KabarPojokIndonesia.com -- Keluarga besar Paguyuban Kawula Karaton Surakarta (Pakasa) Cabang Malang Raya menyampaikan Nderek Mangayubagya Jumenengan Dalemkepada SISKS Paku Buwana XIV, Raja Kasunanan Surakarta Hadiningrat.
Ucapan tersebut disampaikan sebagai bentuk penghormatan sekaligus dukungan moral terhadap keberlangsungan tradisi dan kebudayaan yang menjadi bagian dari perjalanan Karaton Mataram Surakarta.
Ketua Pakasa Malang Raya, KRA Dwi Indrotito Cahyono, S.H., M.M., menyampaikan bahwa momentum Jumenengan Dalem memiliki nilai penting bagi masyarakat yang memiliki perhatian terhadap keberadaan serta kelestarian budaya Jawa.
Menurut Dwi, tradisi dan kebudayaan tidak semata-mata berkaitan dengan seremoni, tetapi juga mengandung nilai sejarah, tata krama, serta kearifan lokal yang perlu terus dikenalkan kepada generasi penerus.
“Pakasa Malang Raya menyampaikan Nderek Mangayubagya sebagai bentuk penghormatan dan kecintaan terhadap budaya serta tradisi yang diwariskan para leluhur,” ujar Dwi.
Tito menilai pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan berbagai elemen masyarakat. Perkembangan zaman, menurutnya, tidak seharusnya membuat generasi muda semakin jauh dari akar sejarah dan kebudayaan daerah.
Karena itu, keberadaan paguyuban dan komunitas budaya dinilai memiliki peran strategis dalam mengenalkan kembali berbagai tradisi kepada masyarakat, khususnya kalangan generasi muda.
“Yang terpenting adalah bagaimana nilai-nilai luhur budaya tetap dikenal dan dipahami oleh generasi berikutnya. Jangan sampai perkembangan zaman membuat kita kehilangan jati diri dan sejarah,” katanya.
Ia menambahkan, Pakasa Malang Raya berkomitmen untuk terus mengambil bagian dalam kegiatan yang berkaitan dengan pelestarian budaya dan tradisi Jawa.
Menurut Tito, mangayubagya terhadap sebuah momentum penting di lingkungan Karaton merupakan bagian dari sikap menghormati sejarah dan kebudayaan yang telah berkembang dari generasi ke generasi.
Ia berharap keberadaan komunitas budaya dapat menjadi jembatan antara generasi masa lalu dan generasi masa kini, sehingga warisan budaya tidak berhenti sebagai catatan sejarah, tetapi tetap hidup dan dikenal masyarakat.
“Budaya adalah warisan yang harus kita rawat bersama. Pakasa Malang Raya ingin terus berkontribusi dalam menjaga dan mengenalkan nilai-nilai budaya kepada masyarakat,” pungkasnya.
Dengan penyampaian Nderek Mangayubagya tersebut, keluarga besar Pakasa Malang Raya menegaskan komitmennya untuk turut menjaga eksistensi tradisi, sejarah, dan nilai-nilai budaya Jawa di tengah perubahan zaman.
Pewarta : Ys




Tidak ada komentar:
Posting Komentar