KabarPojokIndonesia.com -- MALANG – Pemerintah Kabupaten Malang melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) menggelar kegiatan Sosialisasi Pengembangan Produk Unggulan Daerah dan Teknologi Masyarakat melalui inovasi, sekaligus launching Gema Inovasi Kabupaten Malang dalam Harmoni (Gemilang Award) Tahun 2026. Acara tersebut berlangsung di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Kamis (30/04/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mendorong lahirnya inovasi berbasis potensi lokal yang selama ini dinilai belum tergarap secara maksimal. Hadir dalam acara tersebut seluruh kepala perangkat daerah, para camat, serta perwakilan desa yang mengikuti secara daring.
Selain itu, sejumlah perguruan tinggi ternama juga turut ambil bagian, di antaranya Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Brawijaya, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Universitas Kanjuruhan, Universitas Ma Chung, BINUS, hingga Institut Teknologi Kesehatan (ITKN) Kepanjen.
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Kabupaten Malang, yang kini sering disebut sebagai Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Malang. Dr. Ricky Meinardhy, ST., MT.,
Kepala BRIDA Kabupaten Malang, Dr. Ricky Meinardhy, ST., MT., dalam wawancara dengan media Kabar Pojok Indonesia menyampaikan bahwa launching Gemilang Award 2026 menjadi momentum penting untuk menghimpun para inovator di Kabupaten Malang dalam satu wadah kompetisi.
“Gemilang ini adalah Gema Inovasi Kabupaten Malang dalam harmoni. Harapannya, melalui launching ini kita bisa menggabungkan para inovator di Kabupaten Malang untuk berpartisipasi dalam lomba inovasi,” ujarnya.
Menurutnya, Kabupaten Malang memiliki potensi sumber daya yang sangat besar, khususnya pada sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan. Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya dikembangkan secara optimal melalui sentuhan inovasi.
“Potensi kita luar biasa, mulai dari kopi, padi, susu, hingga hortikultura seperti alpukat pameling, pisang Sang Mulyo, kentang, dan bawang merah. Produksinya besar, tetapi bagaimana meningkatkan nilai jual melalui inovasi, itu yang masih perlu kita dorong,” jelasnya.
Ia mencontohkan, komoditas seperti pisang Sang Mulyo yang melimpah perlu dikembangkan melalui hilirisasi produk, misalnya menjadi tepung atau produk olahan lain yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
“Selama ini kita kuat di produksi, tapi hilirisasinya belum maksimal.
Inovasi di sektor ini sangat dibutuhkan agar produk unggulan kita bisa bersaing dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut, turut hadir sejumlah narasumber dari kalangan akademisi, di antaranya Prof. Alfian dari Universitas Negeri Malang dan Prof. Mangku Kurnomo dari Universitas Brawijaya. Keduanya memberikan pemahaman mendalam mengenai konsep inovasi dan invensi, serta langkah strategis pasca inovasi dilakukan.
Prof. Mangku Kurnomo menekankan pentingnya keberlanjutan inovasi agar tidak berhenti pada ide semata, tetapi mampu diimplementasikan secara nyata di tengah masyarakat.
Sejalan dengan itu, Dr. Ricky menegaskan bahwa inovasi yang diharapkan bukan sekadar gagasan, melainkan inovasi yang memberikan dampak nyata, baik dalam peningkatan ekonomi maupun penciptaan lapangan kerja.
“Inovasi harus berdampak. Harapannya, inovasi yang lahir bisa diimplementasikan di masyarakat, meningkatkan ekonomi, dan membuka peluang kerja baru,” tegasnya.
Melalui Gemilang Award 2026, Pemerintah Kabupaten Malang optimistis dapat menggali potensi inovasi dari berbagai sektor serta memperkuat kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat. Langkah ini diharapkan mampu mendorong percepatan pembangunan daerah berbasis inovasi serta mengangkat daya saing produk unggulan Kabupaten Malang ke tingkat yang lebih tinggi.
REPORTER : Matnadir
EDITOR : Redaksi



