KabarPojokIndonesia.com -- KABUPATEN MALANG – Kepala SDN 1 Pandanajeng, Kecamatan Tumpang, Indah Wahyu Kusuma Dewi, S.Pd.I., M.Pd.I, berharap agar bangunan SDN 1 Pandanajeng segera direnovasi. Pasalnya, sekolah tersebut tercatat telah mengalami dua kali ambrol sepanjang tahun 2025. Pernyataan tersebut disampaikannya pada Senin (26/01/2026).
Saat diwawancarai media Kabar Pojok Indonesia, Indah Wahyu menyampaikan bahwa meskipun jumlah murid masih minim, SDN 1 Pandanajeng merupakan sekolah yang memiliki potensi besar untuk terus berkembang. Ia menegaskan bahwa kualitas sumber daya manusia (SDM) guru di sekolah tersebut tergolong baik.
“Sekolah kami termasuk sekolah yang berpotensi. Guru-gurunya juga memiliki SDM yang bagus. Bahkan sekolah kami sering dikunjungi oleh berbagai universitas,” ungkapnya.
Ia menyebutkan sejumlah perguruan tinggi yang kerap melakukan kunjungan akademik ke SDN 1 Pandanajeng, di antaranya UIN, Unisma, Universitas Widya Karya Malang, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), hingga Universitas Negeri Malang.
“Dengan seringnya dikunjungi universitas, kami merasa itu menjadi bukti bahwa sekolah kami memiliki potensi untuk berkembang,” tambahnya.
Namun demikian, Indah Wahyu mengungkapkan bahwa permasalahan utama yang saat ini dihadapi sekolahnya adalah kondisi bangunan yang sudah memprihatinkan. Terdapat tiga ruang kelas yang terakhir direnovasi pada tahun 2009 dan kini telah masuk kategori rusak berat.
“Bangunan itu sudah hampir 20 tahun. Atapnya sering ambrol. Bahkan saat hujan disertai angin besar, atap sempat ambruk dua kali,” jelasnya.
Akibat kondisi tersebut, pihak sekolah terpaksa melakukan perbaikan sementara secara swadaya menggunakan dana pribadi guru demi menjaga keselamatan siswa. Saat ini, ruang kelas yang terdampak digunakan oleh siswa kelas 1, 2, dan 3, sehingga faktor keamanan menjadi perhatian serius. “Keamanan anak-anak sangat meresahkan kalau tidak segera dibenahi,” tegasnya.
Indah Wahyu menyebutkan bahwa pihak sekolah telah mengajukan permohonan perbaikan ke Dinas Pendidikan dan masuk dalam usulan Dana Alokasi Khusus (DAK) dengan kategori rusak berat. Ia berharap pada tahun 2026 ini pemerintah dapat segera merealisasikan perbaikan tersebut.
“Harapan kami kepada pemerintah, khususnya Dinas Pendidikan, agar pembenahan gedung ini benar-benar ditindaklanjuti dan terealisasi pada tahun 2026,” pungkasnya.
Sebagai tambahan informasi, SDN 1 Pandanajeng saat ini memiliki 125 siswa, dengan jumlah tenaga pendidik dan kependidikan sebanyak 13 orang. Sementara itu, Indah Wahyu Kusuma Dewi diketahui baru dilantik sebagai kepala sekolah pada Februari 2025 lalu.
Reporter : M. Abdul R
Editor : Matnadir



