KabarPojokIndonesia.com -- KABUPATEN MALANG – Pemerintah Desa Poncokusumo, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, menggelar Selamatan Desa Poncokusumo Tahun 2026 di Pendopo Balai Desa Poncokusumo, Senin (29/6/2026). Mengusung tema "Merawat Tradisi, Menjaga Bumi, Memperkokoh Jati Diri Desa", kegiatan ini menjadi momentum penting untuk melestarikan budaya leluhur sekaligus mempererat persatuan masyarakat.
Rangkaian Selamatan Desa telah dimulai sejak Minggu (28/6/2026) dengan agenda ziarah makam leluhur di Makam Timur Desa Poncokusumo. Kegiatan tersebut merupakan bentuk penghormatan kepada para pendahulu yang telah berjasa membangun desa serta menjaga nilai-nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun.
Pada puncak kegiatan Senin (29/6/2026), acara diawali dengan Khotmil Qur'an di Balai Desa Poncokusumo mulai pukul 07.00 hingga 09.00 WIB. Selanjutnya masyarakat mengikuti prosesi tumpengan di Pendopo Balai Desa sebagai simbol rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan nikmat, keselamatan, dan kesejahteraan yang diterima warga.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan prosesi Tandakan, yang dimulai dari Sanggar Desa menuju Sentral hingga berakhir di Pendopo Balai Desa Poncokusumo. Prosesi ini menjadi salah satu tradisi khas yang masih terus dijaga sebagai identitas budaya masyarakat setempat.
Sebagai penutup rangkaian Selamatan Desa Tahun 2026, akan digelar Makan Bersama pada Minggu, 26 Juli 2026 di Lapangan Desa Poncokusumo. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi ajang mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan seluruh elemen masyarakat.
Saat diwawancarai Kabar Pojok Indonesia, Camat Poncokusumo, Didik Agus Mulyono, S.P., M.AP., menjelaskan bahwa Selamatan Desa merupakan bagian dari inovasi pemerintah desa dalam merawat tradisi sekaligus memperkuat nilai-nilai kebersamaan di tengah masyarakat.
"Ini merupakan rangkaian kegiatan Selamatan Desa Poncokusumo. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan hari ini adalah tasyakuran dalam bentuk tumpengan sebagai wujud rasa syukur masyarakat Desa Poncokusumo kepada Allah SWT," ujar Didik.
Ia menuturkan, rasa syukur tersebut dipanjatkan atas berbagai anugerah yang telah diberikan Allah SWT, mulai dari hasil bumi yang melimpah, meningkatnya sektor perdagangan dan perekonomian, hingga kesehatan dan keselamatan bagi seluruh warga Desa Poncokusumo.
"Melalui kegiatan ini kami juga memohon kepada Allah SWT agar seluruh warga Desa Poncokusumo selalu dijauhkan dari bala, musibah, dan segala bentuk bencana," tambahnya.
Didik menegaskan bahwa Selamatan Desa bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan warisan budaya leluhur yang memiliki nilai luhur dan harus terus dijaga keberlangsungannya.
"Tradisi ini adalah warisan leluhur yang adiluhung. Karena itu harus terus kita lestarikan dan dikembangkan bersama oleh seluruh masyarakat. Nilai-nilai gotong royong, kebersamaan, dan rasa syukur yang terkandung di dalamnya menjadi bagian penting dari jati diri masyarakat Poncokusumo," ungkapnya.
Menurutnya, pelestarian budaya lokal menjadi salah satu cara memperkokoh identitas desa di tengah perkembangan zaman. Dengan tetap menjaga tradisi, masyarakat tidak hanya mempertahankan budaya, tetapi juga memperkuat persaudaraan dan kepedulian terhadap lingkungan.
Di akhir wawancaranya, Kepala Desa menyampaikan harapan agar Desa Poncokusumo dan seluruh wilayah Kecamatan Poncokusumo senantiasa mendapat keberkahan dari Allah SWT.
"Harapan kami, Desa Poncokusumo dan seluruh wilayah Kecamatan Poncokusumo selalu diberikan keberkahan oleh Allah SWT, diberikan ketenteraman, kerukunan, kesejahteraan, serta dijauhkan dari bala dan bencana. Semoga masyarakat dapat mewujudkan kehidupan yang gemah ripah loh jinawi, baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur," pungkasnya.
Melalui penyelenggaraan Selamatan Desa Tahun 2026, Pemerintah Desa Poncokusumo bersama seluruh masyarakat menunjukkan komitmen untuk terus merawat tradisi, menjaga kelestarian bumi, serta memperkokoh jati diri desa sebagai warisan budaya yang tetap hidup dan relevan bagi generasi masa kini maupun yang akan datang.
REPORTER : Matnadir
EDITOR : Redaksi




Tidak ada komentar:
Posting Komentar