KabarPojokIndonesia.com -- MALANG – Pemerintah Kabupaten Malang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) mulai mematangkan berbagai persiapan menghadapi arus mudik dan balik Lebaran 2026. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Malang, Eko Margianto, AP., S.Sos., M.AP, saat diwawancarai media Kabar Pojok Indonesia usai menghadiri kegiatan Pra Musrenbang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Malang Tahun 2027 di Pendopo Panji Kepanjen, Selasa (03/02/2026) pagi.
Eko Margianto menjelaskan bahwa persiapan Lebaran telah diawali melalui rapat koordinasi lintas sektor yang melibatkan Polres, Forkopimda, serta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
“Jadi kemarin baru diawali rakor lintas sektor yang melibatkan Polres, Forkopimda, dan beberapa OPD, khususnya yang berkaitan dengan kesiapan Lebaran, termasuk penyiapan pos pelayanan dan pos pengamanan,” ujarnya.
Menurutnya, jumlah dan lokasi pos pengamanan (Pos PAM) maupun pos pelayanan masih menunggu koordinasi lanjutan dengan pihak kepolisian, mengingat kewenangan penentuan titik berada pada Polres setempat.
“Kita akan menyesuaikan jumlah titik pos PAM dan pos pelayanan sesuai hasil koordinasi dengan Polres. Nanti rekan-rekan Polres yang menentukan secara teknis,” jelasnya.
Dishub Kabupaten Malang juga menyiapkan sekitar 218 personel untuk mendukung pengamanan dan kelancaran arus mudik di berbagai titik strategis.
Personel tersebut akan ditempatkan di sejumlah pos yang tersebar di jalur utama, terutama pada wilayah rawan kemacetan yang telah dipetakan sebelumnya.
Beberapa titik yang menjadi perhatian utama antara lain:
Jalur utara: Karanglo ke arah barat hingga Karangploso
Jalur timur: kawasan wisata Bromo, terutama sekitar Wendit dan exit tol
Jalur selatan: Talangagung hingga Selorejo serta kawasan wisata Balekambang
Eko menyebutkan, jalur menuju wisata Balekambang masih dalam proses pengerjaan sehingga berpotensi menimbulkan kepadatan lalu lintas.
“Untuk langkah antisipatif, kami memasang petunjuk jalur alternatif baik di wilayah Malang Selatan maupun Malang Utara agar arus kendaraan tetap lancar,” katanya.
Adapun titik paling rawan kemacetan diprediksi berada di tiga kawasan utama, yakni jalur Karanglo ke barat (Bluder Kapas), arah timur menuju kawasan wisata Bromo, serta jalur selatan di perempatan Balekambang yang juga akan dilengkapi Pos PAM.
Selain pengaturan lalu lintas, Pemerintah Kabupaten Malang juga kembali menghadirkan program mudik gratis bagi masyarakat.
Dishub menyiapkan tujuh armada bus dengan kapasitas masing-masing 55 kursi, sehingga total tersedia 385 kursi bagi pemudik.
Program ini memiliki anggaran sekitar Rp90 juta dan bekerja sama dengan PO Bagong. Pemberangkatan dijadwalkan pada 17 Maret 2026, sementara pendaftaran ditutup pada 5 Maret 2026.
Eko mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat cukup tinggi, terutama untuk tujuan Pacitan yang sudah penuh kuota.
“Yang paling diminati tujuan Pacitan, itu sudah penuh. Untuk tujuan Madura bahkan disiapkan dua armada,” ungkapnya.
Adapun lima rute mudik gratis yang disediakan meliputi:
Malang – Bangkalan – Sampang – Pamekasan – Sumenep (Madura)
Malang – Nganjuk – Madiun – Ngawi
Malang – Probolinggo – Situbondo – Banyuwangi
Malang – Trenggalek – Ponorogo – Pacitan
Malang – Probolinggo – Jember – Bondowoso
Melalui koordinasi lintas sektor, pemetaan titik rawan macet, serta penyediaan layanan mudik gratis, Dishub Kabupaten Malang berharap arus mudik dan balik Lebaran tahun ini dapat berjalan aman, nyaman, dan lancar.
“Kami berupaya semaksimal mungkin agar masyarakat bisa mudik dengan aman dan nyaman. Semua sudah dipersiapkan sejak awal melalui koordinasi bersama lintas instansi,” pungkas Eko Margianto.
Reporter : Matnadir
Editor : Redaksi



