KabarPojokIndonesia.com -- MALANG – Pemerintah Kabupaten Malang kembali memperkuat sinergi dengan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) Cabang Kepanjen melalui penandatanganan Perpanjangan Kesepakatan Bersama (Memorandum of Understanding/MoU) tentang Pemanfaatan Jasa Layanan Perbankan di Wilayah Kabupaten Malang. Kegiatan yang dirangkai dengan silaturahmi bersama Bupati Malang tersebut berlangsung di Ruang Pringgitan Pendopo Kabupaten Malang, Senin (20/07/2026) pagi.
Penandatanganan kesepakatan bersama tersebut dipimpin oleh Bupati Malang, Drs. H. M. Sanusi, M.M., dan dihadiri langsung oleh Direktur Keuangan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk., R.M. Wahyukusumo Wisnubroto, Pimpinan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk. Cabang Kepanjen, Satria Dananjaya, serta jajaran Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Malang.
Kesepakatan bersama ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat sinergi antara Pemerintah Kabupaten Malang dan Bank Jatim sebagai mitra strategis pembangunan daerah. Kerja sama tersebut diharapkan mampu menghadirkan sistem layanan keuangan yang semakin modern, efektif, aman, serta mudah diakses oleh masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Malang Drs. H. M. Sanusi, M.M. menyampaikan bahwa kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Malang dan Bank Jatim memiliki peran strategis dalam mendukung tata kelola keuangan daerah, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Menurutnya, sinergi yang telah terjalin selama ini perlu terus diperkuat agar mampu mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam layanan keuangan berbasis digital.
Sementara itu, usai acara, Pimpinan Bank Jatim Cabang Kepanjen, Satria Dananjaya, saat diwawancarai Media Kabar Pojok Indonesia, menjelaskan bahwa penandatanganan MoU tersebut merupakan perpanjangan kerja sama yang dilakukan setiap lima tahun sekali.
"Ini adalah penandatanganan Kesepakatan Bersama antara Pemerintah Kabupaten Malang dengan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk Kantor Cabang Kepanjen tentang pemanfaatan jasa layanan perbankan di wilayah Kabupaten Malang. Kerja sama ini menjadi momentum untuk semakin memperkuat sinergi antara Bank Jatim dan Pemerintah Kabupaten Malang," ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Bank Jatim bukan sekadar lembaga perbankan, melainkan bank milik masyarakat Jawa Timur yang keuntungan usahanya akan kembali memberikan manfaat kepada daerah.
"Semakin besar transaksi yang dilakukan melalui Bank Jatim, maka dampaknya juga akan kembali kepada masyarakat daerah. Salah satunya melalui dividen yang diterima pemerintah daerah. Untuk tahun buku 2025 saja, dividen yang masuk mencapai sekitar Rp14,3 miliar. Semakin tinggi aktivitas transaksi, tentu akan berpengaruh terhadap peningkatan dividen daerah," jelas Satria.
Menurutnya, apabila transaksi keuangan pemerintah maupun masyarakat dilakukan melalui Bank Jatim, manfaat ekonominya akan lebih terasa dibandingkan apabila menggunakan bank lain, karena hasil usaha Bank Jatim akan kembali mendukung pembangunan di daerah.
"Itulah yang ingin kami tekankan. Ekosistem transaksi dari hulu hingga hilir diharapkan berada di Bank Jatim sehingga manfaatnya benar-benar kembali kepada masyarakat Jawa Timur," katanya.
Selain memperpanjang kerja sama, Bank Jatim juga berkomitmen meningkatkan kualitas layanan digital agar mampu bersaing di era transformasi perbankan modern.
"Melalui perpanjangan MoU ini, sinerginya akan kami tambah lagi, termasuk penguatan layanan digital agar tidak kalah dalam persaingan industri perbankan. Kami ingin memberikan pelayanan yang semakin cepat, mudah, dan modern kepada pemerintah maupun masyarakat," ungkapnya.
Satria juga menggambarkan hubungan antara Bank Jatim dan Pemerintah Kabupaten Malang bukan sekadar hubungan kemitraan biasa, melainkan hubungan yang bersifat kekeluargaan.
"Hubungan Bank Jatim dengan pemerintah daerah ini ibarat bapak dan anak. Jadi bukan hanya mitra bisnis, tetapi satu keluarga, satu ekosistem, satu lingkaran.
Apa yang kami lakukan pada akhirnya akan kembali lagi manfaatnya kepada masyarakat," tuturnya.
Ia menambahkan, Bank Jatim akan terus berupaya memberikan solusi terhadap berbagai kebutuhan layanan keuangan pemerintah daerah, termasuk mendukung pengembangan UMKM, peningkatan pendapatan daerah, dan percepatan digitalisasi pelayanan publik.
"Harapan kami tentu sinergi ini terus terjalin. Apa pun kendalanya akan kami coba berikan solusi yang maksimal. Intinya, Bank Jatim ingin terus tumbuh bersama Pemerintah Kabupaten Malang dan masyarakat demi kemajuan daerah," pungkas Satria Dananjaya.
Dengan diperpanjangnya MoU tersebut, diharapkan kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Malang dan Bank Jatim Cabang Kepanjen semakin solid dalam mendukung pembangunan daerah, mempercepat transformasi digital, memperkuat sektor UMKM, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Malang.
REPORTER : Matnadir
EDITOR : Redaksi








Tidak ada komentar:
Posting Komentar