KabarPojokIndonesia.com -- MALANG – Suasana penuh khidmat dan semangat kebersamaan mewarnai pembukaan Jauhar Muharram Singhasari IV yang digelar di Lapangan Tumapel Singosari, Kabupaten Malang, Sabtu (13/6/2026) malam. Acara yang menjadi bagian dari peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah tersebut secara resmi dibuka oleh Bupati Malang Drs. H. M. Sanusi, M.M., didampingi Camat Singosari Wellem, S.Sos.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolsek Singosari, Danramil Singosari, tokoh agama, tokoh masyarakat, perwakilan berbagai organisasi kemasyarakatan, serta ribuan warga yang memadati area Lapangan Tumapel.
Kegiatan Jauhar Muharram Singhasari IV menjadi momentum penting untuk mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus memperkuat persatuan masyarakat lintas organisasi dan lintas elemen yang ada di Kecamatan Singosari.
Dalam sambutannya, Bupati Malang H. M. Sanusi menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh pihak yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut dengan meriah dan penuh makna.
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Malang, saya mengapresiasi panitia Jauhar Muharram yang telah menyelenggarakan kegiatan ini dengan sangat baik. Selama 11 hari rangkaian acara telah dipersiapkan dan dilaksanakan dengan luar biasa. Mudah-mudahan semuanya berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat," ujar Sanusi.
Bupati menilai kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana syiar Islam dan peringatan Tahun Baru Hijriah, tetapi juga mampu mengangkat potensi serta kearifan lokal yang dimiliki Singosari.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah upaya mengangkat buah langsat (langsep) sebagai produk unggulan lokal melalui berbagai sajian dan tradisi tumpengan yang ditampilkan dalam kegiatan tersebut.
Menurut Sanusi, setiap wilayah di Kabupaten Malang perlu memiliki identitas produk unggulan masing-masing sebagai penggerak ekonomi masyarakat.
"Kita ingin setiap daerah memiliki produk lokal yang menjadi kebanggaan. One Village One Product, One Village One Destination. Kabupaten Malang memiliki banyak potensi yang harus terus dikembangkan," tegasnya.
Ia kemudian menyebut sejumlah produk unggulan yang telah berkembang di berbagai wilayah Kabupaten Malang, mulai dari durian Ngantang, kelengkeng Kasembon dan Tumpang, apel Pujon dan Poncokusumo, hingga garam tunnel di Donomulyo serta pengembangan pertanian kentang modern di kawasan Ngadas.
Menurutnya, pengembangan potensi lokal tersebut terbukti mampu meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi generasi muda.
"Semakin hari semakin banyak produk lokal yang menjadi tumpuan ekonomi masyarakat Kabupaten Malang. Ini harus terus didorong agar kesejahteraan masyarakat semakin meningkat," katanya.
Sementara itu, Ketua Panitia Jauhar Muharram Singhasari IV, Ustadz Ahsani Fathurrahman, menjelaskan bahwa kegiatan Jauhar Muharram sebenarnya memiliki sejarah panjang di Singosari.
Ia menyebut acara tersebut pernah digelar pada awal tahun 1990-an, namun sempat terhenti setelah Lapangan Tumapel digunakan sebagai pasar sementara.
"Jauhar Muharram pernah dilaksanakan pada tahun 1992 dan 1994. Setelah itu berhenti cukup lama. Banyak sesepuh yang berharap kegiatan ini bisa dihidupkan kembali karena memiliki nilai sejarah dan manfaat besar bagi masyarakat," jelasnya.
Menurut Ahsani, Jauhar Muharram merupakan kegiatan yang bersifat inklusif dan melibatkan berbagai elemen masyarakat tanpa memandang latar belakang organisasi.
"Ada unsur NU, Muhammadiyah, LDII, Persis, pemerintah kecamatan, desa, hingga berbagai komunitas masyarakat. Bahkan unsur lintas agama juga turut hadir. Harapannya semua bisa bersinergi, saling mengenal, menjaga kerukunan, dan bersama-sama membangun Singosari," ungkapnya.
Selain sebagai syiar Islam, kegiatan ini juga menjadi wadah pengembangan UMKM, promosi budaya lokal, serta pelestarian identitas sejarah Singosari yang dikenal sebagai kawasan bersejarah peninggalan Kerajaan Singhasari.
Panitia berharap Jauhar Muharram dapat menjadi agenda tahunan berskala besar yang mampu mengangkat potensi wisata religi, wisata budaya, pendidikan, dan ekonomi kreatif di Kecamatan Singosari.
Dengan semangat kebersamaan yang ditunjukkan seluruh elemen masyarakat, Jauhar Muharram Singhasari IV diharapkan menjadi simbol persatuan sekaligus motor penggerak pembangunan sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat Singosari di masa mendatang.
REPORTER : Matnadir
EDITOR : Redaksi




Tidak ada komentar:
Posting Komentar