Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Sarasehan Penghayat Kepercayaan di Malang, Perkuat Tradisi dan Persatuan di Tengah Keberagaman

Senin, 13 April 2026 | April 13, 2026 WIB Last Updated 2026-04-14T03:43:04Z

KabarPojokIndonesia.com
-- MALANG – Pemerintah Kabupaten Malang melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) menggelar Sarasehan & Pembinaan Penghayatan Kepercayaan bersama komunitas penghayat kepercayaan se-Kabupaten Malang. Kegiatan bertema “Merawat Tradisi, Meneguhkan Keyakinan, Menguatkan Persatuan” ini berlangsung di Shanaya Resort Malang, Senin (13/04/2026).

Kegiatan tersebut menjadi wadah silaturahmi sekaligus ruang dialog antara pemerintah daerah dengan para penghayat kepercayaan. Selain memperkuat pemahaman terhadap nilai-nilai kepercayaan, forum ini juga bertujuan menjaga warisan budaya serta mempererat persatuan di tengah keberagaman masyarakat Kabupaten Malang.

Turut hadir berbagai kelompok penghayat kepercayaan dari Kabupaten Malang, di antaranya KBTTPK, Kapribaden, Bulad, Naluri Budaya Leluhur, Jowo Lugu, MLKI, Wewarah Gesang, Marganing Kamulyan, Sapto Darmo, KPN, Dharma Bakti, NBL, Pancabekti, PKK, hingga PDKK. Kehadiran beragam komunitas ini mencerminkan kekayaan tradisi dan nilai spiritual yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat.


Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang, Firmando Hasiholan Matondang, S.T., M.T., dalam sambutannya menegaskan bahwa penghayat kepercayaan merupakan bagian penting dari kekayaan budaya bangsa yang harus terus dijaga dan dilestarikan.

“Penghayat kepercayaan memiliki peran penting dalam merawat tradisi leluhur yang sarat dengan nilai-nilai kearifan lokal. Ini bukan hanya warisan budaya, tetapi juga menjadi identitas yang memperkaya keberagaman di Kabupaten Malang,” ujar Firmando.

Ia menambahkan, pemerintah daerah berkomitmen memberikan ruang dan dukungan kepada komunitas penghayat kepercayaan agar dapat menjalankan keyakinannya dengan aman, nyaman, dan bermartabat. Menurutnya, sarasehan ini bukan sekadar kegiatan pembinaan, tetapi juga sarana memperkuat komunikasi dan sinergi antara pemerintah dengan masyarakat.


“Melalui kegiatan ini, kami berharap nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur tetap terjaga dan dapat diteruskan kepada generasi berikutnya. Selain itu, semangat persatuan dan toleransi harus terus kita perkuat sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat,” tambahnya.

Lebih lanjut, nilai-nilai luhur dalam penghayatan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dinilai sebagai bagian dari kearifan lokal bangsa Indonesia yang hingga kini masih terejawantahkan dalam sikap dan perilaku masyarakat. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam menjaga harmoni sosial di tengah kemajemukan.

Di Kabupaten Malang, keberadaan komunitas penghayat kepercayaan dinilai masih memerlukan dukungan berkelanjutan, baik melalui pembinaan, fasilitasi, maupun penguatan kelembagaan. Hal ini sejalan dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 77 Tahun 2013 tentang Pedoman Pembinaan Lembaga Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Lembaga Adat.


Sebagai bentuk implementasi kebijakan tersebut, Pemerintah Kabupaten Malang terus melakukan inventarisasi dan dokumentasi terhadap lembaga, kelompok, serta komunitas penghayat kepercayaan. Selain itu, forum-forum dialog seperti sarasehan ini digelar untuk membahas nilai-nilai luhur penghayatan kepercayaan serta relevansinya dalam kehidupan masyarakat modern.

Kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh para peserta. Rangkaian acara yang meliputi diskusi, pembinaan, hingga berbagi pengalaman menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan praktik penghayatan kepercayaan di tengah dinamika zaman.

Para peserta juga mendapatkan pemahaman terkait perlindungan hak-hak penghayat kepercayaan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Hal ini menjadi langkah penting untuk memastikan setiap warga negara memperoleh hak yang setara dalam menjalankan keyakinannya.

Suasana kebersamaan dan kekeluargaan terasa kental sepanjang kegiatan berlangsung. Para peserta saling bertukar pandangan, memperkuat jejaring antar komunitas, serta meneguhkan komitmen untuk terus menjaga nilai-nilai luhur warisan leluhur.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan sinergi antara pemerintah dan komunitas penghayat kepercayaan semakin solid dalam menjaga harmoni sosial serta melestarikan budaya lokal di Kabupaten Malang.

Kepercayaan ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Malang dalam merawat keberagaman, meneguhkan nilai-nilai kebhinekaan, serta memperkuat persatuan di tengah masyarakat yang majemuk.

Reporter : M. Abdul Ramadhani 

Editor : Matnadir
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update