KabarPojokIndonesia.com -- MALANG – Bupati Malang Drs. H. M. Sanusi, M.M. menghadiri kegiatan pengajian yang digelar di kediaman H. Muhammad Radiyo di Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Selasa (10/03/2026) sore. Kegiatan keagamaan tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri ribuan jamaah dari berbagai wilayah.
Pantauan Media Kabar Pojok Indonesia, acara tersebut juga dihadiri oleh Camat Karangploso Marendra Hengky Irawan, S.STP., M.AP., Kapolsek Karangploso, perwakilan Koramil Karangploso, beberapa kepala desa se-Kecamatan Karangploso, tokoh masyarakat, serta warga setempat yang memadati lokasi pengajian.
Dalam sambutannya, Bupati Malang H. M. Sanusi menyampaikan apresiasi kepada penyelenggara pengajian, khususnya kepada Abah Radiyo bersama Prof. Imam Suprayogo yang telah mengenalkan dan menginisiasi kegiatan pengajian tersebut.
Menurutnya, kegiatan keagamaan seperti ini sejalan dengan visi misi Pemerintah Kabupaten Malang, yakni “Malang Makmur.” Sanusi menjelaskan bahwa makna Makmur dalam visi tersebut memiliki arti penting bagi pembangunan daerah.
“Makmur itu artinya Maju, Agamis, Kreatif, Mandiri, Unggul, dan Responsif. Nah, kegiatan pengajian seperti ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan Kabupaten Malang yang agamis,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan yang digagas oleh H. Muhammad Radiyo ini turut membantu pemerintah daerah dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Malang juga mengajak masyarakat untuk mengamalkan ilmu yang telah disampaikan para ulama, khususnya tausiyah dari KH. Abdul Fattah yang memberikan berbagai nasihat keagamaan kepada jamaah.
“Semua manusia diciptakan oleh Allah SWT di dunia ini pada hakikatnya hanya untuk beribadah. Ibadah itu adalah menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya,” ungkapnya.
Sanusi juga mengingatkan pentingnya niat dalam setiap amal perbuatan. Menurutnya, setiap aktivitas yang diniatkan karena Allah SWT akan bernilai ibadah dan menjadi pahala bagi pelakunya.
“Sekecil apa pun perbuatan kita, selama diniatkan lillahi ta’ala dan tidak melanggar hukum Allah, maka itu menjadi ibadah,” jelasnya di hadapan jamaah.
Selain itu, Bupati Malang juga menyampaikan pesan tentang keyakinan terhadap rezeki yang telah diatur oleh Allah SWT. Ia menegaskan bahwa pekerjaan hanyalah sarana, sedangkan rezeki sepenuhnya merupakan ketentuan dari Allah.
“Pekerjaan itu hanya ikhtiar, tetapi rezeki sudah diatur oleh Allah SWT. Tidak semua orang dengan gaji yang sama mendapatkan rezeki yang sama, karena rezeki adalah hak prerogatif Allah,” tuturnya.
Pengajian tersebut berlangsung penuh kekhusyukan. Ribuan jamaah yang hadir tampak antusias mengikuti rangkaian acara hingga selesai, sekaligus menjadikan kegiatan tersebut sebagai momentum mempererat silaturahmi serta memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat Karangploso dan sekitarnya.
Reporter : Matnadir
Editor : Redaksi









