Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Suwadji Ungkap Rahasia Memimpin: Solid dengan Masyarakat, Harmonis Bersama Keluarga

Rabu, 01 April 2026 | April 01, 2026 WIB Last Updated 2026-04-01T17:05:10Z

KabarPojokIndonesia.com
-- MALANG – Sosok Suwadji menjadi salah satu figur birokrat yang memiliki rekam jejak panjang dan penuh dedikasi dalam memimpin wilayah di tingkat kecamatan. Saat diwawancarai oleh media Kabar Pojok Indonesia pada Rabu (01/04/2026) malam, Suwadji membagikan kisah perjalanan pengabdiannya yang dimulai dari bawah hingga dipercaya memimpin tujuh kecamatan berbeda di Kabupaten Malang.

Perjalanan kariernya tidak instan. Sebelum menjabat sebagai camat, Suwadji terlebih dahulu mengemban tugas sebagai Sekretaris Camat (Sekcam) di Kecamatan Kasembon pada tahun 1999 hingga 2002. Selama tiga tahun tersebut, ia mengaku mendapatkan bekal penting dalam memahami karakter wilayah serta pola kepemimpinan yang efektif di tingkat kecamatan.

“Alhamdulillah karena Kasembon adalah kecamatan yang wilayahnya kecil, sehingga belajar untuk mengenali kondisi wilayah secara komprehensif cukup mudah. Bagaimana berkomunikasi, berkoordinasi dan mengkondisikan kegiatan di wilayah untuk mewujudkan semangat gotong royong membangun wilayah dari desa-desa dengan semangat kebersamaan tidak terlalu sulit,” ungkap Suwadji.


Ia juga menambahkan bahwa masyarakat Kasembon dikenal guyub rukun, sehingga memudahkan pemerintah dalam menggerakkan partisipasi masyarakat untuk mendukung program-program pembangunan.

Karier Suwadji sebagai camat dimulai di Kecamatan Ngantang pada tahun 2003 hingga 2006. Berbeda dengan Kasembon, Ngantang dikenal sebagai wilayah yang dinamis dan kerap menghadapi berbagai gejolak sosial. Kondisi tersebut menuntut peran aktif seorang camat dalam menjaga stabilitas wilayah.

“Di Ngantang, saya harus lebih sering turun langsung ke masyarakat. Pendekatan kepada tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga pemuda menjadi kunci utama. Semua diajak bersama-sama membangun wilayah agar lebih kondusif,” jelasnya.


Setelah dari Ngantang, Suwadji melanjutkan pengabdian sebagai Camat Lawang (2006–2008), kemudian Camat Turen (2008–2011). Pada tahun 2011, ia sempat menjabat sebagai Camat Kalipare meski hanya dalam kurun waktu tiga bulan. Selanjutnya, ia dipercaya memimpin Kecamatan Tumpang (2011–2012), Kecamatan Kepanjen (2012–2017), dan terakhir Kecamatan Pakisaji pada tahun 2017.

Selama menjabat di tujuh kecamatan tersebut, Suwadji dikenal sebagai pemimpin yang mampu membawa perubahan positif. Ia menegaskan bahwa keberhasilan seorang camat tidak hanya dilihat dari program kerja, tetapi juga dari stabilitas wilayah dan capaian pembangunan yang dirasakan masyarakat.

“Ukuran keberhasilan salah satunya adalah bagaimana wilayah itu kondusif, pembangunan berjalan, dan masyarakat ikut terlibat aktif. Termasuk juga intensifikasi pemasukan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), yang alhamdulillah di wilayah yang saya pimpin selalu lunas,” tuturnya.


Keberhasilan dalam optimalisasi penerimaan PBB tersebut menjadi indikator penting dalam mendukung kelancaran pembangunan di Kabupaten Malang. Menurutnya, hal itu tidak lepas dari sinergi antara pemerintah kecamatan, desa, dan masyarakat.

Suwadji menekankan bahwa kunci utama dalam memimpin wilayah adalah komunikasi yang baik dan kebersamaan dengan seluruh elemen. Ia juga mengingatkan bahwa di tengah kesibukan sebagai pemimpin, peran keluarga tetap tidak boleh diabaikan—kebersamaan dengan istri dan anak menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan hidup.

Ia selalu mengedepankan pendekatan humanis dalam setiap kebijakan, serta mendorong budaya gotong royong sebagai fondasi pembangunan.

“Kalau komunikasi berjalan baik, koordinasi kuat, dan masyarakat dilibatkan, maka tantangan seberat apapun bisa dihadapi bersama,” pungkasnya.

Dengan pengalaman panjang yang dimilikinya, Suwadji menjadi contoh nyata bagaimana seorang aparatur sipil negara mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Reporter : Matnadir 

Editor : Redaksi
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update