KabarPojokIndonesia.com -- MALANG – Pendopo Agung Kabupaten Malang dipenuhi suasana meriah dan penuh keakraban dalam gelaran Turnamen Organisasi Olahraga Domino (ORADO) yang diikuti hampir 270 peserta dari berbagai daerah, Sabtu (16/05/2025) pagi. Kegiatan yang diinisiasi oleh Gus Ainun selaku CEO Times Indonesia tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi permainan kartu domino, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi sekaligus melatih kemampuan berpikir dan konsentrasi.
Turnamen bergengsi ini dihadiri langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Dr. Ir. Budiar Anwar, M.Si. Selain itu, turut hadir Ketua DPRD Kota Malang, jajaran Forkopimda Malang Raya, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Malang, CEO Tugu Jatim, KONI Kota Malang, Ketua Panitia, para sponsor, serta ratusan peserta yang antusias mengikuti jalannya perlombaan.
Sejak pagi hari, suasana Pendopo Agung tampak ramai dengan para peserta yang datang membawa semangat kompetisi dan kebersamaan. Turnamen domino ini menjadi salah satu kegiatan yang cukup menarik perhatian masyarakat karena dinilai mampu menghadirkan hiburan sehat sekaligus membangun komunikasi antarwarga dari berbagai kalangan.
Dalam sambutannya, Sekda Kabupaten Malang, Dr. Ir. Budiar Anwar, M.Si., memberikan apresiasi tinggi kepada Gus Ainun dan seluruh panitia atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai permainan domino bukan sekadar hiburan biasa, melainkan permainan edukatif yang mampu melatih kemampuan kognitif dan ketajaman berpikir.
Menurutnya, permainan domino dapat membantu menjaga keseimbangan fungsi otak kiri dan kanan, sehingga memiliki manfaat positif untuk kesehatan mental dan daya ingat.
“Permainan seperti ini sangat baik untuk melatih konsentrasi dan kemampuan berpikir. Bahkan secara tidak langsung dapat membantu mengurangi risiko kepikunan maupun Alzheimer karena otak terus dilatih untuk bekerja aktif,” ungkap Sekda Kabupaten Malang di hadapan peserta turnamen.
Tidak hanya itu, Sekda juga membagikan pengalaman pribadinya saat bermain gaple atau domino. Ia menyebut bahwa permainan tersebut membutuhkan kemampuan membaca situasi dan insting yang kuat untuk memenangkan pertandingan.
“Pada dasarnya permainan gaple memiliki unsur yang tidak dimiliki setiap orang, yakni insting untuk memenangkan permainan,” ujarnya disambut antusias peserta.
Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban namun tetap kompetitif. Para peserta tampak serius menyusun strategi di setiap meja pertandingan, sementara sorak dukungan dan canda tawa sesekali terdengar menghiasi jalannya turnamen.
Panitia penyelenggara juga menegaskan pentingnya menjunjung tinggi sportivitas selama pertandingan berlangsung. Seluruh peserta diingatkan agar bermain secara jujur dan menghindari segala bentuk kecurangan, termasuk penggunaan alat bantu tertentu maupun praktik-praktik yang tidak fair.
Selain menjadi ajang kompetisi, turnamen domino ini juga diharapkan dapat menjadi wadah memperkuat hubungan sosial di tengah masyarakat. Melalui permainan yang sederhana namun penuh strategi tersebut, komunikasi dan kebersamaan antar peserta dapat terjalin dengan baik.
Sekda Kabupaten Malang menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Malang mendukung penuh berbagai kegiatan positif yang melibatkan partisipasi masyarakat. Bahkan, menurutnya, Bupati Malang berpesan agar fasilitas milik pemerintah dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk kegiatan yang bersifat membangun persatuan dan kebersamaan masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Malang memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan positif semacam ini. Bupati Malang juga berpesan agar fasilitas milik pemerintah, baik yang berada di pusat kota maupun di Kepanjen, bisa dimanfaatkan masyarakat untuk kegiatan yang membawa manfaat dan mempererat kebersamaan,” tegasnya.
Dengan tingginya antusiasme peserta dan dukungan dari berbagai pihak, Turnamen Domino di Pendopo Agung Kabupaten Malang diharapkan dapat menjadi agenda rutin yang tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga memperkuat nilai sportivitas, kecerdasan, dan persaudaraan di tengah masyarakat.
REPORTER : Matnadir
EDITOR : Redaksi




Tidak ada komentar:
Posting Komentar