KabarPojokIndonesia.com -- MALANG – Pemerintah Kota Malang bersama Yayasan Synergy An Nahl Indonesia meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukoharjo 2 di Kecamatan Klojen, Jumat (27/03/2026) pagi. Kehadiran fasilitas ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pemenuhan gizi masyarakat sekaligus menggerakkan ekonomi lokal berbasis pemberdayaan warga.
Peresmian tersebut dihadiri oleh Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, M.M., serta Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah I Badan Gizi Nasional (BGN), Dr. Harjito B., S.STP., M.Si., yang mewakili Kepala BGN. Turut hadir perwakilan yayasan, kepala dinas terkait, camat, lurah, serta tokoh masyarakat setempat yang menyambut antusias hadirnya layanan ini.
SPPG Sukoharjo 2 diharapkan menjadi pusat distribusi layanan pemenuhan gizi yang terintegrasi, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan. Selain itu, keberadaannya juga dirancang untuk memberdayakan potensi lokal, mulai dari sumber daya manusia hingga pelaku usaha di wilayah sekitar.
Perwakilan Yayasan Synergy An Nahl Indonesia, Ahmad Kurniawan, menyampaikan rasa syukur atas dukungan berbagai pihak, terutama masyarakat dan media, yang turut mengawal proses hingga peresmian.
“Yang pasti kami bersyukur atas support teman-teman media dan masyarakat sekitar Sukoharjo. Tanpa mereka, kami tidak bisa berjalan sampai hari ini. Target utama kami adalah pemberdayaan seluruh potensi di kelurahan ini, baik dari SDM maupun pelaku usaha, agar bisa memberikan manfaat nyata bagi penerima bantuan,” ujarnya saat diwawancarai media.
Ia menjelaskan, yayasan berperan sebagai mitra dalam penyediaan fasilitas dan sarana prasarana, sementara teknis distribusi berada dalam kewenangan Badan Gizi Nasional. Hingga saat ini, data penerima manfaat masih dalam proses pendataan bertahap.
“Secara regulasi, maksimal bisa menjangkau hingga 3.000 penerima manfaat. Namun untuk saat ini masih bertahap, kemarin uji coba baru sekitar 200 orang. Insya Allah distribusi akan kembali berjalan pada 30 atau 31 Maret,” jelasnya.
Dalam hal tenaga kerja, Ahmad mengungkapkan bahwa proses rekrutmen mengutamakan warga setempat sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi. Dari ratusan pendaftar, hanya sekitar 48 relawan yang dapat direkrut sesuai kuota yang ditetapkan.
“Yang terpenting sesuai juknis adalah memanfaatkan sumber daya dari masyarakat sekitar lokasi SPPG. Namun tetap ada evaluasi berkala terhadap kinerja relawan, sehingga kualitas layanan tetap terjaga,” tambahnya.
Ia juga mengajak masyarakat dan media untuk turut berperan aktif dalam memberikan edukasi serta pengawasan terhadap jalannya program tersebut, guna memastikan manfaatnya dapat dirasakan secara luas dan berkelanjutan.
Dengan diresmikannya SPPG Sukoharjo 2, Pemerintah Kota Malang optimistis upaya peningkatan gizi masyarakat dapat berjalan lebih optimal, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui keterlibatan aktif warga di sekitar fasilitas tersebut.
Reporter : Matnadir
Editor : Redaksi



