Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Sekda Kabupaten Malang Pastikan Ketahanan Pangan Aman Jelang Ramadan dan Idul Fitri 1447 H

Rabu, 04 Maret 2026 | Maret 04, 2026 WIB Last Updated 2026-03-04T16:25:36Z

KabarPojokIndonesia.com
-- MALANG – Pemerintah Kabupaten Malang bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus memperkuat langkah pengendalian inflasi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah. Upaya tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan High Level Meeting yang digelar pada Rabu (04/03/2026) di Ruang Rapat Anusapati, Kantor Pemerintah Kabupaten Malang.

Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Dr. Ir. Budiar, M.Si, yang mewakili Bupati Malang, serta dihadiri berbagai unsur pemangku kepentingan, di antaranya Bank Indonesia Perwakilan Malang, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Malang, Forkopimda, Perum Bulog, Pertamina, Hiswana Migas, Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Kabupaten Malang, serta sejumlah perangkat daerah terkait.

Pertemuan ini secara khusus membahas perkembangan harga bahan pokok dan barang penting lainnya guna memastikan stabilitas pasokan dan harga tetap terkendali selama periode Ramadan hingga Idul Fitri, yang secara historis mengalami peningkatan permintaan masyarakat.


Dalam arahannya, Sekretaris Daerah Kabupaten Malang menegaskan bahwa secara fundamental kondisi ketahanan pangan daerah berada pada kategori aman bahkan surplus. Hal tersebut berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Malang terkait neraca pangan daerah.

Menurut data tersebut, ketersediaan sejumlah komoditas strategis menunjukkan angka surplus yang cukup signifikan, di antaranya padi mencapai 118.085 ton dengan surplus 48.881 ton, bawang merah 12.274 ton dengan surplus 8.434 ton, serta cabai rawit 18.883 ton dengan surplus 16.394 ton.

Sementara itu, pada sektor protein hewani, ketersediaan daging ayam tercatat 10.542 ton dengan surplus 335 ton, telur ayam 12.184 ton dengan surplus 3.467 ton, dan daging sapi 2.262 ton dengan surplus 206 ton.


“Secara kuantitatif, kapasitas pasokan pangan Kabupaten Malang sangat mencukupi untuk menghadapi lonjakan permintaan selama Ramadan dan Idul Fitri,” ujar Sekda Budiar dalam rapat tersebut.

Meski demikian, ia menekankan perlunya kewaspadaan bersama, khususnya pada komoditas hortikultura yang sangat dipengaruhi kondisi cuaca serta komoditas protein hewani yang memiliki ketahanan stok relatif lebih terbatas.

Selain membahas ketersediaan pasokan, rapat juga menyoroti dinamika harga yang mengalami fluktuasi cukup tajam dalam beberapa bulan terakhir. Berdasarkan data Indeks Perkembangan Harga (IPH), Kabupaten Malang mengalami volatilitas signifikan sejak awal tahun 2026.


Pada Januari 2026, IPH tercatat mengalami penurunan hingga -3,00 (M4). Namun, pada minggu pertama Februari terjadi lonjakan menjadi 2,53, kemudian bergerak stabil di kisaran 1,39 hingga 2,32 sampai minggu ketiga Februari.

Perubahan sebesar 5,53 poin tersebut mencerminkan tekanan musiman yang dipicu meningkatnya permintaan masyarakat serta tingginya curah hujan yang berdampak pada produksi komoditas hortikultura.

Cabai rawit tercatat sebagai penyumbang utama fluktuasi harga sepanjang tahun 2025 hingga awal 2026. Selain itu, komoditas daging ayam ras dan bawang merah juga menjadi faktor dominan dalam perubahan harga di tingkat konsumen.

Melalui High Level Meeting ini, TPID Kabupaten Malang menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menjaga stabilitas harga dan distribusi barang kebutuhan pokok. Langkah antisipatif yang dibahas meliputi penguatan operasi pasar, pemantauan distribusi logistik, pengendalian pasokan energi, hingga koordinasi intensif dengan pelaku usaha dan distributor.

Pemerintah Kabupaten Malang berharap koordinasi yang solid antara pemerintah daerah, instansi vertikal, serta pelaku usaha dapat menjaga daya beli masyarakat sekaligus menekan potensi inflasi selama momentum Ramadan dan Idul Fitri.

Dengan kondisi pasokan yang relatif aman dan strategi pengendalian yang terkoordinasi, Pemkab Malang optimistis stabilitas harga kebutuhan pokok dapat terjaga sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dan merayakan Idul Fitri dengan tenang dan nyaman.

Reporter : Matnadir 

Editor : Redaksi
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update