian sebagai aparatur sipil negara memiliki batas usia, sehingga perlu dipersiapkan kemandirian ekonomi sejak dini.
“Kita bekerja itu ada batas waktunya. Karena itu, hari ini kita belajar bagaimana membangun entrepreneurship, supaya kita tetap eksis setelah tidak lagi bekerja di Pemda. Saya ingin Dharma Wanita bisa berusaha sendiri di rumah, bahkan sebelum pensiun,” tegasnya.
Sekda juga berharap Lesaffre Group Indonesia benar-benar membagikan ilmu secara maksimal dalam pelatihan tersebut. “Jangan ada resep yang dirahasiakan. Betul-betul diajarkan kepada teman-teman. Siapa tahu nanti ada yang membuka usaha roti sendiri dan sukses,” ujarnya disambut tepuk tangan peserta.
Ia menutup sambutannya dengan pantun yang mengundang senyum hadirin:
Petik alpukat satu keranjang,
Dibawa pulang tergesa-gesa.
Ibu-ibu Dharma Wanita memang cemerlang,
Belajar sebentar, langsung jadi pengusaha.
Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren dan Rehabilitasi Mental Az-Zainy sekaligus pemilik Zalfa Hills, K.H. Zain Baik yang akrab disapa Gus Zain, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kehadiran Sekretaris Daerah Kabupaten Malang beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Malang dalam kegiatan tersebut.
Ia menilai kehadiran Sekda menjadi bentuk dukungan nyata pemerintah terhadap pengembangan potensi usaha, pertanian terpadu, serta pemberdayaan masyarakat di wilayah Poncokusumo, khususnya Desa Ngadireso.
Gus Zain menjelaskan bahwa Zalfa Hills tidak hanya bergerak di bidang wisata dan kuliner, tetapi juga mengembangkan sektor pertanian terpadu. Di kawasan tersebut terdapat wisata petik alpukat, serta budidaya melon, anggur, paprika, hingga pengembangan durian unggul.
“Kami ingin membangun sistem dari hulu sampai hilir. Tidak hanya wisata, tapi juga pertanian, pengolahan, hingga ekspor. Alpukat kami sudah ekspor ke Jepang, Hongkong, dan Taiwan. Ini bagian dari circle infrastructure dalam bisnis,” jelasnya.
Ia juga menyebut adanya kolaborasi dengan berbagai mitra, termasuk sektor investasi dan perbankan, guna memperkuat pengembangan usaha di wilayah tersebut.
Menurutnya, kehadiran Lesaffre Group Indonesia yang berinvestasi besar di Indonesia menjadi peluang strategis untuk mendorong lahirnya pelaku usaha baru di Kabupaten Malang, khususnya di bidang bakery dan produk olahan pangan.
“Kalau ada pemerintah, investor, perbankan, dan pelaku usaha bersinergi, insyaallah hasilnya maksimal. Tinggal bagaimana kita memanfaatkan peluang ini,” ungkap Gus Zain.
Kegiatan Baking Class ini diharapkan tidak hanya menjadi pelatihan teknis pembuatan roti, tetapi juga membuka wawasan peserta tentang potensi usaha berbasis pangan lokal yang terintegrasi dengan sektor wisata dan pertanian.
Dengan sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, tokoh masyarakat, dan komunitas lokal, Desa Ngadireso dan kawasan Poncokusumo diharapkan semakin dikenal sebagai destinasi agrowisata dan sentra kewirausahaan yang mampu bersaing hingga tingkat internasional.
Reporter : Matnadir
Editor : Redaksi



