KabarPojokIndonesia.com -- MALANG – Ribuan warga memadati sepanjang jalan di depan Kantor Desa Pujiharjo, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, Selasa (21/07/2026), dalam rangka Tasyakuran Bersih Desa sekaligus peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-94 Desa Pujiharjo. Tradisi tahunan yang sarat nilai budaya tersebut berlangsung meriah sebagai wujud rasa syukur masyarakat atas limpahan hasil pertanian dan perikanan sekaligus upaya melestarikan warisan leluhur.
Acara dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang Dr. Ir. Budiar Anwar, M.Si., sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Malang, Camat Tirtoyudo Nita Dwi Prasetyaningtyas, S.STP., M.AP., Kepala Desa Pujiharjo Hendik Arso, jajaran TNI-Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ribuan warga yang antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Dalam sambutannya, Sekda Kabupaten Malang mengaku memiliki kedekatan emosional dengan Desa Pujiharjo karena telah berkali-kali berkunjung ke wilayah tersebut sejak bertahun-tahun lalu.
"Saya mengucapkan selamat Hari Jadi Desa Pujiharjo yang ke-94. Saya sudah sering datang ke sini sejak tahun 2015. Sejarah Desa Pujiharjo yang tadi disampaikan sangat luar biasa dan layak dibukukan sebagai bagian dari wisata sejarah desa," ujar Budiar Anwar.
Menurutnya, Desa Pujiharjo memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi desa wisata karena memiliki kombinasi keindahan alam yang lengkap, mulai dari pantai, kawasan pertanian, perkebunan kopi dan pisang, hingga kawasan nelayan.
Ia menilai potensi tersebut harus dikembangkan melalui inovasi ekonomi masyarakat, termasuk pengolahan hasil pertanian.
"Saya melihat pantainya bagus, jalannya juga sudah baik, pertaniannya luar biasa, ada kopi dan pisang. Yang masih kurang adalah industri olahan seperti pabrik keripik pisang. Kalau itu dikembangkan tentu akan menambah pendapatan masyarakat," katanya.
Selain sektor pertanian, Sekda juga menyoroti keberadaan Kampung Nelayan yang mendapat dukungan dari pemerintah pusat melalui pembangunan infrastruktur, termasuk akses jalan dan normalisasi muara agar kapal nelayan dapat bersandar dengan lebih mudah.
Menurutnya, sinergi pemerintah desa, pemerintah daerah, hingga pemerintah pusat harus terus diperkuat agar kesejahteraan masyarakat semakin meningkat.
Pada kesempatan tersebut, Budiar Anwar juga menyampaikan komitmen Pemerintah Kabupaten Malang dalam membantu masyarakat kurang mampu melalui program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) maupun Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari pemerintah pusat.
"Khusus masyarakat yang membutuhkan bedah rumah, terutama janda kurang mampu, silakan didata. Pemerintah Kabupaten Malang siap membantu dan mengawal agar program tersebut bisa diterima masyarakat yang benar-benar membutuhkan," tegasnya.
Tidak hanya itu, sebagai bentuk kepedulian pribadi terhadap Desa Pujiharjo, Sekda juga menyerahkan bantuan sebesar Rp5 juta kepada Pemerintah Desa Pujiharjo.
"Saya secara pribadi membantu lima juta rupiah. Semoga bermanfaat dan membawa berkah bagi masyarakat Desa Pujiharjo," ucapnya yang disambut tepuk tangan warga.
Sementara itu, Camat Tirtoyudo Nita Dwi Prasetyaningtyas mengatakan tradisi Bersih Desa atau "Encek-Encek" merupakan budaya lokal yang harus terus dijaga karena memiliki makna yang sangat mendalam.
Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil panen, hasil laut, serta berbagai rezeki yang diterima masyarakat.
Selain itu, tradisi tersebut juga menjadi penghormatan kepada para leluhur yang telah membuka dan membangun Desa Pujiharjo hingga berkembang seperti saat ini.
"Yang paling penting lagi, kegiatan ini menjadi sarana mempererat persatuan dan kebersamaan masyarakat. Kekompakan warga Desa Pujiharjo sangat luar biasa dan inilah budaya yang harus terus dilestarikan," ujarnya.
Nita juga mengapresiasi berbagai program pemerintah yang telah masuk ke Desa Pujiharjo, termasuk pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih yang diyakini mampu meningkatkan perekonomian masyarakat pesisir.
Ke depan, Pemerintah Kecamatan Tirtoyudo berharap seluruh desa di wilayahnya mampu mengembangkan potensi unggulan masing-masing.
"Kecamatan Tirtoyudo memiliki 13 desa. Harapan kami semua desa mampu mengembangkan potensi yang dimiliki. Komoditas unggulan kami adalah kopi, sedangkan Desa Pujiharjo memiliki kekuatan di sektor perikanan dan wisata pantai. Semua itu harus terus dikembangkan agar ekonomi masyarakat semakin maju," jelasnya.
Ia juga menyatakan dukungan penuh terhadap program-program pembangunan, termasuk bantuan RTLH bagi masyarakat yang membutuhkan.
Di sisi lain, Kepala Desa Pujiharjo Hendik Arso menjelaskan bahwa peringatan HUT ke-94 Desa Pujiharjo menjadi momentum mengenang sejarah berdirinya desa yang bermula dari kedatangan empat nelayan pada tahun 1925.
Menurut cerita turun-temurun, para nelayan menemukan lahan yang subur saat mencari ikan. Dari peristiwa itulah kemudian banyak warga datang membuka lahan hingga akhirnya pada tahun 1932 resmi berdiri sebagai Desa Pujiharjo, yang sebelumnya masih menjadi bagian dari Desa Wonorejo.
"Tujuan utama kegiatan ini adalah mengenang lahirnya Desa Pujiharjo sekaligus memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar desa kami selalu diberi keberkahan, hasil pertanian dan laut yang melimpah serta dijauhkan dari berbagai musibah," katanya.
Ia menjelaskan, Desa Pujiharjo dihuni sekitar 7.200 jiwa atau sekitar 2.300 kepala keluarga yang tersebar di dua dusun, yakni Dusun Sepelot dan Dusun Krajan.
Mayoritas penduduk bekerja sebagai petani sekitar 60 persen, sedangkan 40 persen lainnya merupakan nelayan.
Menurut Hendik, Desa Pujiharjo dikenal sebagai desa yang selalu hidup dengan berbagai kegiatan budaya dan keagamaan sepanjang tahun.
"Mulai dari perayaan Natal, Paskah, Idulfitri, Petik Laut, Bersih Desa hingga ulang tahun desa selalu kami laksanakan. Semua berjalan dengan semangat gotong royong. Warga tidak dipungut iuran, tetapi memberikan sumbangan secara sukarela melalui tradisi buwuhan," jelasnya.
Rangkaian peringatan HUT Desa juga dimeriahkan berbagai kegiatan masyarakat, termasuk lomba musik patrol yang diikuti puluhan RT sehingga semakin menambah semarak suasana.
Warga yang hadir mengaku senang karena tradisi Bersih Desa tetap dilestarikan setiap tahun. Selain menjadi hiburan rakyat, kegiatan tersebut juga mempererat tali silaturahmi dan menjadi kebanggaan masyarakat Desa Pujiharjo yang terus menjaga nilai-nilai budaya di tengah perkembangan zaman.
REPORTER : Matnadir
EDITOR : Redaksi









Tidak ada komentar:
Posting Komentar