Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Sekda Kabupaten Malang Dampingi Menko Pangan Kunjungi Ponpes Al Munawariyah Bululawang, Pastikan Program MBG Berjalan Baik

Senin, 23 Februari 2026 | Februari 23, 2026 WIB Last Updated 2026-02-23T14:57:19Z

KabarPojokIndonesia.com
-- MALANG – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang, Dr. Ir. Budiar Anwar, M.Si., mendampingi Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Dr. (H.C.) Zulkifli Hasan, S.E., M.M., dalam kunjungan kerja di Pondok Pesantren Al Munawariyah, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, Senin (23/02/2026) malam.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program pemerintah di sektor pangan, khususnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG), berjalan optimal serta tepat sasaran bagi para penerima manfaat, termasuk lingkungan pondok pesantren.

Saat diwawancarai media Kabar Pojok Indonesia, Menko Pangan Zulkifli Hasan menjelaskan bahwa pelaksanaan MBG di lingkungan pesantren memiliki penyesuaian teknis tanpa mengurangi kualitas gizi maupun manfaat program.

Menurutnya, bagi siswa-siswi muslim yang pada siang hari mengikuti sekolah umum, menu makan siang diganti dengan makanan kering berupa kurma, roti, susu, maupun telur sebagai alternatif yang tetap memenuhi kebutuhan gizi.

“Biasanya siswa-siswi yang muslim diganti makanan kering, ada kurma, roti, susu atau telur. Sementara siswa non-muslim tetap seperti biasa. Ibu hamil, balita, dan ibu menyusui juga tetap mendapatkan layanan seperti sebelumnya,” jelas Zulkifli Hasan.

Ia menambahkan, khusus di Pondok Pesantren Al Munawariyah, jadwal makan mengalami penyesuaian atas permintaan pihak pesantren. Jika umumnya makan siang diberikan pada siang hari, di pondok pesantren dialihkan menjadi malam hari sekitar pukul 18.00 WIB.

“Dari Badan Gizi Nasional, makan siang di pondok digeser menjadi malam. Tapi tetap dimasak sebagai makanan utama. Ini disesuaikan dengan kebutuhan dan permohonan pondok,” ujarnya.

Menko Pangan juga mengapresiasi pelaksanaan program MBG di lokasi tersebut. Berdasarkan dialog langsung dengan para santri, ia menilai program mendapat respons sangat positif.

“Tadi kita dengar sendiri, anak-anak senang, makanannya enak dan bagus. Saya tanya kalau dihentikan bagaimana, semuanya tidak ada yang mau. Artinya mereka happy dengan MBG,” katanya.

Ia menegaskan bahwa asupan gizi memiliki peran penting dalam membentuk kualitas fisik, kecerdasan, serta masa depan generasi Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Zulkifli Hasan juga menjelaskan bahwa dirinya mendapat tugas langsung dari Presiden RI untuk rutin turun ke lapangan guna memastikan berbagai program strategis berjalan baik.

“Saya ditugaskan Bapak Presiden setiap minggu tiga hari ke lapangan untuk memastikan MBG berjalan baik, penerima manfaat aman dan gizinya sesuai, serta mengecek langsung dapur SPPG dan sekolah penerima manfaat,” ungkapnya.

Selain program MBG, pemerintah juga melakukan pengawasan terhadap pembangunan Koperasi Desa (Kopdes) serta penguatan sektor pangan nasional, termasuk peningkatan produksi beras dan jagung, ketersediaan irigasi, pupuk, dan bibit pertanian.

Tak hanya itu, pemerintah juga mulai mendorong penguatan sektor pangan berbasis protein melalui pembangunan Kampung Nelayan guna meningkatkan nilai tukar nelayan yang dinilai masih rendah dibanding sektor pertanian.

“Petani sudah mengalami kenaikan nilai tukar, tapi nelayan masih rendah karena daya jual ikan belum stabil. Ini yang sedang kita benahi agar kesejahteraan nelayan meningkat,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Dr. Ir. Budiar Anwar, M.Si., menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Malang siap mendukung penuh seluruh program pemerintah pusat, khususnya yang berkaitan dengan ketahanan pangan dan peningkatan kualitas gizi masyarakat.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta lembaga pendidikan seperti pondok pesantren menjadi kunci keberhasilan program nasional di daerah.

“Kami di Kabupaten Malang berkomitmen mendukung penuh pelaksanaan program pangan nasional, termasuk Program Makan Bergizi Gratis, agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat, khususnya generasi muda,” ujar Budiar Anwar.

Kunjungan kerja tersebut berlangsung hangat dan penuh antusiasme dari para santri serta pengurus pondok pesantren. Pemerintah berharap program-program strategis nasional di bidang pangan mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia menuju masa depan yang lebih baik.

Reporter : Matnadir 

Editor : Redaksi
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update