KabarPojokIndonesia.com -- Kota Malang – Suasana penuh kebersamaan dan hikmah mewarnai halaqah rutin Rabuan yang digelar DPD Hidayatullah Kabupaten Malang.
Kali ini kegiatan bertempat di kediaman Ustadz Agus Wahyudi, Perumahan Istana Karang Asem 21, Balearjosari, Blimbing, Kota Malang, Rabu (27/08/2025).
Menariknya, halaqah kali ini bertepatan dengan hari ulang tahun ke-49 Ustadz Agus Wahyudi yang juga mengemban amanah di Departemen Dakwah DPD Hidayatullah Malang.
“Yang menyusun jadwal halaqah memang saya sendiri. Qodhorullah, pas bertepatan dengan ulang tahun saya,” ujarnya sambil tersenyum.
Tilawah dan Tadabbur
Sesuai tradisi halaqah, para jamaah membaca Al-Qur’an secara bergiliran, masing-masing setengah halaman. Tilawah malam ini dimulai dari QS. Asy-Syura [42]: 12 hingga berakhir di QS. Az-Zukhruf [43]: 60.
Tema tadabbur berfokus pada QS. Asy-Syura [42]: 20 yang dibacakan oleh Ustadz Muhammad Arifin.
مَنْ كَا نَ يُرِيْدُ حَرْثَ الْاٰ خِرَةِ نَزِدْ لَهٗ فِيْ حَرْثِهٖ ۚ وَمَنْ كَا نَ يُرِيْدُ حَرْثَ الدُّنْيَا نُؤْتِهٖ مِنْهَا وَمَا لَهٗ فِى الْاٰ خِرَةِ مِنْ نَّصِيْبٍ
"Barang siapa menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambahkan keuntungan itu baginya, dan barang siapa menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian darinya, tetapi dia tidak akan mendapat bagian di akhirat."
Tafsir Kehidupan.
Ustadz Hanifullah Hanan kemudian memberikan penjelasan tafsir yang penuh makna. Ia menggambarkan ayat tersebut melalui analogi sederhana.
Semut dan gula – bila secukupnya, aman; bila serakah, tertimbun.
Nelayan dan ombak – bukan ombak yang menenggelamkan, melainkan perahu yang bocor.
Beliau menegaskan, “Jika hati kita bocor, manusia tidak akan pernah merasa cukup. Islam tidak melarang kaya, tapi kita harus seperti nakhoda yang cakap mengemudi. Zuhud bukan menjauh dari dunia, melainkan tidak diperbudak olehnya. Harta ada di tangan, bukan di hati.”
Penutup Penuh Kebersamaan
Acara halaqah ditutup dengan ramah tamah penuh kehangatan. Hidangan yang tersaji antara lain nasi goreng, bakmi, snack, minuman, kue tar ulang tahun, hingga oleh-oleh umroh. Doa penutup dipimpin oleh Ustadz Nur Ihsan yang baru saja kembali dari tanah suci.
“Bismillahirrahmanirrahim, qobul hajate, Aamiin,” doa beliau, diaminkan oleh seluruh jamaah.
Halaqah rutin Rabuan ini tidak hanya mempererat ukhuwah, namun juga memberi pesan mendalam: meraih dunia secukupnya, agar perjalanan menuju Allah tetap tenang dan selamat.
Reporter : Tim
Editor : Redaksi