Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Wabup Lathifah Shohib Tegaskan Penguatan SDM dalam Workshop Evaluasi Program Sekolah Unggulan Kabupaten Malang

Senin, 08 Desember 2025 | Desember 08, 2025 WIB Last Updated 2025-12-09T06:42:15Z

KabarPojokIndonesia.com
-- MALANG – Pemerintah Kabupaten Malang terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui Program Sekolah Unggulan. Hal itu kembali ditegaskan dalam Workshop Evaluasi dan Refleksi Program Sekolah Unggulan Kabupaten Malang yang digelar di El Hotel Malang, Karangploso, Selasa (09/12/2025). Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menilai efektivitas program yang telah berjalan sejak Oktober 2025.


Wakil Bupati Malang, Dra. Hj. Lathifah Shohib, M.Si., hadir langsung untuk membuka kegiatan sekaligus memberikan arahan. Saat diwawancarai oleh media Kabar Pojok Indonesia, beliau menjelaskan bahwa kerja sama dengan Universitas Negeri Malang (UM) menjadi fondasi dalam penyusunan dan pelaksanaan program peningkatan mutu sekolah unggulan.


“Kerja sama sekolah unggulannya dengan UM dimulai sejak bulan Oktober. Ada 12 paket peningkatan kapasitas yang kita jalankan untuk kepala sekolah, wakil kepala sekolah, serta para stakeholder, termasuk paguyuban orang tua murid atau bapak-ibu yang mewakili wali murid,” jelas Wabup.


Menurutnya, seluruh unsur terkait dilibatkan dalam penyusunan perencanaan agar program benar-benar menyentuh kebutuhan sekolah. Pada workshop kali ini, kepala sekolah dari sekolah-sekolah peserta program diundang untuk melakukan evaluasi serta refleksi atas 12 kegiatan yang telah dilaksanakan.


Wabup Lathifah juga memaparkan bahwa dirinya telah melakukan kunjungan langsung ke mayoritas sekolah peserta program.


“Saya sudah datang ke beberapa sekolah. Semua sekolah yang saya kunjungi menunjukkan antusiasme yang luar biasa,” ujarnya.


Namun, ia menyoroti satu sekolah yang memerlukan perhatian lebih, yakni SDN 2 Donomulyo. “Kita temukan bahwa secara visibilitas, SDN 2 Donomulyo memiliki potensi untuk menjadi sekolah unggulan. Hanya saja mereka perlu didorong, dimotivasi, dan diberikan support agar percaya diri dalam mewujudkannya,” tegasnya.


Wabup menegaskan bahwa Program Sekolah Unggulan merupakan inisiatif murni Pemerintah Kabupaten Malang tanpa dukungan dari pemerintah pusat. Anggaran sebesar Rp 3 miliar telah dialokasikan untuk tahun ini.


“Dana 1,8 miliar digunakan untuk kegiatan pelatihan dan pendampingan. Sementara 1,2 miliar dialokasikan untuk peningkatan infrastruktur sekolah-sekolah yang masih kurang,” jelasnya.


Ia menambahkan bahwa program ini berbeda dengan pengadaan smart board karena perangkat tersebut merupakan alokasi dari Dinas Pendidikan, bukan bagian dari anggaran program ini.


Program Sekolah Unggulan tahun ini mencakup 17 sekolah, terdiri dari 10 sekolah sebelumnya ditambah 7 sekolah yang baru ditetapkan. Wabup menegaskan bahwa hasil dari pilot project ini harus diimbaskan ke sekolah negeri maupun swasta di sekitarnya.


“Saya sampaikan tadi, jangan lupa mengimbaskan ke sekolah swasta juga. Tanggung jawab pemerintah daerah bukan hanya meningkatkan kualitas sekolah negeri, tetapi juga sekolah swasta. Semua harus mendapatkan manfaat,” tegasnya.


Ke depan, Pemkab Malang menargetkan agar seluruh sekolah dapat berkembang menuju kategori sekolah unggulan.


“Targetnya ya semua menjadi sekolah unggul, karena kita ingin menciptakan SDM unggul untuk membangun Kabupaten Malang. Kita ingin anak-anak kita tumbuh dengan kecintaan terhadap daerahnya,” pungkas Wabup Lathifah Shohib.


Workshop ini diharapkan menjadi langkah strategis untuk memperkuat kualitas pendidikan Kabupaten Malang, sekaligus menyiapkan generasi masa depan yang kompeten, berdaya saing, dan berkarakter kuat.


Reporter : M. Abdul R 


Editor : Matnadir

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update