KabarPojokIndonesia.com -- MALANG – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengapresiasi kinerja Badan Gizi Nasional (BGN) dalam menyelenggarakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai wilayah. Apresiasi tersebut disampaikan Emil saat ditemui di Pondok Pesantren Al-Munawwariyyah, Desa Sudimoro, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, Senin (23/2/2026) malam.
Menurut Emil, BGN telah menunjukkan kerja keras dan komitmen tinggi dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan program sekaligus melakukan evaluasi secara berkelanjutan.
“Saya mengapresiasi kerja keras BGN dalam membangun peningkatan kualitas dan mencatat segala ruang evaluasi,” ungkap Emil.
Ia menegaskan, penilaian terhadap kelancaran pelaksanaan Program MBG sebaiknya diberikan langsung oleh masyarakat sebagai penerima manfaat. Namun, berdasarkan hasil pemantauan langsung di lapangan, Emil melihat para petugas SPPG bekerja dengan penuh dedikasi dalam mendistribusikan paket makanan bergizi.
“Lancar atau tidak biarkan masyarakat yang menilai. Tapi saya melihat BGN bekerja keras dengan baik dan segala catatan dilakukan secara proaktif. Mereka bekerja dengan penuh semangat dan dedikasi,” jelasnya.
Alumnus University of New South Wales Sydney tersebut juga mengungkapkan bahwa sebelumnya telah digelar Rapat Koordinasi Tata Kelola Penyelenggaraan Program MBG di Kantor Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur pada Kamis (19/2/2026).
Rapat itu dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan, Kepala BGN Dadan Hindayana, serta perwakilan pemerintah kabupaten/kota se-Jawa Timur.
Dalam rapat koordinasi tersebut, berbagai aspek pelaksanaan MBG dibahas secara mendalam, termasuk sejumlah evaluasi yang perlu segera ditindaklanjuti. Emil menyebutkan, BGN secara aktif telah menerjunkan tim untuk melakukan pencatatan dan perbaikan terhadap berbagai temuan di lapangan.
“Segala catatan oleh BGN sendirilah yang melakukan evaluasi. Kami sebagai pemerintah daerah tentu ikut memberikan koordinasi dan mendukung sesuai kewenangan yang kami miliki,” ujarnya.
Salah satu fokus utama perbaikan, lanjut Emil, adalah percepatan penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi operasional SPPG di daerah. Sertifikasi tersebut dinilai penting untuk memastikan standar kebersihan dan keamanan pangan tetap terjaga.
Ia menjelaskan, beberapa lokasi SPPG masih memerlukan penyempurnaan, misalnya terkait faktor lingkungan sekitar yang harus sesuai dengan ketentuan kesehatan, termasuk jarak dengan aktivitas peternakan.
“Bagaimana SPPG bisa memenuhi syarat penerbitan SLHS. Ada juga yang sudah keluar SLHS namun masih perlu penyempurnaan sesuai aturan,” beber Emil.
Meski masih terdapat sejumlah catatan evaluasi, Emil menilai pelaksanaan Program MBG hingga saat ini telah dijalankan secara optimal oleh BGN dengan semangat perbaikan berkelanjutan.
“Bagaimana pencapaian sampai hari ini, menurut saya program ini dijalankan seoptimal mungkin oleh BGN dengan perbaikan yang terus dilakukan,” pungkas mantan Bupati Trenggalek tersebut.
Reporter : Matnadir
Editor : Redaksi



