Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Merawat Tradisi, Menjaga Bumi: Desa Poncokusumo Gelar Selamatan Desa 2026, Perkuat Kebersamaan dan Lestarikan Warisan Leluhur

Minggu, 28 Juni 2026 | Juni 28, 2026 WIB Last Updated 2026-06-29T04:50:22Z
KabarPojokIndonesia.com --

KABUPATEN MALANG – Pemerintah Desa Poncokusumo, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang menggelar rangkaian kegiatan Selamatan Desa Poncokusumo Tahun 2026 dengan mengusung tema "Merawat Tradisi, Menjaga Bumi, Memperkokoh Jati Diri Desa". Kegiatan yang dipusatkan di Pendopo Balai Desa Poncokusumo tersebut berlangsung sejak Minggu (28/6/2026) hingga puncak acara pada Juli mendatang.

Rangkaian kegiatan diawali pada Minggu (28/6/2026) dengan ziarah makam leluhur di Makam Timur Desa Poncokusumo sebagai bentuk penghormatan kepada para pendahulu yang telah berjasa membangun desa.

Selanjutnya pada Senin (29/6/2026) digelar Khotmil Al-Qur'an di Balai Desa Poncokusumo sejak pukul 07.00 WIB hingga 09.00 WIB, dilanjutkan dengan Tumpengan di Pendopo Balai Desa sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan rezeki, keselamatan, dan keberkahan bagi masyarakat desa.


Rangkaian kegiatan berlanjut dengan prosesi Tandakan, yang dimulai dari Sanggar Desa menuju Sentral hingga Pendopo Balai Desa Poncokusumo. Prosesi ini menjadi simbol pelestarian budaya sekaligus penghormatan terhadap tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Sementara itu, puncak perayaan Selamatan Desa dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 26 Juli 2026 dengan kegiatan makan bersama di Lapangan Desa Poncokusumo yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.

Saat diwawancarai Kabar Pojok Indonesia, Kepala Desa Poncokusumo Samsul Mulyo menjelaskan bahwa Selamatan Desa merupakan tradisi yang terus dijaga sebagai wujud rasa syukur sekaligus doa bersama demi keselamatan desa.


"Ini adalah rangkaian Selamatan Desa Poncokusumo. Kegiatan dimulai sejak kemarin dengan ziarah leluhur dan akan berlanjut hingga puncaknya nanti pada makan bersama di lapangan desa," ujar Samsul Mulyo.

Ia menjelaskan, seluruh rangkaian kegiatan telah dirancang bersama pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, RT, RW, BPD, serta berbagai lembaga desa agar dapat berjalan dengan baik dan tetap mempertahankan nilai-nilai budaya yang diwariskan para leluhur.

Menurutnya, prosesi diawali dengan ziarah leluhur dan ziarah Sang Bedah Kerawang, dilanjutkan Khotmil Al-Qur'an sebagai ikhtiar memohon keberkahan dari Allah SWT agar Desa Poncokusumo senantiasa diberikan keamanan, kenyamanan, ketenteraman, dan kesejahteraan.


"Setelah itu ada ritual budaya sebagai bentuk nguri-uri tradisi leluhur. Kemudian dilanjutkan ke sanggar yang dahulu menjadi tempat berkumpul para tokoh dan pejuang desa. Di sana kembali dilaksanakan ritual budaya yang diteruskan dengan kesenian tradisional Tandakan," jelasnya.

Samsul Mulyo menegaskan bahwa seluruh prosesi tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan warisan budaya yang telah dilaksanakan secara turun-temurun oleh masyarakat Desa Poncokusumo.

Ia juga menyampaikan bahwa dalam tradisi Selamatan Desa tetap dipertahankan prosesi ujub, yakni penyampaian doa dan harapan oleh tokoh adat agar desa senantiasa memperoleh keselamatan dalam berbagai aspek kehidupan.


"Intinya hanya satu, kami ingin desa ini selalu selamat. Selamat ekonominya, selamat pemudanya, selamat seluruh warganya, hingga akhirnya diberikan keselamatan dunia dan akhirat," ungkapnya.

Puncak acara berupa makan bersama nantinya akan menjadi simbol kuatnya persaudaraan dan kebersamaan masyarakat Desa Poncokusumo tanpa membedakan latar belakang, sekaligus mempererat hubungan antara pemerintah desa dan masyarakat.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, RT, RW, BPD, lembaga desa, serta unsur Forkopimcam Kecamatan Poncokusumo yang bersama-sama memberikan dukungan terhadap pelestarian budaya lokal.

Menutup keterangannya, Samsul Mulyo berharap tradisi Selamatan Desa dapat terus dilestarikan oleh generasi muda sebagai identitas dan kekayaan budaya Desa Poncokusumo.

"Harapan kami ke depan, Desa Poncokusumo semakin berkah, semakin maju, program-program desa mendapat dukungan masyarakat, dan desa ini semakin dikenal karena wisata, tradisi, serta kebersamaan warganya. Yang paling penting adalah semangat kebersamaan itu tetap terjaga," pungkasnya.

REPORTER : Matnadir 

EDITOR : Redaksi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update