Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

H. Makhrus Sholeh: APPSI Harus Jadi Penggerak Kebangkitan Pasar Tradisional Kabupaten Malang

Minggu, 19 Juli 2026 | Juli 19, 2026 WIB Last Updated 2026-07-19T09:06:14Z

KabarPojokIndonesia.com
-- KABUPATEN MALANG – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kabupaten Malang menggelar Musyawarah Daerah (Musda), Pengukuhan dan Pelantikan Pengurus di Pendopo Desa Tawangrejeni, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Minggu (19/07/2026).

Acara berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pengurus APPSI Jawa Timur, pengurus DPD APPSI Kabupaten Malang, kepala pasar, para pedagang pasar tradisional, tokoh masyarakat, serta tamu undangan dari berbagai daerah.

Musda ini menjadi momentum penting bagi APPSI Kabupaten Malang untuk memperkuat organisasi sekaligus menyusun strategi dalam meningkatkan daya saing pasar tradisional di tengah pesatnya perkembangan perdagangan digital dan e-commerce.


Dalam kesempatan itu, H. Rahmat Kartala resmi dipercaya memimpin DPD APPSI Kabupaten Malang. Kepengurusan baru diharapkan mampu menghadirkan berbagai program nyata yang berpihak kepada pedagang pasar tradisional.

Saat diwawancarai Media Kabar Pojok Indonesia, Pembina APPSI Kabupaten Malang, H. Makhrus Sholeh, menyampaikan permohonan maaf karena terlambat menghadiri acara akibat menghadiri kegiatan lain di Kota Malang.

"Saya mohon maaf kepada Pak Ketua dan seluruh teman-teman, karena tadi ada kegiatan di Kota Malang sehingga saya datang sedikit terlambat," ujarnya.


Ia mengawali keterangannya dengan mengucapkan selamat kepada Ketua DPD APPSI Kabupaten Malang yang baru dilantik.

"Pertama saya mengucapkan selamat kepada saudara sekaligus sahabat saya, Haji Rahmat Kartala. Beliau merupakan tokoh masyarakat di Malang Raya, khususnya Malang Selatan, yang selama ini telah banyak membantu masyarakat sehingga dipercaya memimpin APPSI Kabupaten Malang," katanya.

Sebagai pembina, H. Makhrus berharap kepengurusan baru mampu membangun organisasi yang solid mulai dari tingkat kabupaten hingga pasar-pasar tradisional.


"Yang pertama adalah memperkuat struktur organisasi. Pilih orang-orang yang memiliki semangat, kemampuan, dan potensi untuk membenahi pasar tradisional. Organisasi harus tertata dengan baik agar mampu bekerja maksimal," tegasnya.

Selain penguatan organisasi, ia juga menekankan pentingnya penyusunan program kerja yang terukur.

"Kepengurusan baru harus menyusun program jangka pendek, jangka menengah, hingga jangka panjang selama lima tahun ke depan. Program itu jangan hanya menjadi rencana, tetapi harus benar-benar diimplementasikan di lapangan sehingga manfaatnya dirasakan langsung oleh para pedagang," ujarnya.

Menurutnya, kondisi pasar tradisional saat ini menghadapi tantangan yang sangat berat akibat perubahan pola belanja masyarakat.
"Persaingan sekarang luar biasa, terutama dengan hadirnya e-commerce. Karena itu pasar tradisional harus terus berbenah. Pasar harus hidup kembali, bersih, rapi, aman, nyaman, dan mampu mengikuti kebutuhan pembeli saat ini," ungkapnya.

Ia juga membuka peluang kolaborasi antara APPSI dengan berbagai organisasi, termasuk HKTI, dalam mendukung program pemerintah.

"Kita ini adalah kepanjangan tangan pemerintah. APPSI dan HKTI memiliki tujuan yang sama untuk membantu masyarakat. Arahan Ketua Umum APPSI adalah mendengarkan aspirasi masyarakat dan menyampaikannya kepada pemerintah pusat agar menjadi program yang benar-benar dibutuhkan rakyat," jelasnya.

H. Makhrus juga menyoroti kebutuhan pembangunan pasar baru di Kabupaten Malang. Menurutnya, dengan luas wilayah Kabupaten Malang yang memiliki 33 kecamatan dan sekitar 34 pasar, masih terdapat wilayah yang membutuhkan fasilitas pasar tradisional.

"Contohnya di wilayah Ampelgading yang cukup jauh dari pasar. Nanti kita akan turun mendengar aspirasi masyarakat. Kalau memang dibutuhkan penambahan pasar menjadi 35 pasar, tentu itu akan kita perjuangkan bersama pemerintah," katanya.

Sementara itu, Ketua DPD APPSI Kabupaten Malang, H. Rahmat Kartala, menyampaikan bahwa amanah yang diterimanya merupakan tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan penuh komitmen.

"Ini adalah amanah yang diberikan oleh DPW APPSI kepada kami. Momentum ini harus benar-benar kami laksanakan dengan sebaik-baiknya demi kemajuan pedagang pasar tradisional di Kabupaten Malang," ujarnya.

Menurut Rahmat Kartala, APPSI akan terus membangun komunikasi dengan masyarakat, pengelola pasar, pemerintah daerah, hingga pemerintah pusat agar berbagai program dapat dirasakan langsung oleh para pedagang.

"Kami berharap Kabupaten Malang nantinya mendapatkan berbagai program dari pusat. Tadi momentum ini sangat baik karena dihadiri DPW, tokoh masyarakat, kepala pasar, sehingga menjadi awal yang baik untuk memperjuangkan kepentingan pedagang pasar," katanya.

Ia mengakui bahwa kondisi pasar tradisional saat ini sedang menghadapi tantangan yang tidak ringan.

"Kalau kita melihat kondisi sekarang, pasar memang sedang lesu. Karena itu prioritas pertama kami adalah mendorong rehabilitasi dan perbaikan pasar agar fasilitas menjadi lebih layak, nyaman, bersih, dan menarik bagi masyarakat untuk kembali berbelanja di pasar tradisional," tegasnya.

Rahmat menambahkan bahwa APPSI Kabupaten Malang akan menjadi wadah perjuangan para pedagang sekaligus mitra strategis pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan.

Melalui kepengurusan yang baru, APPSI Kabupaten Malang diharapkan mampu menghadirkan inovasi, memperjuangkan berbagai kebutuhan pedagang, meningkatkan kualitas pengelolaan pasar, serta memperkuat keberadaan pasar tradisional sebagai pusat ekonomi rakyat yang mampu bersaing di era digital.

Musda dan pelantikan pengurus tersebut menjadi langkah awal bagi APPSI Kabupaten Malang untuk menghadirkan organisasi yang lebih solid, profesional, dan responsif terhadap berbagai persoalan yang dihadapi pedagang pasar tradisional, sekaligus mendukung program pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan sektor ekonomi kerakyatan.

REPORTER : Matnadir 

EDITOR : Redaksi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update