Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Camat Wonosari Sambut Rombongan Camat se-Kabupaten Lamongan, Kenalkan Pesona Wisata Gunung Kawi di Momen Hari Jadi Kabupaten Malang ke-1265

Sabtu, 29 November 2025 | November 29, 2025 WIB Last Updated 2025-11-29T16:19:17Z

KabarPojokIndonesia.com
-- MALANG – Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang, mendapat kehormatan besar dengan kedatangan rombongan camat se-Kabupaten Lamongan pada Jumat–Sabtu, 28–29 November 2025. Kunjungan ini bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Kabupaten Malang ke-1265, sekaligus menjadi momentum penting untuk mempromosikan pesona wisata, budaya, dan sejarah Wonosari sebagai kawasan strategis di lereng Gunung Kawi.

Kecamatan Wonosari dikenal sebagai wilayah yang sarat nilai spiritual dan budaya, terutama dengan keberadaan Pesarean Gunung Kawi yang menjadi tujuan ziarah masyarakat dari berbagai daerah. Selain itu, Wonosari merupakan kecamatan muda hasil pemekaran dari Kecamatan Ngajum pada tahun 1992, yang kini menaungi delapan desa dengan karakteristik unik: Bangelan, Kebobang, Kluwut, Plandi, Plaosan, Sumberdem, Sumbertempur, dan Wonosari.

Saat diwawancarai oleh media Kabar Pojok Indonesia, Camat Wonosari, A.K. Wisnu Aji, S.IP., M.Si., mengatakan bahwa dirinya menyambut langsung para tamu dan mendampingi seluruh rangkaian kegiatan jelajah wisata selama dua hari. 


Kunjungan ini merupakan kesempatan strategis untuk memperkenalkan potensi wisata Wonosari yang terus berkembang dan semakin terhubung antardesa.

Perjalanan dimulai dari Pesarean Gunung Kawi di Desa Wonosari, destinasi spiritual legendaris yang sarat sejarah. Suasana religius dan tradisi budaya yang kuat memberikan kesan mendalam bagi para camat dari Lamongan.

Rombongan kemudian melanjutkan kunjungan ke Kampung Kopi Sumberdem, sentra edukasi kopi yang menawarkan pengalaman lengkap mulai dari mengenal tanaman kopi, proses roasting, hingga menikmati cita rasa kopi khas lereng Gunung Kawi.


Eksplorasi wisata berlanjut dengan aktivitas offroad di Kebun Kopi Sumbertempur, menyusuri jalur petualangan yang sejuk, hijau, dan menantang.

Selanjutnya, para tamu menikmati keindahan alami Desa Bangelan melalui kegiatan susur sungai, yang menghadirkan pengalaman wisata air di tengah hutan asri dengan aliran sungai yang jernih.

Kunjungan ditutup dengan menikmati pesona Waterfall Tanaka, air terjun eksotis yang kini menjadi ikon wisata baru Desa Bangelan. Aliran air yang jernih, berpadu dengan rimbunnya pepohonan, memberikan penutup perjalanan yang memukau.


Camat Wonosari menegaskan setiap desa di wilayahnya memiliki potensi wisata yang saling melengkapi dan apabila dikelola secara terpadu, akan menjadi kekuatan besar dalam pembangunan sektor pariwisata.

“Setiap desa punya keunikan dan daya tarik masing-masing. Mulai wisata spiritual, edukasi kopi, petualangan alam, hingga air terjun yang indah. Semua ini terhubung dan menciptakan pengalaman wisata yang membuat pengunjung selalu ingin kembali ke Wonosari,” ujarnya.

Ia berharap kunjungan besar para camat se-Kabupaten Lamongan ini dapat menjadi awal terbangunnya kolaborasi lintas daerah, khususnya dalam pengembangan pariwisata, ekonomi kreatif, dan promosi budaya.

Selain mempererat hubungan antarwilayah, momen ini juga menegaskan komitmen Kecamatan Wonosari untuk terus memperkuat sektor pariwisata sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat.

Dengan keindahan alam, kekayaan sejarah, serta dukungan pemerintah kecamatan dan desa, Wonosari kini semakin mantap menuju pengembangan sebagai kawasan wisata terintegrasi yang berdaya saing dan berkelanjutan.

Reporter : M. Abdul R 

Editor : Matnadir
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update