Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Menteri Koperasi Resmikan Koperasi Sekunder Pesantren, MPDI 2026 Perkuat Kemandirian Ekonomi Pesantren Nasional

Sabtu, 27 Juni 2026 | Juni 27, 2026 WIB Last Updated 2026-06-27T10:08:54Z


KabarPojokIndonesia.com
-- MALANG – Upaya memperkuat kemandirian ekonomi pesantren memasuki babak baru. Menteri Koperasi Republik Indonesia, Dr. Ferry Joko Juliantono, S.E., Ak., M.Si., secara resmi membuka Sarasehan Nasional Majelis Pesantren Dakwah Indonesia (MPDI) 2026 sekaligus meresmikan Koperasi Sekunder Pesantren di Pondok Pesantren Darul Ukhuwah, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (27/6/2026).

Kegiatan bertema “Bersama Dakwah dan Al-Qur’an, Menguatkan Kemandirian Ekonomi Pesantren Berbasis Koperasi” ini menjadi momentum strategis dalam membangun jejaring ekonomi pesantren yang terintegrasi secara nasional melalui penguatan sistem koperasi. Sebanyak 350 pesantren dari berbagai daerah di Indonesia hadir mengikuti sarasehan yang menjadi forum konsolidasi nasional tersebut.

Sarasehan tidak hanya mempertegas peran pesantren sebagai pusat dakwah dan pendidikan Islam, tetapi juga sebagai motor penggerak pemberdayaan ekonomi umat yang mampu menciptakan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat.


Acara pembukaan dihadiri oleh Wakil Ketua MPR RI Dr. KH. Muhammad Hidayat Nur Wahid, M.A., Wakil Gubernur Jawa Timur, Ketua LPDB Syariah, Wakil Bupati Malang, jajaran kementerian dan pemerintah daerah, pimpinan pondok pesantren, dai, akademisi, serta pengurus koperasi pesantren dari berbagai wilayah Indonesia.

Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menunjukkan kuatnya komitmen pemerintah bersama kalangan pesantren dalam membangun ekosistem ekonomi yang profesional, modern, dan berdaya saing. Sinergi lintas sektor dinilai menjadi fondasi penting dalam mempercepat lahirnya koperasi pesantren yang sehat dan mampu menjawab tantangan ekonomi nasional.

Dalam sambutannya, Menteri Koperasi Ferry Joko Juliantono menegaskan bahwa pesantren memiliki modal sosial, sejarah panjang, serta jaringan yang sangat kuat untuk menjadi kekuatan baru dalam pembangunan ekonomi rakyat melalui koperasi.


"Pesantren mempunyai akar sejarah yang panjang. Jika dikelola dengan baik, koperasi pesantren akan menjadi kekuatan ekonomi baru yang mampu menciptakan kemandirian. Hal ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo yang menempatkan koperasi sebagai salah satu instrumen penting dan soko guru dalam membangun ekonomi rakyat yang kuat dan berkeadilan," ujar Ferry.

Ia menambahkan, pemerintah akan terus memperluas akses pasar bagi produk-produk unggulan pesantren agar mampu bersaing dan memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.

"Kami akan terus mendorong agar produk-produk pesantren dapat dipasarkan melalui gerai-gerai KDKMP. Dengan demikian, hasil produksi pesantren memiliki pasar yang lebih luas, meningkatkan nilai tambah usaha, sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi koperasi yang saling terhubung," katanya.


Sementara itu, Ketua Umum MPDI, KH. Ayi Abdul Rosyid, Lc., M.Ag., menyampaikan bahwa Sarasehan Nasional MPDI 2026 merupakan forum penting untuk menyatukan visi sekaligus menyusun langkah konkret dalam menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi dunia pesantren.

"Kami berharap lahir rekomendasi konkret yang mampu memperkuat peran pesantren sebagai pusat dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi. Koperasi pesantren harus bertransformasi menjadi instrumen nyata untuk meningkatkan kesejahteraan umat dan memperkuat kemandirian pesantren," ungkapnya.

Salah satu puncak kegiatan adalah peresmian Koperasi Sekunder Pesantren, yang diharapkan menjadi wadah penguatan jejaring usaha antarpesantren di seluruh Indonesia. Melalui koperasi tersebut, pesantren diharapkan mampu meningkatkan efisiensi pengelolaan usaha, memperluas akses pembiayaan, memperkuat pemasaran produk, serta membangun kolaborasi ekonomi yang lebih terstruktur, modern, dan berkelanjutan.

Dengan terselenggaranya Sarasehan Nasional MPDI 2026 dan berdirinya Koperasi Sekunder Pesantren, pemerintah bersama MPDI optimistis pesantren akan semakin berperan sebagai pusat pembangunan ekonomi kerakyatan yang mandiri, sekaligus menjadi kekuatan strategis dalam mewujudkan kesejahteraan umat melalui gerakan koperasi berbasis nilai-nilai Islam.

REPORTER : Matnadir 

EDITOR : Redaksi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update