Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Gerakan SHABER Singosari Berlanjut, Camat Wellem Ajak Masyarakat Bersatu Bersihkan Sampah

Jumat, 13 Maret 2026 | Maret 13, 2026 WIB Last Updated 2026-03-14T08:42:54Z

KabarPojokIndonesia.com
-- MALANG – Kecamatan Singosari kembali melanjutkan gerakan SHABER (Sampah Singosari Satu Hati Bersama Masyarakat Bersihkan Sampah Singosari), sebuah gerakan inovatif yang menargetkan perubahan nyata dalam pengelolaan sampah di wilayah Singosari.

Kegiatan yang dipantau langsung oleh Media Kabar Pojok Indonesia ini diawali dengan apel bersama di Kantor Kecamatan Singosari, Sabtu (14/03/2026). Dalam kegiatan tersebut turut hadir berbagai unsur masyarakat dan organisasi, di antaranya Satpol PP, FKPPI, Banser, TNI/Polri, Ngalam Waste Bank, serta Perkumpulan Bank Sampah Kabupaten Malang, yang bersama-sama menunjukkan komitmen dalam menjaga kebersihan lingkungan di wilayah Singosari.

Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan aksi bersih-bersih lingkungan sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap persoalan sampah di wilayah Singosari.


Saat diwawancarai awak media, Camat Singosari Kabupaten Malang, Wellem, S.Sos., M.Ling., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap program Presiden Prabowo Subianto, yakni gerakan menuju Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).

“Program Bapak Presiden Prabowo adalah gerakan Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI). Kegiatan seperti hari ini akan kita laksanakan setiap bulan dan berpindah dari desa ke desa di wilayah Kecamatan Singosari,” ujar Wellem.

Ia menjelaskan, SHABER merupakan program rutin Kecamatan Singosari yang menekankan sinergi seluruh elemen masyarakat.


“Program ini yang pertama adalah kita bersinergi dengan seluruh komponen masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, filantropi, akademisi, hingga dunia usaha. Kita rapatkan barisan untuk menyelenggarakan kegiatan bersih-bersih dan penanganan sampah sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat,” jelasnya.

Lebih lanjut Wellem menegaskan bahwa program SHABER bukan berfokus pada penegakan hukum, melainkan lebih kepada pembinaan dan peningkatan kesadaran masyarakat.

“Saber itu bukan fokus pada penegakan perda atau hukumnya, tapi pembinaan. Kita memberikan pengarahan kepada masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan. Jika ada pelanggaran, kita berikan sanksi sosial sebagai bentuk pembinaan,” terangnya.


Sanksi sosial tersebut, lanjutnya, dilakukan dengan mendokumentasikan pelaku pembuangan sampah sembarangan dan mempublikasikannya sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat agar tidak melakukan hal serupa.

Menurutnya, langkah tersebut cukup efektif dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih. Meski demikian, untuk penegakan Peraturan Daerah (Perda) tentang sampah, pihak kecamatan tetap bersinergi dengan Satpol PP dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang.

“Kita bersinergi dengan semua pihak. Untuk penegakan perdanya memang menjadi kewenangan Satpol PP bersama Dinas Lingkungan Hidup,” tambahnya.

Wellem juga mengungkapkan bahwa Kecamatan Singosari merupakan wilayah dengan jumlah penduduk terbesar di Kabupaten Malang, yakni sekitar 193 ribu jiwa, sehingga volume sampah yang dihasilkan juga sangat besar.

“Di Singosari setiap hari hampir 100 ton sampah dihasilkan. Apalagi TPA Randuagung di Singosari juga menangani beberapa wilayah lain seperti Lawang, Karangploso, Dau, hingga Pujon. Bahkan sebagian sampah dari Kota Batu juga masuk ke sini,” ungkapnya.

Dengan kondisi tersebut, Singosari menjadi salah satu wilayah yang menanggung hampir setengah dari total produksi sampah Kabupaten Malang yang mencapai sekitar 1.200 ton per hari.

Karena itu, Kecamatan Singosari menjalankan gerakan pengelolaan sampah dari hulu ke hilir, yakni mulai dari peningkatan kesadaran masyarakat hingga pengolahan di tingkat akhir.

“Dari hulunya kita bangun kesadaran masyarakat melalui edukasi dan penguatan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Di Singosari sendiri sudah ada hampir 100 bank sampah, serta sanggar lingkungan yang menjadi pusat edukasi masyarakat,” jelasnya.

Melalui gerakan SHABER, Pemerintah Kecamatan Singosari berharap kesadaran masyarakat terhadap lingkungan semakin meningkat.

“Kita ingin menciptakan Singosari yang bersih, sehat, indah, dan lestari. Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap lingkungan, kita juga ingin mendukung terwujudnya Malang Makmur sekaligus mensukseskan program nasional Presiden menuju Indonesia ASRI,” pungkasnya.

Reporter : Matnadir 

Editor : Redaksi
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update