KabarPojokIndonesia.com -- MALANG – Dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno 2026 yang mengusung tema "Setialah Kepada Sumbermu, Kekuatan Kita Harus Tetap Bersumber kepada Kekuatan Rakyat, Tetap Apinya Semangat Rakyat", Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Malang menggelar Turnamen olahraga domino (Orado) Sistem Gugur di Kantor DPC PDI Perjuangan Kota Malang, Minggu (28/6/2026).
Turnamen yang diikuti kader partai, komunitas pecinta domino, hingga masyarakat umum itu berlangsung meriah. Suasana penuh keakraban dan gelak tawa mewarnai setiap pertandingan, sekaligus menjadi wadah mempererat silaturahmi antara partai dan masyarakat.
Salah satu momen yang menarik perhatian adalah ketika Dr. Dra. Sri Untari, M.A.P., Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur sekaligus Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, ikut turun langsung menjajal permainan domino bersama Amithya Ratnanggani Sirraduhita, Orado, Wanedi, dan peserta lainnya. Menariknya, pada pengalaman pertamanya bermain dalam turnamen tersebut, tim Sri Untari berhasil keluar sebagai pemenang.
Kepada Media Kabar Pojok Indonesia, Sri Untari mengaku baru pertama kali mengikuti permainan domino dalam format turnamen.
"Pengalaman pertama banget, dan main pertama saya menang. Tim saya bersama Mbak Mia menang. Ini kegiatan yang keren dilakukan DPC PDI Perjuangan Kota Malang," ujarnya sambil tersenyum.
Menurut Sri Untari, permainan domino bukan sekadar hiburan, melainkan sarana mengasah kemampuan berpikir, strategi, dan kerja sama tim.
"Permainan ini membuat orang berpikir tetapi tetap bahagia. Tidak harus terus bermain gadget. Domino mengolah pikiran supaya menjadi strategis, taktis, dan bagaimana memenangkan pertandingan. Walaupun saya masih meraba-raba belajar, saya melihat ini sangat positif," katanya.
Ia menilai kegiatan seperti ini menjadi cara baru partai politik untuk lebih dekat dengan masyarakat melalui aktivitas yang menyenangkan.
"Partai harus bersama masyarakat untuk bergembira bersama. Apa yang disukai masyarakat, kita ikut bersama. Di fase sekarang, partai harus mampu beradaptasi dengan lingkungannya. Tidak bisa terus memakai pola perjuangan lama. Hari ini masyarakat ingin berpartai dengan enjoy, maka kita hadir dengan cara yang enjoy," ungkapnya.
Sri Untari juga menekankan bahwa domino merupakan permainan yang murah, inklusif, dan dapat dimainkan semua kalangan tanpa memandang gender.
"Olahraga ini ringan, tidak membutuhkan biaya besar, bisa menyatukan semua orang. Perempuan juga bisa bermain. Jadi tidak memandang gender. Dengan cara yang enjoy, masyarakat tetap bisa berpikir dan mengolah strategi. Yang paling utama, bisa mengurangi ketergantungan pada gadget," jelasnya.
Melihat antusiasme peserta yang tinggi, Sri Untari bahkan berencana mengusulkan kepada DPD PDI Perjuangan Jawa Timur agar ke depan digelar turnamen domino tingkat provinsi.
"Nanti akan saya usulkan kepada DPD Jawa Timur supaya membuat Turnamen Orado tingkat provinsi. Antusias masyarakat luar biasa, bukan hanya kader PDI Perjuangan, tetapi masyarakat umum juga sangat antusias," katanya.
Sebagai Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur yang membidangi pendidikan, kebudayaan, pemuda, dan olahraga, Sri Untari juga menyatakan dukungannya agar domino dapat menjadi cabang olahraga resmi di bawah KONI.
Menurutnya, perkembangan olahraga domino sangat menjanjikan karena telah digemari berbagai kalangan.
"Kalau melihat situasi seperti ini, domino sudah disukai banyak kalangan. Karena itu harus kita dorong menjadi cabang olahraga resmi di KONI. Nanti dalam rapat-rapat KONI ke depan saya siap mendorong agar domino menjadi salah satu cabang olahraga resmi," tegasnya.
Ia membandingkan dengan e-sport yang telah lebih dahulu diakui sebagai cabang olahraga.
"Kalau e-sport saja sudah bisa menjadi cabang olahraga, apalagi domino. E-sport membutuhkan perangkat yang relatif mahal, sedangkan domino sangat murah. Dengan sekitar satu juta rupiah saja sudah bisa membahagiakan banyak orang," ujarnya.
Menurut Sri Untari, domino juga dapat menjadi aktivitas positif di lingkungan masyarakat, termasuk di pos ronda atau pos keamanan lingkungan.
"Kalau jaga malam membawa domino kan tidak mengantuk. Selain menjaga keamanan, masyarakat juga bisa mempererat kebersamaan. Ini bisa mengembalikan semangat gotong royong," katanya.
Selain pertandingan domino, kegiatan Bulan Bung Karno juga diramaikan dengan kehadiran pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan DPC PDI Perjuangan Kota Malang yang membuka stan kuliner dan produk lokal.
Sri Untari mengapresiasi langkah tersebut sebagai bentuk nyata penguatan ekonomi kerakyatan.
"Tadi banyak UMKM yang dibina DPC Kota Malang, itu sangat bagus. Badan ekonomi kerakyatan harus dimaksimalkan untuk membina anggota yang memiliki usaha. Melalui berbagai event seperti ulang tahun partai, Agustusan, atau Ramadan, pasar-pasar UMKM seperti ini harus terus digelar agar roda ekonomi masyarakat terus berputar," tuturnya.
Menurutnya, penyelenggaraan kegiatan semacam ini tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
"Event seperti ini akan menumbuhkan kreativitas masyarakat dalam membuat produk maupun makanan, sekaligus memberikan tambahan pendapatan. Lebih baik ada kegiatan yang menggerakkan ekonomi daripada tidak ada sama sekali," jelasnya.
Di akhir wawancara, Sri Untari kembali mengajak masyarakat untuk semakin memasyarakatkan olahraga domino.
"Mari kita galakkan Orado atau domino ini. Olahraga ini murah, meriah, membahagiakan, dan penuh kegembiraan. Dengan biaya yang sangat terjangkau, banyak orang bisa menikmati permainan ini. Satu meja dimainkan empat orang, dalam waktu singkat sudah menghadirkan kebersamaan. Inilah olahraga rakyat yang patut kita kembangkan bersama," pungkasnya.
Turnamen Domino Sistem Gugur yang digelar DPC PDI Perjuangan Kota Malang menjadi salah satu rangkaian peringatan Bulan Bung Karno 2026 yang tidak hanya mengangkat semangat kebersamaan, tetapi juga memperkuat nilai gotong royong, membangun kedekatan dengan masyarakat, serta mendorong pengembangan olahraga rakyat dan pemberdayaan ekonomi kerakyatan melalui pelibatan UMKM lokal.
REPORTER : Matnadir
EDITOR : Redaksi







Tidak ada komentar:
Posting Komentar