KabarPojokIndonesia.com -- MALANG – Komunitas Bikers Wira Wiri Indonesia (BWI) menggelar pertemuan santai penuh keakraban di Waroeng Tani, Desa Mulyoagung, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, pada Minggu (05/04/2026) siang. Kegiatan ini menjadi ajang reuni kecil para biker lawas dari berbagai daerah seperti Surabaya, Malang, dan Gresik.
Suasana hangat dan penuh canda tawa begitu terasa sejak awal pertemuan. Para peserta yang mayoritas merupakan biker senior tampak menikmati momen kebersamaan setelah sekian lama tidak berjumpa.
Salah satu tokoh yang hadir, Drs. H. Imam Zuhdi yang akrab disapa Abah Zuhdi, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut murni sebagai ajang silaturahmi dan temu kangen, tanpa tujuan lain yang bersifat formal maupun politis.
“Ini hanya reuni kecil-kecilan para biker lama. Tidak ada tujuan khusus, hanya ingin bertemu, berbagi cerita, dan mempererat persaudaraan. Kalau sering bertemu, banyak cerita, banyak rezeki, dan banyak hal baik yang bisa dibagikan,” ujar Abah Zuhdi saat diwawancarai media Kabar Pojok Indonesia.
Abah Zuhdi yang juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum Suzuki Inazuma Club (SIC) mengungkapkan, pertemuan ini dihadiri oleh para mantan pengurus dan anggota komunitas tersebut. Meski SIC kini sudah tidak aktif secara organisasi, hubungan persaudaraan di antara anggotanya tetap terjaga, bahkan masih eksis di media sosial.
Dalam kesempatan tersebut, Abah Zuhdi juga menyampaikan tausiah singkat sebelum acara makan bersama. Ia menekankan pentingnya membangun kehidupan yang seimbang, baik dalam usaha maupun relasi sosial.
“Kalau jadi pengusaha, usahanya harus jalan, tapi pengusahanya juga harus bisa jalan-jalan. Jangan sampai usahanya maju, tapi orangnya justru terbelenggu,” tuturnya, disambut anggukan para peserta.
Ia juga menegaskan bahwa pertemuan ini sama sekali tidak berkaitan dengan politik. Menurutnya, persahabatan yang tulus harus dibangun tanpa kepentingan atau intrik.
“Ini murni persahabatan. Tidak ada nuansa politik. Kita ingin membangun hubungan yang tulus, bukan karena kepentingan. Persahabatan yang baik itu dibangun atas dasar ketulusan, bukan kefulusan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Abah Zuhdi berharap kegiatan semacam ini dapat terus berlanjut di masa mendatang. Ia meyakini, pertemuan kecil seperti ini dapat melahirkan ide-ide besar jika dilakukan secara konsisten dan melibatkan orang-orang yang memiliki visi yang sama.
Ia pun mencontohkan kisah sukses Jack Ma yang berawal dari diskusi kecil bersama rekan-rekannya, hingga akhirnya menjadi tokoh besar dunia.
“Orang besar itu tidak muncul tiba-tiba. Semua berawal dari ide-ide besar yang didiskusikan bersama orang-orang yang sevisi,” imbuhnya.
Dalam pertemuan tersebut juga muncul gagasan untuk membentuk komunitas baru bernama Bikers Wira Wiri Indonesia yang lebih inklusif, tanpa membatasi jenis atau merek kendaraan.
“Ke depan kita ingin ada grup yang terbuka untuk semua biker, tidak hanya satu merek. Jadi mau ke mana pun, di seluruh Indonesia ada teman,” jelasnya.
Sementara itu, salah satu peserta asal Surabaya, Totok Susianto, turut memberikan pandangannya mengenai sosok Abah Zuhdi yang dinilainya sebagai pribadi yang tulus dan penuh inspirasi.
“Beliau itu orang baik, dan berbuat baik tanpa berharap balasan. Petuah-petuahnya dalam sekali, penuh makna kehidupan. Bagi saya, beliau seperti guru yang ilmunya sangat luas,” ungkap Totok.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga pola pikir terbuka dalam berinteraksi dengan sesama, tanpa mudah menghakimi orang lain.
“Kita ini harus belajar menerima perbedaan karakter. Jangan mudah menilai orang. Jadikan pertemuan seperti ini sebagai sarana introspeksi diri,” tambahnya.
Totok berharap, pertemuan seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan, meski tanpa jadwal yang kaku.
“Tidak perlu dijadwalkan secara pasti. Yang penting ketika ada waktu luang, kita bisa langsung berkumpul. Seperti hari ini, semuanya serba spontan, tapi justru terasa lebih hangat,” ujarnya.
Pertemuan ini pun diakhiri dengan komitmen bersama untuk terus menjaga silaturahmi dan memperluas jaringan persahabatan lintas daerah melalui semangat kebersamaan komunitas Bikers Wira Wiri Indonesia.
Dengan semangat “wira-wiri” atau bebas bergerak ke mana saja, komunitas ini diharapkan menjadi wadah persaudaraan yang solid, inklusif, dan penuh nilai kebersamaan di tengah keberagaman para pecinta roda dua di Indonesia.
Reporter : Matnadir
Editor : Redaksi






