KabarPojokIndonesia.com -- Sukoharjo, Jawa Tengah — Kegiatan seminar peningkatan kualitas teknik newaza bagi para pelatih dan praktisi jujitsu Indonesia resmi digelar hari ini hingga besok di Universitas Veteran Sukoharjo, Jawa Tengah. Acara ini menjadi momentum penting dalam pengembangan teknik bela diri, khususnya dalam aspek pertarungan bawah (ground fighting), yang semakin relevan baik dalam olahraga maupun aplikasi bela diri praktis.
Seminar ini menghadirkan narasumber internasional, Sensei Osamu Mori dari Jepang, yang dikenal sebagai praktisi berpengalaman dalam disiplin jujitsu. Kehadirannya disambut antusias oleh para peserta yang terdiri dari pelatih, atlet, dan praktisi jujitsu dari berbagai daerah di Indonesia.
Dalam sesi wawancara dengan media Kabar Pojok Indonesia, Kompol Muhammad Sholeh, S.H., M.H., yang juga dikenal sebagai Founder Ryusei Jutsu Akademi, menyampaikan pentingnya kegiatan ini sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas teknik para praktisi jujitsu di Tanah Air.
“Sebagai founder Ryusei Jutsu Akademi, kami ingin terus mengembangkan teknik pertarungan bawah atau newaza agar menjadi bagian penting dalam khazanah teknik yang dimiliki para siswa. Teknik ini tidak hanya penting dalam konteks olahraga, tetapi juga sangat efektif dalam aplikasi bela diri,” ujar Kompol Muhammad Sholeh.
Ia menambahkan bahwa penguasaan teknik newaza menjadi salah satu elemen krusial dalam menghadapi dinamika pertarungan modern, di mana banyak situasi yang berujung pada posisi bawah. Oleh karena itu, peningkatan pemahaman dan keterampilan dalam teknik ini menjadi kebutuhan yang tidak bisa diabaikan.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta tidak hanya mendapatkan materi teori, tetapi juga praktik langsung bersama Sensei Osamu Mori. Hal ini memberikan kesempatan bagi para peserta untuk memahami teknik secara lebih mendalam, mulai dari dasar hingga pengembangan strategi lanjutan dalam pertarungan bawah.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi dan pertukaran ilmu antar praktisi jujitsu dari berbagai daerah. Diharapkan, melalui kegiatan ini akan lahir sinergi yang kuat dalam memajukan jujitsu Indonesia ke level yang lebih tinggi, baik di kancah nasional maupun internasional.
Pihak penyelenggara berharap seminar ini dapat menjadi agenda rutin yang berkelanjutan, sehingga peningkatan kualitas teknik dan sumber daya manusia dalam dunia bela diri, khususnya jujitsu, dapat terus berkembang secara signifikan.
Dengan menghadirkan narasumber kelas dunia dan didukung oleh antusiasme peserta, seminar ini menjadi bukti nyata bahwa komitmen untuk memajukan olahraga bela diri di Indonesia terus berjalan dengan penuh semangat dan dedikasi.
Reporter : M. Abdul Ramadhani
Editor : Matnadir



