Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

FLS3N Tingkat SD Kabupaten Malang 2026 Berlangsung Meriah, 330 Siswa Tampilkan Bakat Seni Terbaik

Sabtu, 23 Mei 2026 | Mei 23, 2026 WIB Last Updated 2026-05-23T12:50:39Z

KabarPojokIndonesia.com
-- MALANG – Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N) jenjang Sekolah Dasar (SD) tingkat Kabupaten Malang tahun 2026 berlangsung meriah di SMP Negeri 3 Kepanjen, Kabupaten Malang, Sabtu (23/05/2026). Kegiatan tahunan yang menjadi ajang pengembangan bakat dan kreativitas siswa ini diikuti peserta dari 33 kecamatan se-Kabupaten Malang.

Ratusan siswa tampak antusias mengikuti berbagai cabang lomba seni yang digelar sejak pagi hari. Suasana kompetisi berlangsung semarak dengan dukungan para guru, orang tua, hingga supporter dari masing-masing sekolah dan kecamatan.

Ketua Panitia FLS3N Kabupaten Malang, Istirochah, S.Ag., M.Si, saat diwawancarai media Kabar Pojok Indonesia mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan agenda tahunan yang bertujuan membangkitkan minat, bakat, dan kreativitas seni peserta didik sejak usia dini.
“FLS3N ini diikuti oleh 33 kecamatan di Kabupaten Malang. Setiap kecamatan rata-rata mengirimkan 10 siswa, sehingga total peserta sekitar 330 anak,” ujar Istirochah.

Ia menjelaskan, seluruh perlombaan dilaksanakan berdasarkan petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaan dari tingkat provinsi agar peserta yang menjadi juara nantinya siap melanjutkan kompetisi ke tingkat berikutnya.

“Juara satu di setiap cabang lomba otomatis akan menjadi wakil Kabupaten Malang untuk mengikuti FLS3N tingkat Provinsi Jawa Timur. Karena itu kami menggunakan juknis provinsi agar tidak ada perubahan sistem saat naik ke tingkat selanjutnya,” jelasnya.

Dalam pelaksanaan lomba, panitia juga menekankan pentingnya menjunjung tinggi nilai sportivitas. Setiap cabang lomba dinilai oleh tiga orang dewan juri profesional guna menjaga objektivitas penilaian.
“Setiap lomba ada tiga juri. Kami menjaga sportivitas dan penilaian dilakukan secara profesional,” tambahnya.

Tahun ini terdapat tujuh cabang lomba yang dipertandingkan, di antaranya menyanyi solo, tari, kriya, pantomim, menggambar bercerita, menulis cerita, dan mendongeng. Menurut Istirochah, beberapa cabang lomba baru justru mendapat antusiasme luar biasa dari peserta.

“Kalau dulu yang paling ramai itu tari dan menyanyi solo. Tapi sekarang hampir semua cabang lomba diminati. Bahkan lomba menulis cerita dan mendongeng yang baru digelar tahun ini ternyata pesertanya juga banyak,” ungkapnya.

Ia juga mengapresiasi perkembangan kualitas peserta dari berbagai wilayah di Kabupaten Malang. Menurutnya, saat ini tidak ada lagi kesan bahwa sekolah dari wilayah pinggiran kalah bersaing dengan sekolah di kawasan perkotaan.

“Sekarang semua kecamatan berkembang. Dulu mungkin yang menonjol hanya dari wilayah tertentu seperti Singosari atau Kepanjen, tetapi sekarang kecamatan lain seperti Dampit, Ampelgading, dan lainnya juga bagus-bagus. Ini menunjukkan kualitas pendidikan dan pembinaan seni di Kabupaten Malang semakin merata,” katanya.

Selain peserta, kemeriahan acara juga terlihat dari dukungan para pendamping dan supporter. Para siswa datang bersama guru, kepala sekolah, orang tua, hingga kelompok pendukung dari masing-masing kecamatan.
“Sekolah-sekolah sangat mendukung. Ada guru pendamping, orang tua, bahkan K3S dan kepala sekolah juga hadir memberikan semangat,” tutur Istirochah.

Untuk penghargaan, panitia menyediakan trofi, piagam penghargaan, serta uang pembinaan bagi para juara. Kategori individu dan beregu mendapatkan nominal berbeda sesuai ketentuan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Malang.

“Juara satu kategori individu mendapat uang pembinaan Rp2 juta, juara dua Rp1,5 juta, dan juara tiga Rp1 juta. Sedangkan kategori beregu juara satu mendapat Rp4 juta, juara dua Rp3 juta, dan juara tiga Rp2 juta,” paparnya.

Sementara peserta harapan tetap mendapatkan trofi dan piagam penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka.

Istirochah berharap melalui FLS3N, para siswa dapat belajar berkompetisi secara sehat, jujur, dan positif demi mengembangkan potensi diri di bidang seni dan budaya.

“Kami ingin anak-anak berkompetisi dengan baik dan positif. Ajang ini bukan sekadar mencari juara, tetapi untuk membangkitkan minat dan bakat anak-anak sejak dini,” pungkasnya.

REPORTER : Matnadir 

EDITOR : Redaksi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update