KabarPojokIndonesia.com -- KOTA MALANG – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-112 Kota Malang, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang menggelar kegiatan bertema “Malang Kota Bersih Menuju Adipura untuk Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik dan Indah)” yang berlangsung di Hall Malang Creative Center (MCC) Lantai 7, Senin (11/05/2026) siang.
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Forkopimda Kota Malang, kepala OPD, camat dan lurah, perwakilan sekolah, rumah sakit, komunitas lingkungan, bank sampah, dunia usaha, perguruan tinggi hingga tokoh masyarakat dan pegiat lingkungan.
Wali Kota Malang, Dr. Ir. Wahyu Hidayat, M.M., dalam sambutannya menegaskan bahwa momentum HUT ke-112 Kota Malang harus menjadi pengingat perjalanan panjang pembangunan kota sekaligus menjadi semangat baru untuk bergerak maju menghadapi berbagai tantangan perkotaan, khususnya persoalan lingkungan dan sampah.
Menurutnya, tema besar Kota Malang tahun ini yakni “Maju Kelas, Bergerak Lintas dan Berkelas” menjadi wujud semangat kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam menyelesaikan persoalan bersama.
“Banyak persoalan perkotaan yang harus kita selesaikan bersama. Karena itu kita harus bergerak lintas, tidak bisa hanya pemerintah sendiri. Kegiatan hari ini adalah salah satu bentuk nyata kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, pengusaha, perbankan dan para pegiat lingkungan,” ujar Wahyu Hidayat.
Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini telah memberikan perhatian dan kontribusi nyata terhadap kebersihan serta pengelolaan lingkungan di Kota Malang.
Wali Kota menekankan pentingnya membangun kesadaran masyarakat sejak dari rumah tangga dalam memilah sampah organik dan anorganik. Menurutnya, perubahan besar dimulai dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten oleh masyarakat.
“Kesadaran masyarakat menjadi kunci utama. Mulai dari rumah tangga, bagaimana memilah sampah organik dan anorganik dari diri sendiri. Dari yang kecil akan menjadi besar. Ini yang harus terus kita bangun bersama,” tegasnya.
Ia juga meminta seluruh camat, lurah, RT dan RW untuk aktif memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pengelolaan sampah serta mendorong pemanfaatan sarana pendukung seperti tong sampah dan gerobak sampah melalui kolaborasi bersama berbagai pihak.
“Permasalahan sampah ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama. Dengan gotong royong dan kolaborasi, saya optimistis Kota Malang dapat kembali meraih Adipura,” tambahnya.
Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen bersama menuju Kota Malang yang bersih, sehat, indah dan berkelanjutan.
Ia menjelaskan kegiatan dilaksanakan berdasarkan sejumlah regulasi, di antaranya Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, Peraturan Menteri Lingkungan Hidup tentang Adipura dan pengurangan sampah oleh produsen, serta aturan terkait pengelolaan sampah nasional.
“Tujuan kegiatan ini adalah membangun kesepahaman dan komitmen bersama untuk menghadirkan transformasi nyata menuju kota yang bersih, sehat, indah dan berkelanjutan,” jelas Gamaliel.
Disebutkan, total peserta yang mengikuti kegiatan mencapai sekitar 600 orang, terdiri dari peserta pameran dari sekolah, rumah sakit dan komunitas lingkungan, peserta seminar, penerima penghargaan hingga tamu undangan.
Selain seminar dan pameran lingkungan, DLH Kota Malang juga memberikan penghargaan kepada berbagai pihak yang dinilai memiliki kontribusi nyata dalam mendukung penyelenggaraan lingkungan hidup di Kota Malang, mulai dari sekolah, komunitas, bank sampah, pelaku usaha hingga masyarakat umum.
Penghargaan tersebut diberikan berdasarkan penilaian DLH terhadap inovasi, partisipasi aktif serta dampak positif yang telah dilakukan dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Dalam kesempatan itu, Gamaliel juga mengungkapkan bahwa Kota Malang saat ini menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan sampah seiring meningkatnya jumlah penduduk dan aktivitas ekonomi.
“Timbulan sampah di Kota Malang saat ini mencapai hampir 800 ton per hari. Ini menjadi pengingat bahwa persoalan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Karena itu, DLH Kota Malang terus mendorong kolaborasi dengan masyarakat dan dunia usaha melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dalam mendukung pengelolaan lingkungan hidup.
Menariknya, penghargaan yang diberikan dalam kegiatan tersebut dibuat dari bahan daur ulang sampah berbentuk miniatur Tugu Balai Kota Malang sebagai simbol bahwa pengelolaan sampah tidak berhenti pada proses pengolahan semata, namun juga mampu menghasilkan karya bernilai dan bermanfaat.
Kegiatan berlangsung meriah dengan berbagai penampilan hiburan edukatif bertema lingkungan serta ajakan kepada masyarakat untuk semakin peduli terhadap kebersihan Kota Malang demi mewujudkan lingkungan yang aman, sehat, resik dan indah menuju Adipura 2026.
REPORTER : Matnadir
EDITOR : Redaksi



