KabarPojokIndonesia.com -- KABUPATEN MALANG – Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Pramuwisata Indonesia (DPC HPI) Kabupaten Malang bekerja sama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang menggelar kegiatan Penguatan Kapasitas Pramuwisata Kabupaten Malang yang berlangsung selama tiga hari, mulai 10 hingga 12 Juni 2026, bertempat di Pendopo Agung Kabupaten Malang.
Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) pariwisata, khususnya para pemandu wisata yang selama ini aktif mempromosikan berbagai destinasi unggulan di Kabupaten Malang.
Peserta yang mengikuti pelatihan berasal dari berbagai wilayah wisata potensial di Kabupaten Malang, di antaranya dari kawasan Malang Selatan, Bantur, Ampelgading, Poncokusumo, serta sejumlah destinasi unggulan lainnya yang selama ini menjadi magnet wisatawan domestik maupun mancanegara.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang, Drs. Firmando Hasiholan Matondang, M.M., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah daerah dan HPI untuk membangun kompetensi dasar para pemandu wisata agar mampu memberikan pelayanan yang profesional kepada wisatawan.
"Kegiatan ini kami laksanakan selama tiga hari bersama Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kabupaten Malang dalam rangka membekali para pemandu wisata agar memiliki kemampuan dasar dalam memandu wisatawan. Mereka tersebar di berbagai destinasi wisata dan selama ini banyak yang belum tergabung dalam asosiasi resmi," ujar Firmando saat diwawancarai Kabar Pojok Indonesia.
Menurutnya, para peserta yang mengikuti pelatihan merupakan individu-individu kreatif yang selama ini aktif memasarkan destinasi wisata Kabupaten Malang melalui berbagai cara, termasuk melalui media sosial.
"Mereka ini sebenarnya adalah pemasar wisata yang luar biasa. Selama ini mungkin ada yang bergerak secara mandiri, namun melalui program ini kami ingin merangkul, mendidik, dan membina mereka agar semakin profesional dalam mempromosikan wisata Kabupaten Malang," jelasnya.
Firmando menambahkan bahwa keterbatasan anggaran membuat jumlah peserta yang dapat mengikuti program kali ini masih terbatas sekitar 40 orang, meskipun minat masyarakat untuk bergabung cukup tinggi.
"Di luar sana masih banyak yang ingin mengikuti kegiatan seperti ini. Karena keterbatasan anggaran, saat ini kami baru mampu mengakomodasi sekitar 40 peserta. Namun ke depan kami berharap program serupa bisa terus berlanjut sehingga semakin banyak pelaku wisata yang mendapatkan pembinaan," katanya.
Menariknya, para peserta yang mengikuti pelatihan ini tidak hanya memiliki kemampuan memandu wisatawan secara langsung, tetapi juga aktif sebagai kreator konten digital yang mempromosikan destinasi wisata Kabupaten Malang melalui berbagai platform media sosial.
"Bahkan ada di antara mereka yang kontennya sudah ditonton hingga puluhan ribu orang. Ini menunjukkan bahwa promosi wisata saat ini tidak hanya dilakukan secara konvensional, tetapi juga melalui kekuatan media digital. Karena itu kami arahkan dan dampingi agar promosi yang mereka lakukan semakin efektif dan profesional," imbuhnya.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan berbagai materi dari narasumber profesional yang berasal dari berbagai daerah, termasuk dari HPI Jakarta, HPI Sidoarjo, serta praktisi pariwisata dari Balikpapan. Materi yang diberikan mencakup teknik kepemanduan, pelayanan wisatawan, komunikasi lintas budaya, hingga strategi menghadapi wisatawan dari berbagai negara seperti Tiongkok, Singapura, dan Malaysia.
Tidak hanya berhenti pada pelatihan selama tiga hari, para peserta juga akan mendapatkan pendampingan lanjutan selama tiga bulan melalui forum komunikasi yang difasilitasi oleh HPI.
"Mereka akan terus didampingi selama tiga bulan melalui forum komunikasi dan grup koordinasi. Jadi setelah pelatihan selesai, proses belajar tetap berjalan sehingga ilmu yang diperoleh dapat diterapkan secara maksimal di lapangan," terang Firmando.
Ia menegaskan bahwa pembangunan sektor pariwisata tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah semata, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
"Pariwisata Kabupaten Malang bukan hanya milik pemerintah, tetapi milik seluruh masyarakat Kabupaten Malang. Karena itu masyarakat harus memiliki kemampuan untuk memasarkan potensi wisata yang ada. Salah satu wadahnya adalah melalui HPI," tegasnya.
Di akhir wawancara, Firmando berharap program penguatan kapasitas pramuwisata ini dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan jumlah kunjungan wisatawan ke Kabupaten Malang sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
"Harapan kami ke depan kunjungan wisata ke Kabupaten Malang terus meningkat. Di tengah berbagai tantangan dan keterbatasan anggaran, sektor pariwisata diharapkan mampu memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah. Oleh karena itu, tenaga-tenaga profesional di masyarakat harus terus kita bangun dan kita kuatkan," pungkasnya.
Dengan adanya sinergi antara DPC HPI Kabupaten Malang dan Disparbud Kabupaten Malang ini, diharapkan lahir semakin banyak pramuwisata profesional yang mampu menjadi ujung tombak promosi destinasi wisata Kabupaten Malang, baik di tingkat nasional maupun internasional.
REPORTER : Matnadir
EDITOR : Redaksi




Tidak ada komentar:
Posting Komentar