KabarPojokIndonesia.com -- MALANG – Pemerintah Kabupaten Malang terus menunjukkan keseriusan dalam meningkatkan kualitas pendidikan daerah melalui Program Sekolah Unggulan. Komitmen ini kembali diperkuat dalam Workshop Evaluasi dan Refleksi Program Sekolah Unggulan Kabupaten Malang yang digelar di El Hotel Malang, Karangploso, Selasa (09/12/2025). Kegiatan tersebut menjadi momen penting untuk menilai efektivitas pelaksanaan program yang telah berlangsung sejak Oktober 2025 di 7 SD dan 10 SMP terpilih.
Workshop ini menghadirkan seluruh unsur sekolah peserta program, pendamping akademik, dan tim ahli dari Universitas Negeri Malang (UM). Evaluasi dilakukan secara menyeluruh untuk mengukur pemahaman, capaian, serta kesiapan sekolah dalam menerapkan 11 item penguatan karakteristik sekolah unggul.
Ketua LPPP UM, Prof. Dr. Hardika, M.Pd., menjelaskan bahwa program Sekolah Unggulan tahun 2025 telah dirancang sesuai perjanjian kerja sama antara UM dan Pemerintah Kabupaten Malang. Penguatan utama terletak pada karakteristik akademis dan sistem pengelolaan sekolah.
"Ibarat membangun rumah, tahun ini adalah tahap memperkuat fondasi. Sehingga materi dan pendampingan yang diberikan benar-benar diarahkan pada penguatan utuh sekolah unggul," jelas Prof. Hardika kepada Kabar Pojok Indonesia.
Ia juga menegaskan bahwa di hari-hari terakhir sebelum workshop evaluasi, tim pendamping melakukan implementasi lapangan secara langsung. Hal ini bertujuan menegaskan pemahaman peserta sekaligus menumbuhkan kepercayaan diri dalam menerapkan 11 item penguatan yang menjadi acuan sekolah unggul.
Dalam sesi evaluasi, ditemukan variasi capaian pemahaman kognitif dari peserta. Beberapa komponen bahkan mencapai skor 100 persen hingga 300 persen. Namun Prof. Hardika menegaskan bahwa angka tersebut berhubungan dengan instrumen pemahaman yang mengukur tingkat konstruksi pengetahuan, bukan indikator implementasi final.
"Instrumen itu mengukur keseluruhan pemahaman mereka terhadap materi. Tentu pemahaman maksimal itu bukan sesuatu yang mudah dicapai. Misalnya, untuk materi Rencana Strategis (RESTRA), ada yang mencapai skor 88 hingga 90 dari total 100," ungkapnya.
Menurutnya, rencana strategis merupakan fondasi utama dalam membangun sekolah unggul. Dokumen ini diibaratkan sebagai “kompas” atau “landasan kerja” yang harus selalu menjadi rujukan dalam setiap program sekolah untuk jangka waktu empat hingga lima tahun.
Workshop evaluasi ini tidak hanya menilai capaian, tetapi juga menyusun rekomendasi tindak lanjut untuk tahun 2026. Materi-materi yang capaiannya belum maksimal akan diperkuat pada tahap lanjutan program.
"Misalnya pemahaman tentang karakter sekolah unggul: guru harus berperan seperti apa, kepala sekolah harus menunjukkan leadership seperti apa, bagaimana tenaga kependidikan bekerja, serta bagaimana karakter siswa dibentuk. Semua itu akan diperkuat kembali tahun depan," imbuhnya.
Lebih lanjut, Prof. Hardika menegaskan bahwa evaluasi ini disusun sebagai bentuk laporan kinerja kepada Bupati Malang dan jajaran pemerintah daerah. Laporan akan disusun secara naratif, dilengkapi ringkasan eksekutif agar mudah dipahami para pemangku kebijakan dan dapat menjadi dasar pengambilan keputusan.
Ia juga menyoroti bahwa program Sekolah Unggulan membawa mindset baru yang harus dibiasakan oleh seluruh warga sekolah. Mulai dari kedisiplinan waktu, pembelajaran aktif tanpa kelas kosong, persiapan materi mengajar, hingga penataan rapat kedinasan agar tidak mengganggu proses belajar.
"Harapannya kebiasaan-kebiasaan ini terus terbentuk meskipun pendampingan dari UM nanti sudah selesai. Guru adalah profesi yang menjunjung etika dan bekerja secara maksimal. Jika profesionalisme itu dijalankan, maka sekolah akan bergerak menuju kinerja terbaiknya," tegasnya.
Workshop evaluasi ini diharapkan menjadi pijakan kuat bagi Pemerintah Kabupaten Malang untuk memperluas dan memperdalam Program Sekolah Unggulan pada tahun berikutnya, sekaligus memastikan peningkatan kualitas pendidikan berjalan konsisten dan berkelanjutan.
Reporter : M. Abdul R
Editor : Matnadir



