KabarPojokIndonesia.com -- MALANG – Ketua Paguyuban Jagal Pasar Lawang, H. M. Nurul Ikhrom yang akrab disapa Abah Gatot, menyampaikan aspirasi terkait rencana kenaikan harga daging saat diwawancarai media Kabar Pojok Indonesia di halaman Pendopo Kabupaten Malang, Kamis (23/04/2026) sore menjelang Magrib.
Abah Gatot, yang merupakan putra asli Sampang, Madura, menjelaskan bahwa pihaknya baru saja melakukan audiensi dengan sejumlah dinas terkait guna membahas persoalan kenaikan harga daging yang dikhawatirkan memberatkan pedagang maupun masyarakat.
“Kami datang ke sini untuk menemui dinas-dinas terkait, seperti Dinas Perdagangan dan lainnya. Intinya kami audiensi, meminta bagaimana tindakan pemerintah dalam menyikapi kenaikan harga daging ini,” ujar Abah Gatot.
Menurutnya, harga daging saat ini idealnya tetap berada di angka Rp125.000 per kilogram. Ia menilai angka tersebut masih sesuai dengan kemampuan daya beli masyarakat Kabupaten Malang yang mayoritas berasal dari kalangan ekonomi menengah ke bawah.
“Kalau sampai naik lagi, kasihan konsumen. Pedagang bakso dan usaha kecil juga akan terdampak kalau harga terlalu tinggi,” tegasnya.
Ia menjelaskan, sebelumnya harga daging sudah mengalami kenaikan beberapa kali. Menjelang Lebaran, harga naik Rp5.000, kemudian kembali naik Rp5.000, sehingga kini berada di kisaran Rp125.000 per kilogram. Jika kembali naik Rp10.000, maka harga akan menembus Rp135.000 per kilogram.
“Nah ini yang kita cegah supaya tidak naik sampai segitu. Memang harga standar nasional bisa sampai Rp140.000, tapi kita ini daerah otonomi, jadi harus melihat kondisi ekonomi daerah,” katanya.
Dalam audiensi tersebut, Abah Gatot mengaku diterima oleh beberapa dinas, di antaranya Bu Astrid Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Malang, Bu Nelly, Pak Amelin, Pak Sugeng, dan Pak Juru. Hasil pertemuan itu, menurutnya, pemerintah daerah menampung seluruh keluhan pedagang dan akan membahasnya lebih lanjut melalui musyawarah lintas dinas.
“Mereka menampung keluhan kami dan nanti akan dirapatkan untuk mencari solusi terbaik,” ujarnya.
Sebagai ketua paguyuban, Abah Gatot juga berharap kebijakan penyesuaian harga ke depan dilakukan melalui koordinasi dengan seluruh paguyuban pedagang daging se-Malang Raya, sebagaimana mekanisme yang pernah diterapkan sebelumnya.
“Kalau dulu, sebelum harga naik, semua ketua paguyuban dikumpulkan dulu, dirapatkan bersama, lalu melibatkan dinas terkait. Jadi semua tahu dan sepakat. Sekarang surat muncul tanpa koordinasi, itu yang kami sayangkan,” jelasnya.
Mengakhiri keterangannya, Abah Gatot berharap harga daging bisa tetap stabil, pedagang tetap rukun, dan masyarakat tetap mampu membeli kebutuhan pokok.
“Harapan saya sederhana, harga standar, pedagang rukun kompak, pembeli senang karena masih bisa menjangkau,” pungkasnya.
REPORTER : Matnadir
EDITOR : Redaksi



