KabarPojokIndonesia.com -- BATANG – Pemerintah Kabupaten Malang terus memperkuat strategi percepatan investasi dan pembangunan ekonomi daerah. Salah satu langkah nyata dilakukan dengan mengirimkan rombongan studi lapangan ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, Jawa Tengah, guna mempelajari pengelolaan kawasan industri modern yang kini menjadi salah satu pusat investasi nasional.
Rombongan dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Dr. Ir. Budiar, M.Si, didampingi tim dari Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Malang. Kunjungan tersebut berlangsung pada Jumat (17/07/2026), mulai pagi hingga sore.
Kehadiran rombongan Pemkab Malang disambut hangat oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Batang, Sri Purwaningsih, S.H., bersama jajaran OPD Pemerintah Kabupaten Batang serta manajemen KEK Industropolis Batang.
Kegiatan diawali dengan forum diskusi di Aula Bupati Kabupaten Batang.
Dalam kesempatan tersebut, kedua pemerintah daerah saling bertukar pengalaman mengenai strategi meningkatkan investasi, penyederhanaan perizinan, penataan ruang, penyediaan infrastruktur, hingga pembangunan ekosistem industri yang mampu menarik minat investor dalam maupun luar negeri.
Usai diskusi, rombongan melanjutkan kunjungan lapangan ke kawasan KEK Industropolis Batang untuk melihat secara langsung pengembangan kawasan industri yang sebelumnya dikenal sebagai Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) atau Grand Batang City.
Sebagai informasi, kawasan tersebut resmi ditetapkan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) melalui Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2025 yang ditandatangani Presiden Prabowo Subianto. Penetapan tersebut menjadi langkah strategis pemerintah pusat dalam mempercepat hilirisasi industri, meningkatkan daya saing global, sekaligus menjadikan Batang sebagai pusat industri modern yang digadang-gadang sebagai "Shenzhen-nya Indonesia."
Dalam keterangannya, Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Dr. Ir. Budiar, M.Si menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat Pemerintah Kabupaten Batang dan manajemen KEK Industropolis Batang.
"Terima kasih atas penyambutan kunjungan ini. Kami mengajak dua tim meliputi tim perizinan dan kedisnakeran. Ternyata dalam lima tahun terakhir proses perizinan di Kabupaten Batang ini luar biasa, sehingga investor yang masuk juga sangat besar. Bahkan pada triwulan pertama saja nilai investasinya hampir mencapai Rp3,3 triliun," ujar Budiar.
Menurutnya, keberhasilan Kabupaten Batang menjadi magnet investasi merupakan hasil dari sinergi antara kemudahan perizinan, kesiapan infrastruktur, kepastian tata ruang, serta dukungan pemerintah terhadap dunia usaha.
Budiar menjelaskan bahwa Kabupaten Malang juga tengah mempersiapkan berbagai infrastruktur strategis guna mendukung pertumbuhan investasi di masa mendatang.
Ia menyebutkan bahwa pembangunan Jalan Tol Malang–Kepanjen masih berada pada tahapan tender. Selain itu, Pemerintah Kabupaten Malang juga mempersiapkan pembangunan ruas jalan Gondanglegi–Balekambang sebagai akses utama menuju kawasan Malang Selatan dengan Right of Way (ROW) sepanjang 20 meter.
Menurutnya, keberadaan infrastruktur tersebut akan menjadi fondasi penting dalam membuka akses kawasan ekonomi baru serta meningkatkan daya tarik investasi di wilayah selatan Kabupaten Malang yang memiliki potensi sumber daya alam dan kawasan pesisir yang sangat besar.
Lebih lanjut, Budiar menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Malang memiliki ketertarikan kuat untuk mengembangkan kawasan industri modern yang terintegrasi sebagaimana yang telah berhasil diwujudkan di Kabupaten Batang.
Meski memiliki karakter wilayah yang berbeda, Kabupaten Malang dinilai memiliki potensi besar, terutama di kawasan pesisir selatan yang dapat dikembangkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis industri, logistik, pariwisata, hingga hilirisasi hasil pertanian dan perikanan.
Ia juga mengungkapkan bahwa salah satu hal yang menjadi perhatian dalam kunjungan tersebut adalah sistem pengelolaan investasi di KEK Batang yang telah terintegrasi, termasuk koordinasi investor melalui Danantara, penyederhanaan pelayanan perizinan, hingga dukungan tata ruang yang telah dipersiapkan secara matang.
"Pemkab Malang ingin belajar bagaimana tata ruang dapat disiapkan sejak awal, bagaimana pelayanan perizinan dilakukan secara cepat, serta bagaimana menciptakan kawasan industri yang benar-benar memberikan kepastian kepada investor," jelasnya.
Melalui kunjungan ini, Pemerintah Kabupaten Malang berharap dapat mengadopsi berbagai praktik terbaik yang diterapkan di KEK Industropolis Batang sebagai referensi dalam merancang kawasan industri yang modern, berkelanjutan, serta mampu menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat.
Langkah tersebut juga menjadi bagian dari komitmen Pemkab Malang untuk memperkuat iklim investasi, meningkatkan daya saing daerah, mempercepat pertumbuhan ekonomi, dan membuka peluang pemerataan pembangunan hingga wilayah Malang Selatan.
Dengan potensi wilayah yang luas, sumber daya alam yang melimpah, serta dukungan pembangunan infrastruktur yang terus dilakukan, Kabupaten Malang optimistis mampu menjadi salah satu daerah tujuan investasi strategis di Jawa Timur pada masa mendatang.
REPORTER : Matnadir
EDITOR : Redaksi







Tidak ada komentar:
Posting Komentar