Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Abah Kholik Sambut Menko Pangan Zulhas, Penguatan Peternakan Rakyat Jadi Fokus Nasional

Selasa, 24 Februari 2026 | Februari 24, 2026 WIB Last Updated 2026-02-24T09:38:36Z

KabarPojokIndonesia.com
-- MALANG – Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Dr. (H.C.) Zulkifli Hasan, S.E., M.M., melakukan kunjungan kerja ke Sentral Telur Intan Jatim (STIJ) yang berlokasi di Desa Kambingan, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Selasa (24/02/2026). Kunjungan tersebut disambut langsung oleh H. Kholik atau yang akrab disapa Abah Kholik, pengusaha peternakan sekaligus Ketua Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Jawa Timur.

Dalam paparannya, Menko Pangan Zulkifli Hasan menegaskan pentingnya peningkatan produksi ayam dan telur nasional guna menjaga stabilitas pangan serta memenuhi kebutuhan masyarakat. Pemerintah, kata dia, mendorong pengembangan Grand Parent Stock (GPS) agar produksi bibit unggas semakin kuat di dalam negeri.

“Saya minta produksi diperbanyak. Kalau sudah ada sekitar 70 ribu GPS, nanti bisa dikembangkan menjadi parent stock hingga DOC yang kemudian dibagikan kepada masyarakat peternak,” ujarnya.


Ia menjelaskan, pemerintah membuka peluang impor GPS secara terbatas guna memperkuat produksi nasional, yang selanjutnya akan dikembangkan dan didistribusikan kepada peternak rakyat agar tidak bergantung pada segelintir pemasok saja.

Selain itu, Menko Pangan juga menyoroti peran program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang nantinya akan bermitra langsung dengan koperasi desa (Kopdes), BUMDes, maupun pelaku UMKM lokal.

“Ke depan, SPPG tidak boleh lagi mengambil bahan dari luar daerah atau pusat saja. Harus terhubung dengan usaha desa agar ekonomi lokal bergerak,” tegasnya.


Pemerintah menargetkan pembentukan sekitar 30 ribu koperasi desa yang diharapkan mulai berjalan pada pertengahan tahun ini sebagai mitra distribusi pangan nasional.

Saat diwawancarai media Kabar Pojok Indonesia, H. Kholik menyampaikan rasa syukur atas kunjungan Menko Pangan yang menurutnya menjadi motivasi besar bagi pelaku peternakan rakyat.

“Alhamdulillah, ini kunjungan kerja seperti di daerah lain, kebetulan ada kesempatan ke Jawa Timur dan dijadwalkan ke sini,” ungkapnya.

Abah Kholik menjelaskan, saat ini kelompok usaha yang dipimpinnya telah melayani sekitar 20 hingga 22 SPPG di wilayah Malang Raya dengan kebutuhan distribusi telur mencapai 2 hingga 3 ton per hari.

Total populasi ayam petelur yang dikelola mencapai sekitar 500 ribu ekor yang tersebar di empat lokasi di wilayah Tumpang dan Pojok Kusumo. Meski demikian, produksi tersebut baru mampu memenuhi sekitar 20–30 persen kebutuhan pasar Malang.

Menurutnya, keberadaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) memberikan dampak besar bagi sektor peternakan rakyat, terutama dalam meningkatkan permintaan produk unggas berkualitas.

“MBG ini sangat membantu dan manfaatnya besar sekali, selama pelaksanaannya benar. Misalnya daging ayam harus fresh dan pemotongannya sesuai standar supaya anak-anak mau mengonsumsi,” jelasnya.

Ia menambahkan, pihaknya juga memiliki Rumah Potong Ayam (RPA) berstandar nasional tingkat satu yang menjadi contoh pengolahan unggas higienis dan profesional.

Usaha peternakan telur yang dirintis sejak tahun 1994 tersebut kini mempekerjakan sekitar 500 tenaga kerja, dengan komitmen 80 persen pekerja berasal dari masyarakat sekitar lokasi usaha.

“Saya ingin yang terangkat bukan saya pribadi, tapi derajat masyarakat Desa Kambingan. Tenaga kerja mayoritas dari warga sekitar,” katanya.


Abah Kholik berharap sinergi antara pelaku usaha, pemerintah daerah, dan peternak kecil terus diperkuat. Ia menegaskan usahanya tidak bertujuan memonopoli pasar, melainkan merangkul pedagang kecil agar tumbuh bersama.

“Kita ingin bekerja sama dengan bakul-bakul kecil di pasar. Dulu sempat ada penolakan, tapi sekarang semuanya kita gandeng supaya sistem usaha yang sehat bisa diterapkan di daerah lain,” ujarnya.

Ia juga memastikan seluruh perizinan usaha telah lengkap dan sesuai regulasi lingkungan maupun tata ruang.

Kunjungan Menko Pangan ini menjadi yang pertama bagi Zulkifli Hasan ke lokasi tersebut, sementara pejabat lain seperti Dirjen, Gubernur, hingga Bupati sebelumnya telah beberapa kali melakukan peninjauan.

“Ini kebanggaan bagi masyarakat desa, bukan hanya bagi saya. Harapannya peternakan rakyat semakin maju dan menjadi contoh nasional,” pungkas Haji Kholik.

Reporter : Matnadir 

Editor : Redaksi
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update