Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Jalan Longsor Sejak 2022, Pengguna Jalan Diminta Ekstra Hati-Hati di Dusun Krajan Desa Klampok Singosari

Rabu, 25 Februari 2026 | Februari 25, 2026 WIB Last Updated 2026-02-25T15:50:37Z

KabarPojokIndonesia.com
-- KABUPATEN MALANG – Pengguna jalan yang melintas di wilayah Dusun Krajan, Desa Klampok, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya, ruas jalan di kawasan tersebut mengalami longsor cukup parah dengan panjang kurang lebih 21 meter dan kedalaman mencapai sekitar 30 meter, yang hingga kini masih menjadi ancaman bagi keselamatan warga.

Kondisi longsor tersebut diketahui telah terjadi sejak tahun 2022 dan hingga saat ini masih menyisakan kerusakan serius pada badan jalan. Struktur tanah yang labil serta posisi jalan yang berada di tepi tebing membuat area tersebut rawan mengalami longsor susulan, terutama saat musim hujan.

Saat diwawancarai oleh media Kabar Pojok Indonesia, Rabu (25/02/2026), sejumlah pengguna jalan sekaligus warga setempat mengaku khawatir dengan kondisi jalan yang semakin mengkhawatirkan.

Salah seorang warga mengatakan bahwa longsor awalnya terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari berturut-turut. Sejak saat itu, sebagian badan jalan ambles dan tidak dapat digunakan secara normal.

“Sudah lama longsornya, sejak tahun 2022. Sampai sekarang belum ada perbaikan permanen. Kalau malam hari sangat berbahaya karena penerangan juga minim,” ujar salah satu warga yang sering melintas di lokasi tersebut.

Menurutnya, kendaraan roda empat harus bergantian saat melintas karena lebar jalan berkurang drastis. Bahkan, pengendara yang tidak mengetahui kondisi jalan berisiko mengalami kecelakaan.

Warga juga menyebutkan bahwa setiap musim hujan datang, tanah di sekitar lokasi sering mengalami pergerakan kecil yang membuat mereka semakin cemas.

“Kalau hujan deras, kami takut longsor tambah lebar. Apalagi ini akses penting warga untuk aktivitas sehari-hari,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Klampok, Jefri, saat dikonfirmasi media menyampaikan bahwa pemerintah desa telah beberapa kali mengusulkan perbaikan kepada instansi terkait di tingkat kabupaten.

Ia menjelaskan bahwa pihak desa tidak tinggal diam dan terus berupaya melakukan koordinasi agar penanganan segera dilakukan mengingat jalan tersebut merupakan akses vital masyarakat.

“Kami sudah mengajukan laporan dan proposal perbaikan sejak lama karena ini menyangkut keselamatan warga. Jalan ini jalur utama masyarakat untuk bekerja, sekolah, dan aktivitas ekonomi,” jelas Jefri.

Menurutnya, keterbatasan anggaran desa menjadi salah satu kendala utama sehingga perbaikan skala besar membutuhkan dukungan pemerintah daerah maupun instansi teknis terkait.

Sebagai langkah sementara, pemerintah desa bersama warga telah memasang tanda peringatan sederhana di sekitar lokasi longsor guna mengurangi risiko kecelakaan. Namun, upaya tersebut dinilai belum cukup tanpa penanganan konstruksi permanen seperti pembangunan talud penahan tanah.

Jefri berharap pemerintah kabupaten dapat segera merealisasikan perbaikan mengingat kondisi longsor yang sudah berlangsung cukup lama dan berpotensi membahayakan pengguna jalan.

“Harapan kami tentu ada penanganan serius secepatnya. Jangan sampai menunggu terjadi korban dulu baru diperbaiki,” tegasnya.

Warga Dusun Krajan juga berharap adanya perhatian lebih dari pihak terkait agar akses transportasi kembali aman dan nyaman. Selain sebagai jalur penghubung antarwilayah, jalan tersebut juga menjadi urat nadi perekonomian masyarakat setempat.

Hingga berita ini diturunkan, kondisi jalan masih dapat dilalui secara terbatas dengan sistem kehati-hatian tinggi. Pengguna jalan diimbau mengurangi kecepatan, terutama saat hujan maupun pada malam hari, guna menghindari risiko kecelakaan di area longsor tersebut.

Reporter : Matnadir 

Editor : Redaksi
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update