Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

K.H. Hamim Kholili Hadiri Buka Giling PG Krebet Baru 2026, Gaungkan Harmoni dan Efisiensi untuk Raih Keberkahan

Jumat, 01 Mei 2026 | Mei 01, 2026 WIB Last Updated 2026-05-01T15:17:01Z

KabarPojokIndonesia.com
-- MALANG – Pabrik Gula (PG) Krebet Baru, yang berada di bawah naungan Rajawali I, resmi menggelar kegiatan Buka Giling Tahun 2026 pada Jumat (01/05/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi seluruh pemangku kepentingan industri gula, khususnya di Kabupaten Malang, dalam menyongsong musim giling dengan semangat baru.

Mengusung tema “Menjalin Harmoni, Tingkatkan Efisiensi, Hadapi Tantangan, Raih Kesuksesan dan Keberkahan Giling 2026”, acara berlangsung khidmat sekaligus penuh optimisme. Sejumlah tokoh penting turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya KH. Hamim Kholili selaku Ketua Umum Pusat Koperasi Primer Tebu Rakyat (PKPTR) Kabupaten Malang, Tatang Yuliono Deputi Bidang Koordinasi Tata Niaga dan Distribusi Pangan, Daniyanto Direktur Utama Rajawali I, Bupati Malang, jajaran Forkopimcam, TNI/Polri, kepala desa, hingga tokoh masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, KH. Hamim Kholili yang akrab disapa Gus Hamim menegaskan bahwa keberhasilan musim giling sebelumnya menjadi bukti nyata ketangguhan dan kebersamaan seluruh pihak dalam menghadapi berbagai tantangan industri gula.

“Tahun 2025 kemarin sudah kita buktikan bersama. PG Krebet Baru mampu bertahan dan menunjukkan kinerja yang baik di tengah berbagai tantangan. Ini bukan hal mudah, tetapi bisa kita lalui karena adanya kebersamaan dan kecintaan terhadap industri gula rakyat,” ujar Gus Hamim.

Ia juga menyoroti pentingnya menjaga komitmen dan loyalitas terhadap pabrik gula sebagai bagian dari perjuangan bersama petani tebu. Menurutnya, dinamika harga dan persaingan dengan sektor swasta tidak boleh melemahkan semangat kemitraan yang telah terbangun.

“Kecintaan kita terhadap PG Krebet Baru ini telah diuji sejak awal. Mulai dari persoalan selisih harga hingga dinamika pasar, tetapi para petani dan mitra tetap setia. Ini yang harus kita jaga. Kita tidak boleh goyah, karena ini adalah perjuangan bersama,” tegasnya.

Lebih lanjut, Gus Hamim juga menekankan pentingnya penguatan kelembagaan petani, seperti koperasi dan kelompok tani, dalam mendukung keberlangsungan industri gula. Ia menyebut keberadaan KUD dan berbagai organisasi petani sebagai pilar penting yang harus terus diperkuat.

“Kemitraan antara petani, koperasi, dan pabrik gula harus semakin solid. Dengan begitu, kita bisa meningkatkan efisiensi, memperkuat daya saing, dan tentunya meningkatkan kesejahteraan petani tebu,” tutupnya.

REPORTER : Matnadir 

EDITOR : Redaksi 
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update