Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Perkuat Kontrol dan Perlindungan Santri, Yakuza Maneges MPR Bersinergi dengan Kemenag

Selasa, 15 September 2026 | September 15, 2026 WIB Last Updated 2026-09-15T09:17:21Z

KabarPojokIndonesia.com -- MALANG — Upaya memperkuat perlindungan terhadap santri dan santriwati di lingkungan pondok pesantren menjadi perhatian dalam pertemuan antara Yakuza Maneges Malang Pasuruan Raya (MPR) dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Malang.

Pertemuan tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus pembahasan mengenai pentingnya menyelaraskan visi dan misi dalam menciptakan ekosistem pendidikan pesantren yang aman, sehat, bermartabat, serta menjunjung tinggi nilai-nilai integritas.

Dalam pertemuan itu, Yakuza Maneges MPR membuka ruang sinergi dengan Kemenag Kabupaten Malang untuk mendorong penguatan kontrol, pengawasan, serta upaya perlindungan terhadap santri. Langkah tersebut dinilai penting mengingat pesantren tidak hanya menjadi tempat pendidikan keagamaan, tetapi juga ruang pembentukan karakter generasi muda.

Sinergi yang dibangun tidak dimaksudkan untuk mengambil alih kewenangan pihak mana pun. Sebaliknya, kerja sama diarahkan untuk tetap menghormati kewenangan Kementerian Agama sekaligus menjaga kemandirian masing-masing pondok pesantren.

Yakuza Maneges MPR memandang bahwa perlindungan santri membutuhkan keterlibatan berbagai unsur secara proporsional. Pengawasan yang baik, lingkungan pendidikan yang sehat, serta kepedulian terhadap keselamatan dan hak-hak santri menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan pesantren.

Melalui komunikasi dan koordinasi yang berkelanjutan, sinergi tersebut diharapkan dapat menjadi langkah preventif dalam menciptakan lingkungan pesantren yang lebih aman dan kondusif.

Bagi Yakuza Maneges MPR, menjaga pesantren bukan sekadar menjaga lembaga pendidikan, tetapi juga menjaga marwah, nilai, dan kepercayaan masyarakat yang selama ini melekat pada dunia pesantren.

Pertemuan bersama Kemenag Kabupaten Malang tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kolaborasi yang konstruktif, dengan menempatkan keselamatan, martabat, serta masa depan santri sebagai salah satu perhatian utama.

Sinergi bukan untuk mencampuri, melainkan untuk memperkuat. Pengawasan bukan untuk menghakimi, tetapi memastikan lingkungan pendidikan tetap aman, sehat, dan berintegritas.(*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update