KabarPojokIndonesia.com -- MALANG – Pemerintah Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, secara resmi menggelar Deklarasi Kecamatan Tangguh Bencana (KENCANA) sebagai bentuk komitmen memperkuat kesiapsiagaan dan sinergi seluruh elemen masyarakat dalam menghadapi potensi bencana. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Kecamatan Kepanjen, Rabu (5/8/2026) siang.
Deklarasi dipimpin langsung oleh Camat Kepanjen, Eno Imam Safari, S.Sos., serta dihadiri oleh seluruh kepala desa dan lurah se-Kecamatan Kepanjen. Hadir pula unsur TNI, Polri, Tim Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), Palang Merah Indonesia (PMI), SAR Awangga, TP PKK Kecamatan Kepanjen, relawan kebencanaan, serta berbagai unsur masyarakat yang selama ini aktif dalam penanganan keadaan darurat.
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam membangun komitmen bersama agar Kecamatan Kepanjen memiliki sistem penanggulangan bencana yang semakin terintegrasi, cepat, dan efektif. Mengingat Kabupaten Malang memiliki tingkat kerawanan terhadap berbagai jenis bencana, mulai dari banjir, angin kencang, tanah longsor hingga bencana nonalam, kesiapsiagaan seluruh unsur menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditawar.
Dalam deklarasi tersebut, seluruh peserta menyatakan kesiapan untuk memperkuat koordinasi, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, mempercepat penyebaran informasi kebencanaan, serta membangun budaya sadar bencana di tengah masyarakat.
Usai kegiatan, Camat Kepanjen Eno Imam Safari, S.Sos. saat diwawancarai Media Kabar Pojok Indonesia menegaskan bahwa pembentukan Kecamatan Tangguh Bencana bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan langkah nyata membangun kesiapan seluruh komponen masyarakat.
"Kecamatan Tangguh Bencana adalah komitmen bersama. Penanggulangan bencana tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen, mulai dari pemerintah desa, TNI, Polri, relawan, organisasi kemasyarakatan hingga masyarakat. Dengan kolaborasi yang kuat, kita berharap mampu meminimalisir risiko dan dampak apabila terjadi bencana," ujar Eno Imam Safari.
Ia menjelaskan bahwa keberadaan relawan di tingkat desa akan terus diperkuat melalui pelatihan, simulasi kebencanaan, serta peningkatan koordinasi lintas sektor sehingga respons terhadap kondisi darurat dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
Menurutnya, edukasi kepada masyarakat juga menjadi prioritas utama agar setiap warga memahami langkah-langkah penyelamatan diri, mengenali potensi ancaman di wilayahnya, dan memiliki kesiapan menghadapi situasi darurat.
"Kesiapsiagaan adalah tanggung jawab bersama. Semakin masyarakat memahami potensi bencana dan mengetahui apa yang harus dilakukan, maka risiko korban jiwa maupun kerugian dapat ditekan semaksimal mungkin," tambahnya.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, seluruh peserta melaksanakan penandatanganan deklarasi bersama sebagai simbol komitmen dan tekad seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan Kecamatan Kepanjen sebagai wilayah yang tangguh terhadap bencana.
Melalui deklarasi tersebut, Pemerintah Kecamatan Kepanjen menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta membangun budaya gotong royong dalam penanggulangan bencana demi mewujudkan Kecamatan Kepanjen yang aman, tangguh, dan siap menghadapi setiap potensi bencana.
REPORTER : Matnadir
EDITOR : Redaksi







Tidak ada komentar:
Posting Komentar