KabarPojokIndonesia.com -- MALANG – Ketua Pusat Paguyuban Kawula Karaton Surakarta (PAKASA), KPH Dr. Eddy S. Wirabhumi, secara resmi mengukuhkan KRA Dwi Indrotito Cahyono, S.H., M.M. sebagai Pangarsa PAKASA Malang Raya masa bakti 2026–2030. Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Sabtu (1/8/2026), dan dihadiri para pengurus PAKASA, tokoh budaya, serta tamu undangan dari berbagai daerah.
Dalam sambutannya, KPH Dr. Eddy S. Wirabhumi menegaskan bahwa PAKASA merupakan organisasi yang memiliki sejarah panjang dalam menjaga nilai-nilai budaya Jawa dan telah berdiri sejak tahun 1931. Menurutnya, budaya menjadi fondasi penting dalam membangun karakter bangsa sekaligus memperkuat persatuan di tengah keberagaman Indonesia.
Ia menjelaskan, PAKASA terus berkomitmen mengajak masyarakat untuk mencintai, menjaga, dan melestarikan warisan budaya leluhur agar tetap hidup dan berkembang di tengah arus modernisasi.
"Melalui budaya, kita membangun jati diri bangsa. Karena itu PAKASA tidak hanya hadir untuk menjaga tradisi, tetapi juga mengajak masyarakat agar semakin mencintai budaya sebagai identitas bangsa Indonesia," ujar KPH Eddy.
Ia juga menyampaikan bahwa PAKASA kini telah berkembang di berbagai wilayah Indonesia bahkan hingga mancanegara, seperti Malaysia, Tiongkok, dan Amerika Serikat. Hal tersebut menunjukkan bahwa budaya Jawa memiliki daya tarik yang mampu menjangkau masyarakat internasional.
Menurutnya, pelestarian budaya tidak hanya sebatas seni dan adat istiadat, tetapi juga mencakup pendidikan karakter, pelatihan, pemberdayaan masyarakat, hingga penguatan nilai-nilai kearifan lokal.
"PAKASA ingin menjadi wadah pembelajaran budaya yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Budaya harus mampu menjadi sumber inspirasi, pendidikan, sekaligus pemberdayaan," tegasnya.
KPH Eddy yang juga menjabat Ketua Majelis Adat Kerajaan Nusantara mengatakan, pihaknya terus mengajak seluruh kerajaan dan lembaga adat di Indonesia untuk bersama-sama menjaga warisan budaya Nusantara sebagai kekayaan bangsa.
Sementara itu, Pangarsa PAKASA Malang Raya yang baru dikukuhkan, KRA Dwi Indrotito Cahyono, S.H., M.M., menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas amanah yang diberikan kepadanya untuk memimpin PAKASA Malang Raya.
Pengacara yang dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan budaya tersebut menegaskan bahwa langkah pertama yang akan dilakukan adalah memperkuat soliditas internal organisasi agar seluruh pengurus dapat bekerja sesuai tugas dan fungsinya masing-masing.
"Ke depan kami akan membenahi internal organisasi sehingga seluruh pengurus benar-benar bekerja sesuai bidangnya masing-masing. Dengan organisasi yang solid, kami optimistis mampu menjalankan program pelestarian budaya secara maksimal," katanya.
Selain pembenahan internal, pihaknya juga akan memperluas jejaring melalui kunjungan dan silaturahmi ke PAKASA di berbagai daerah, seperti Ponorogo, Madiun, dan wilayah lainnya untuk saling bertukar pengalaman serta mempererat persaudaraan antaranggota PAKASA.
Tak hanya itu, KRA Dwi Indrotito juga menegaskan komitmennya membangun kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Malang, Pemerintah Kota Malang, Pemerintah Kota Batu, serta para pegiat budaya di Malang Raya dalam menyelenggarakan berbagai kegiatan pelestarian budaya Jawa.
"Kami ingin bersinergi dengan pemerintah daerah, komunitas budaya, akademisi, dan seluruh elemen masyarakat agar kegiatan pelestarian budaya semakin berkembang dan memberikan manfaat bagi generasi muda," ungkapnya.
Dalam waktu dekat, PAKASA Malang Raya juga akan menggelar rapat kerja guna menyusun program organisasi selama masa bakti 2026–2030. Selain itu, seluruh pengurus dan anggota akan aktif mengikuti agenda budaya yang diselenggarakan Keraton Kasunanan Surakarta sebagai bagian dari komitmen organisasi.
"Kami akan segera bekerja, berkolaborasi, dan terus uri-uri budaya Jawa. Pengukuhan ini menjadi semangat baru bagi kami untuk menjaga, melestarikan, dan mengembangkan budaya leluhur agar tetap hidup di tengah masyarakat," pungkasnya.
Pengukuhan Pangarsa PAKASA Malang Raya diharapkan menjadi momentum memperkuat sinergi antara organisasi budaya, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian budaya Jawa sekaligus memperkokoh identitas budaya bangsa di tengah perkembangan zaman.
REPORTER : Matnadir
EDITOR : Redaksi




Tidak ada komentar:
Posting Komentar