KabarPojokIndonesia.com -- KABUPATEN MALANG – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) Cabang Kepanjen terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal sekaligus mendukung berbagai program strategis Pemerintah Kabupaten Malang, termasuk kebijakan penggunaan Batik Garudeya sebagai identitas khas daerah.
Hal tersebut disampaikan oleh Satria Dananjaya, selaku Pimpinan Cabang Bank Jatim Kepanjen, saat diwawancarai oleh Media Kabar Pojok Indonesia pada Kamis (04/06/2026) pagi.
Menurut Satria, Bank Jatim sebagai bank pembangunan daerah memiliki tanggung jawab untuk hadir tidak hanya sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya melalui sektor UMKM yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian daerah.
“Bank Jatim terus berupaya memberikan dukungan nyata kepada pelaku UMKM melalui berbagai program pembiayaan, pendampingan usaha, digitalisasi transaksi, hingga promosi produk-produk unggulan daerah. Kami percaya bahwa UMKM memiliki peran yang sangat besar dalam menciptakan lapangan kerja serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Satria.
Ia menjelaskan bahwa Kabupaten Malang memiliki potensi UMKM yang sangat beragam, mulai dari sektor kuliner, kerajinan tangan, pertanian, peternakan, hingga industri kreatif. Potensi tersebut perlu mendapatkan dukungan berkelanjutan agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas, baik tingkat regional maupun nasional.
Sebagai bank milik daerah, lanjutnya, Bank Jatim senantiasa berkomitmen menghadirkan layanan perbankan yang mudah diakses oleh para pelaku usaha. Berbagai produk kredit dan layanan digital terus dikembangkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin dinamis.
Selain fokus pada penguatan UMKM, Bank Jatim Kepanjen juga memberikan dukungan terhadap kebijakan Pemerintah Kabupaten Malang terkait penggunaan Batik Garudeya sebagai salah satu simbol kebanggaan daerah.
Menurut Satria, Batik Garudeya bukan sekadar produk kain batik, melainkan representasi identitas budaya dan kearifan lokal Kabupaten Malang yang patut dilestarikan serta dipromosikan secara luas.
“Kami sangat mendukung kebijakan Pemerintah Kabupaten Malang dalam mendorong penggunaan Batik Garudeya.
Selain menjadi identitas daerah, kebijakan ini juga memberikan dampak positif terhadap para pengrajin dan pelaku UMKM batik lokal. Semakin banyak masyarakat yang menggunakan Batik Garudeya, maka semakin besar pula peluang pertumbuhan ekonomi bagi para perajin dan pelaku usaha yang bergerak di sektor tersebut,” jelasnya.
Satria menilai bahwa sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, perbankan, dan masyarakat merupakan faktor penting dalam menciptakan ekosistem ekonomi yang sehat dan berkelanjutan. Oleh karena itu, Bank Jatim siap mendukung berbagai program yang bertujuan meningkatkan daya saing produk lokal sekaligus memperkuat perekonomian daerah.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa Bank Jatim secara konsisten mendorong transformasi digital di kalangan UMKM melalui pemanfaatan layanan perbankan digital yang dapat membantu pelaku usaha dalam mengelola keuangan secara lebih efektif dan efisien.
“Di era digital saat ini, UMKM harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Bank Jatim hadir untuk mendukung proses tersebut melalui berbagai layanan digital yang memudahkan transaksi dan pengelolaan usaha. Dengan begitu, UMKM dapat berkembang lebih cepat dan memiliki daya saing yang lebih kuat,” katanya.
Ia juga berharap dukungan terhadap produk lokal, termasuk Batik Garudeya, dapat terus ditingkatkan oleh seluruh elemen masyarakat sebagai bentuk kecintaan terhadap Kabupaten Malang sekaligus upaya bersama dalam memperkuat ekonomi kerakyatan.
“Ketika kita membeli dan menggunakan produk lokal, maka secara tidak langsung kita ikut membantu pertumbuhan ekonomi daerah. Ini menjadi tanggung jawab bersama agar produk-produk unggulan Kabupaten Malang semakin dikenal dan mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” tuturnya.
Dengan berbagai langkah yang dilakukan tersebut, Bank Jatim Cabang Kepanjen menegaskan komitmennya untuk terus menjadi mitra terpercaya bagi masyarakat, pelaku UMKM, dan pemerintah daerah dalam mewujudkan pembangunan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, serta berdaya saing tinggi di Kabupaten Malang.
REPORTER : Matnadir
EDITOR : Redaksi






Tidak ada komentar:
Posting Komentar